Pengertian Pembelajaran Koperatif, Unsur-Unsur dan Langkah-Langkah serta Ciri-Cirinya

wawasanpendidikan.com. terdapat banyak Model Pembelajaran yang telah dikembangkan oleh ahli salah satunya adalah Pembelajaran Koperatif. kali ini sobat pendidikan akan membahas tentang Pengertian Pembelajaran Koperatif serta Unsur-Unsurnya. semoga bermanfaat


Pengertian Pembelajaran Koperatif serta Unsur-Unsurnya
Suasana Diskusi Kelompok
Pengertian Pembelajaran Koperatif serta Unsur-Unsurnya

A. Pembelajaran Kooperatif
Pada dasarnya Cooperative Learning mengandung pengertian  sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih di mana keberhasilan kerja sangat dipegaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri. 
  • Cooperative Learning  diartikan sebagai suatu struktur tugas bersama dalam suasana kebersamaan di antara sesama anggota kelompok. (Etin Solihatin dan Raharjo, 2008)
  • Cooperative learning atau Pembelajaran Kooperatif terdiri dari dua  kata, yaitu cooperative dan learning. Cooperative berarti acting together with a common purpose. (Sally welheimer, 2000)
  • Basyirudin usman mendefinisikan Cooperative sebagai belajar kelompok atau bekerja sama. (M. Basyirudin usman, 2002).
  • Menurut Burton yang dikutip oleh Nasution, Cooperative atau Kerja Sama adalah suatu cara individu mengadakan relasi dengan individu lain untuk mencapai tujuan bersama.  (S. Nasution, 2000). 
Pembelajaran Kooperatif yaitu Pembelajaran dimana siswa Bekerja  Sama dalam kelompok dengan kemampuan berbeda-beda. Pembelajaran Koperatif merupakan sistem pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk Bekerja Sama dengan sesama siswa dalam tugas- tugas terstruktur. Model Pembelajaran Kooperatif menuntut kerjasama siswa dan saling ketergantungan dalam struktur tugas dan tujuannya. (Anita lie, 2004)

Pembelajaran Kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi  semua jenis Kerja Kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Secara umum Pembelajaran Kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, di mana guru menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang di maksud.( Agus Suprijono, 2010). 

B. Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif
Roger dan David Johnson mengatakan bahwa tidak semua Belajar  Kelompok bisa dianggap Pembelajaran Kooperatif. Untuk mencapai hasil yang maksimal, lima unsur dalam pembelajaran kooperarif harus diterapkan, yaitu: 

Unsur pertama Pembelajaran Kooperatif adalah saling ketergantungan positif (Positive interdependence). Unsur ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif ada dua pertanggungjawaban kelompok. Pertama, mempelajari bahan yang ditugaskan dalam kelompok. Kedua, menjamin semua anggota kelompok secara individu mempelajari bahan yang ditugaskan tersebut.  
Unsur Kedua Pembelajaran Kooperatif adalah tanggung jawab individual (Personal responsibility). Pertanggungjawaban ini muncul jika dilakukan pengukuran terhadap keberhasilan kelompok. Di karenakan tujuan pembelajaran kooperatif adalah membentuk semua anggota kelompok menjadi pribadi yang kuat. 
Unsur Ketiga Pembelajaran Kooperatif adalah interaksi promotif (Face to face promotive interaction). Unsur ini penting karena dapat menghasilkan saling ketergantungan positif. 
Unsur Keempat Pembelajaran Kooperatif adalah keterampilan sosial (Interpersonal skill). Untuk mengkordinasikan kegiatan peserta didik dalam pencapaian tujuan peserta didik harus:
a. Saling mengenal dan mempercayai.
b. Mampu berkomunikasi secara akurat dan tidak ambisius.
c. Saling menerima dan saling mendukung.
d. Mampu menyelesaikan konflik secara konstruktif. 
Unsur Kelima Pembelajaran Kooperatif adalah pemrosesan kelompok (Group processing). Pemrosesan mengandung arti menilai. Melalui pemrosesan kelompok dapat diindentifikasi dari urutan atau tahapan kegiatan kelompok dan kegiatan dari anggota kelompok. (Agus Suprijono, 2010)

C. Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif
Sebagai sebuah model pembelajaran, Pembelajaran Kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Peserta didik bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar;
  2. Kelompok dibentuk dari peserta didik yang memiliki kemampuan akademik yang heterogen;
  3. Bila keadaan memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin berbeda-beda; dan
  4. Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu.
D. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif
Dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif setidaknya ada enam langkah utama yang harus di lakukan.

  1. Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memberikan motivasi belajar kepada peserta didik; 
  2. Guru menyampaikan informasi kepada peserta didik, baik dengan peragaan atau teks; 
  3. Peserta didik dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok belajar; 
  4. Bimbingan kelompok-kelompok belajar pada saat peserta didik bekerja sama mengerjakan tugas yang diberikan;  
  5. Setiap akhir pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk mengetahui penguasaan materi pelajaran oleh peserta didik; dan 
  6. Menyampaikan hasil evaluasi kepada peserta didik.

sumber
  • Etin Solihatin dan Raharjo. (2008) COOPERATIV LEARNING: Analisis Model pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara 
  • Sally welheimer. (2000) Oxford Advanced Learner’s Dictionary. New York: Oxford University Press 
  • M. Basyirudin usman. (2002).  Metode Pembelajaran Agama Islam. Jakarta: Ciputat Press
  • S. Nasution. (2000). Didaktik Asas Mengajar. Bandung: Bumi Aksara 
  • Anita lie. (2004)  Cooperative Learning, Mempraktekkan Cooperative learning dalam Ruangruang kelas. Jakarta:PT Grasindo 
  • Agus Suprijono. (2010). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM cetakan III. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  • Ibrahim, et. al. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah UNESA