Pengertian, Tujuan dan Fungsi Serta Objek Asesmen

Wawasan pendidikan; halo sobat pendidikan, kali ini sobat pendidikan akan sedikit membahas tentang Asesmen. mungkin sobat pendidikan sudah familiar dengan istilah ini, khususnya guru karena asesmen adalah sala satu dari sekian banyak tugas yang harus di lakukan oleh guru. baiklan untuk lebih jelas, silahkan baca artikel dibawah ini.
Pengertian, Tujuan dan Fungsi Serta Objek Asesmen

A. Pengertian Assessment
Assessment merupakan istilah umum yang didefinisikan sebagai sebuah proses yang ditempuh untuk mendapatkan informasi yang digunakan dalam rangka membuat keputusan-keputusan mengenai para siswa, kurikulum, program-program, dan kebijakan pendidikan, metode atau instrumen pendidikan lainnya oleh suatu badan, lembaga, organisasi atau instansi resmi yang menyelenggarakan suatu aktivitas tertentu. 

Dinyatakan pula oleh Linn dan Gronlund bahwa assessment (penilaian) adalah suatu istilah umum yang meliputi prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang belajar siswa (observasi, rata-rata pelaksanaan tes tertulis) dan format penilaian kemajuan belajar. 

Selain itu, Popham mengemukakan bahwa assessment dalam pembelajaran adalah suatu proses atau upaya formal pengumpulan informasi yang berkaitan dengan variabel-variabel penting pembelajaran sebagai bahan dalam pengambilan keputusan oleh guru untuk memperbaiki proses dan hasil belajar siswa.

Assessment sering pula disebut sebagai salah satu bentuk penilaian, sedangkan penilaian merupakan salah satu komponen dalam evaluasi. Secara umum, assessment dapat diartikan sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa, baik yang menyangkut kurikulum, program pembelajaran, iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah. 

Assessment secara sederhana dapat diartikan sebagai proses pengukuran dan nonpengukuran untuk memperoleh data karakteristik peserta didik dengan aturan tertentu. Dalam pelaksanaan assessment pembelajaran, guru dihadapkan pada 3 (tiga) istilah yang sering dikacaukan penertiannya atau bahkan sering pula digunaan secara bersama, yaitu istilah pengukuran, penilaian, dan tes.

B. Tujuan dan fungsi Assessment
Menurut Buchori dalam pendidikan orang mengadakan evaluasi memenuhi dua tujuan, yaitu :
  1. Untuk mengetahui kemajuan anak atau murid setelah murid tersebut menyadari pendidikan selama jangka waktu tertentu, 
  2. Untuk mengetahui tingkat efisiensi metode-metode pendidikan yang dipergunakan pendidikan selama jangka waktu tertentu.

Sedangkan Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa tujuan atau fungsi evaluasi ada beberapa hal, yaitu 
  1. Penilaian berfungsi selektif, 
  2. Penilaian berfungsi diagnostik, 
  3. Penilaian berufungsi sebagai penempatan, 
  4. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan. 

Selanjutnya, Anas Sudijono mengemukakan bahwa secara umum, penilaian sebagai suatu tindakan atau proses setidak-tidaknya memiliki tiga fungsi, yaitu 
  1. Mengukur kemajuan, 
  2. Menunjang penyusunan rencana, 
  3. Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kemabali.

Selain itu, menurut Thotha fungsi evaluasi pendidikan bila dilihat dari kepentingan masing-masing pihak mempunyai lima fungsi, yaitu fungsi 
  1. Bagi guru
    a. mengetahui kemajuan belajar peserta didik, 
    b. mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam kelompoknya, 
    c. mengetahui kelemhana-kelemahan cara belajar-mengajar dalam PBM, 
    d. memperbaiki proses belajar-mengajar, dan 
    e. menentukan kelulusan murid.
  2. Bagi murid,
    a. mengetahui kemampuan dan hasil belajar, 
    b. memperbaiki cara belajar, 
    c. menumbuhkan motivasi dalam belajar
  3. Bagi sekolah, 
    a. mengukur mutu hasil pendidikan, 
    b. mengetahui kemajuan dan kemunduran sekolah, 
    c. membuat keputusan kepada peserta didik, dan 
    d. mengadakan perbaikan kurikulum.
  4. Bagi orang tua 
    a. mengetahui hasil belajar anaknya, 
    b. meningkatkan pengawasan dan bimbingan serta bantuan kepada anaknya dalam usaha belajar, dan 
    c. mengarahkan pemilihan jurusan atau jenis sekolah pendidikan lanjutan bagi anaknya.
  5. Bagi masyarakat.
    a. mengetahui kemajuan sekolah,
    b. ikut mengadakan kritik dan saran perbaikan bagi kurikulum pendidikan pada sekolah tersebut, 
    c. lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usahanya membantu lembaga pendidikan.
C. Objek Assessment
Suharsimi mengemukakan bahwa objek penilaian meiputi tiga segi, yaitu 
  1. input : Input (murid) dianggap sebagai bahan mentah yang akan diolah.
  2. transformasi  : Transformasi dianggap sebagai dapur tempat mengolah bahan mentah
  3. output : output dianggap sebagai hasil pengolahan yang dilakukan di dapur dan siap untuk dipakai.

 Referensi 
Hamzah B. Uno dan Satria Koni. (2014) Assessment Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel