Debat : Manfaat, Langkah-Langkah, Etika Bertanya, Kriteria Penilaian, dan Kaidah Kebahasaan Debat Bahasa Indonesia

Wawasan Pendidikan; debat bisa diartikan sebagai saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia, dengan tujuan untuk mencapai kemenangan satu pihak.  Ketika berdebat setiap pribadi atau kelompok mencoba untuk saling menjatuhkan agar pihaknya berada pada posisi yang pailng benar.

Sementara menurut Tarigan (1983), debat merupakan forum yang sangat tepat dan strategis untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan mengasah keterampilan berbicara.  Debat bisa menentukan baik tidaknya suatu usulan yang didukung oleh pihak afirmatif dan ditolak oleh pihak penyangkal atau negatif. (Baca Juga Debat : Pengertian, Struktur, Unsur, Ciri-Ciri, Jenis, dan Etika dalam Berdebat)

Dalam dunia pendidikan, metode debat cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis sehingga peserta didik mampu menyalurkan ide, gagasan, dan pendapatnya dengan baik.  Metode debat juga mampu meningkatkan keberanian peserta didik dalam berbicara dan bertanggungjawab dengan pengetahuian yang dikuasai.

Debat : Manfaat, Langkah-langkah, Etika Bertanya, Kriteria Penilaian, dan Kaidah Kebahasaan Debat Bahasa Indonesia
Picture by tennessean.com

Manfaat Debat

Menurut Hall (2011), debat memiliki beberapa manfaat, yaitu:
- Bisa merangsang kemampuan berpikir kritis melalui berbagai macam cara.
- Merangsang penelitian terhadap topik-topik kontroversial.
- Menyimak dan sekaligus mencari tahu sisi positif maupun negatif dari sebuah isu.
- Belajar berpikir sistematis dan analitis dalam menghadapi sebuah isu.
- Belajar mengkomunikasikan hasil pemikiran kepada orang lain.

Langkah - Langkah Debat

Menurut Silberman (2014), untuk melakukan suatu debat aktif diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:
  • Menyusun pernyataan yang merupakan pendapat mengenai isu kontroversial, yang terkait dengan mata pelajaran.
  • Mengelompokkan siswa ke dalam kelompok afirmatif/pro dan oposisi/kontra dalam jumlah yang sama banyak.
  • Membuat dua hingga empat sub kelompok dalam masing-masing kelompok pro dan kontra dengan anggota yang sifatnya heterogen.
  • Meminta setiap sub kelompok untuk menyusun daftar argumen yang akan disampaikan.
  • Debat dimulai dengan meminta masing-masing sub kelompok untuk menyampaikan argumen pembuka.
  • Meminta setiap sub kelompok untuk memberikan argumen tandingan terhadap kelompok lain dengan cara bergiliran sesuai panduan dari guru.
  • Apabila sudah cukup maka debat bisa dihentikan, dilanjutkan dengan diskusi kembali siswa dan guru mengenai topik perdebatan, dan meminta siswa untuk mengenali argumen terbaik dari kedua kelompok.
Sementara dalam Australasian Parlementary Debate System setiap tim terdiri dari tiga orang anggota dengan tugasnya masing-masing.  

Adapun langkah-langkah debat dalam Australasian Parlementary Debate Systemm ini adalah sebagai berikut:
  • Sebelum memulai debat, masing-masing tim diberikan kesempatan untuk melakukan penyusunan kasus selama 30 menit.
  • Pembicara dari tim positif/pendukung maju dan mendefinisikan topik yang diberikan, memberikan parameter kasus yang akan dibahas, serta menjelaskan bagian-bagian yang akan dibahas oleh pembicara pertama dan kedua.  Selanjutnya adalah membahas kasus disertai landasan kasus selama 7 menit.
  • Pembicara dari tim negatif maju dan memberikan tanggapan terhadap topik positif yang diberikan, memberikan parameter kasus yang akan dibahas, serta menjelaskan bagian-bagian yang akan dibahas oleh pembicara pertama dan kedua.  Selanjutnya adalah membahas kasus disertai landasan kasus selama 7 menit.
  • Pembicara kedua dari tim positif maju dan menanggapi kasus dari pembicara pertama tim negatif kemudian mencoba menghubungkan kasus yang dibawa dengan kasus pembicara pertama.  Kemudian dia akan memberikan perpanjangan dari kasus timnya disertai implementasi dari timnya selama 7 menit.
  • Pembicara kedua dari tim negatif maju dan menanggapi kasus dari pembicara pertama dan kedua tim positif kemudian akan mencoba menghubungkan kasus yang dibawa dengan kasus pembicara pertama.  Kemudian dia akan memberikan perpanjangan dari kasus timnya disertai implementasi dari timnya selama 7 menit.
  • Pembicara ketiga dari tim positif maju dan tugasnya adalah memberikan tanggapan terhadap semua kasus dari tim negatif dan memberikan kesimpulan dari kasus yang dibawakan oleh timnya.  Pembicara ketiga dilarang membawakan kasus baru.
  • Pembicara ketiga dari tim negatif maju dan tugasnya adalah memberikan tanggapan terhadap semua kasus dari tim positif dan memberikan kesimpulan dari kasus yang dibawakan oleh timnya.  Pembicara ketiga dilarang membawakan kasus baru.
  • Setelah itu, tibalah saatnya untuk memberikan pandangan terhadap kasus dari masing-masing tim.  Dimulai dulu dari tim negatif baru kemudian tim positif yang dilakukan oleh pembicara pertama atau kedua.  Selain memberikan pandangan terhadap kasus, masing-masing tim juga memberikan perbandingan antara kedua tim dan menjelaskan apa saja yang terjadi selama debat berlangsung.  Serta poin-poin yang menguntungkan dan mendukung kasus mereka selama 5 menit.
Etika Bertanya dalam Debat

Beberapa etika yang perlu diperhatikan dalam mengajukan pertanyaan saat debat adalah sebagai berikut:
- Mengetahui segala sesuatunya secara menyeluruh sebelum mengajukan pertanyaan.
- Bersungguh-sungguh dalam mencari informasi.
- Singkat, tepat, dan tidak berbelit-belit.
- Jangan menguji pembicara dengan pertanyaan yang sebenarnya sudah diketahui.
- Menghindari pertanyaan yang berupa prasangka emosional.
- Mengajukan pertanyaan dengan sikap wajar.
- Pertanyaan yang diajukan harus memiliki tujuan jelas.
- Mengajukan pertanyaan-pertanyaan khusus.
- Hindari jauh-jauh pemikiran yang tidak masuk akal.

Kriteria Penilaian dalam Debat

1. Isi
Isi merupakan logika argumentasi yang disampaikan oleh para pembicara, terlepas dari bagaimana gaya bicaranya.  Isi bisa dinilai dari kekuatan logika, relevansi argumen dan penggunaan data-data yang terkait dengan topik debat.  Sanggahan terhadap argumen lawan dan bobot yang sama dengan argumen yang harus dibuktikan dari segi logika dan relevansinya.

2. Gaya
Gaya merupakan cara pembicara dalam menyampaikan argumentasinya, yaitu menyangkut bagaimana cara pembicara dalam mengontrol sikap tubuh, volume suara, kontak mata, dan variasi ekspresi yang membuat pidatonya menarik dan enak untuk didengarkan.

3. Strategi
Strategi dalam debat menyangkut bagaimana pembicara dalam memanfaatkan waktu yang disediakan dengan baik dan menggunakan strategi pembelaan maupun perlawanan dengan baik.  Struktur penyampaian dalam debat juga termasuk strategi yang akan dinilai.

Kaidah Kebahasaan Debat Bahasa Indonesia
  • Menggunakan bahasa yang baku, yang sesuai dengan EYD karena sudah menjadi ketentuan dalam lomba debat.  Penggunaan bahasa daerah maupun bahasa “gaul”harus dihindari karena bisa berpengaruh dalam penilaian.
  • Menggunakan paragraf argumentasi untuk mempertahankan pendapat tentang tema yang diperdebatkan.  Semakin kuat argumen yang dimiliki maka akan semakin sulit untuk disanggah
  • Jangan menggunakan kalimat pengandaian, seperti ‘andaikan, jika, bila, seandainya, andaikata’, dll.  Kalimat pengandaian akan melemahkan argumentasi sehingga bisa mengurangi penilaian.
  • Pandangan mata tertuju pada juri untuk meyakinkan juri tentang argumen yang disampaikan sehingga juri akan lebih menghargai argumentasi tersebut.
  • Jangan Terlalu banyak interupsi.  Interupsi cukup diajukan ketika tim lawan melakukan kesalahan dalam berpendapat saat berargumentasi.
  • Body language atau bahasa tubuh akan mempengaruhi penilaian sehingga juri semakin yakin dengan argumentasi yang disampaikan.
  • Penonton atau pendukung, jika dalam aturan lomba pendamping (guru dan teman peserta) diperbolehkan untuk masuk ke dalam ruangan debat.  Dalam hal ini penonton juga bisa menunjukkan kesalahan lawan.  Misalnya ketika pembicara tim lawan menggunakan kalimat yang tidak baku maka penonton bisa seolah-olah saling membicarakan hal tersebut agar dewan juri mendengar dan menyadari kesalahan tim lawan.
Referensi: 
Haryani, S.Pd., M.Pd. (2018).  Modul Pendamping Bahasa Indonesia Kelas X semester 2.  Klaten Utara:  Mulia Group.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel