Harga Saham : Pengertian dan jenis serta faktor-faktor yang mempengaruhinya

Wawasan Pendidikan; Saham merupakan salah satu efek yang diperdagangkan di pasar modal. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa si pemilik kertas adalah pemilik perusahaan penerbit kertas tersebut. Dengan demikian jika seorang investor membeli saham, maka ia akan menjadi pemilik atau pemegang saham perusahaan yang bersangkutan. 

picture by fool.com
Beberapa pendapat ahli tentang pengertian saham antara lain:
  1. Menurut Fakhruddin M. Hendy, 2008  tentang saham sebagai berikut: “surat berharga yang menunjukkan kepemilikan seorang investor di dalam suatu perusahaan yang artinya jika seseorang membeli saham suatu perusahaan, itu berarti dia telah menyertakan modal ke dalam suatu perusahaan tersebut sebanyak jumlah saham yang dibeli”.
  2. Menurut Suad Husnan dan Enny Pudjiatuti, 2005  pengertian sekuritas sebagai berikut: “secarik kertas yang menunjukkan hak pemodal (yaitu pihak yang memiliki kertas tersebut) untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan organisasi yang menerbitkan sekuritas tersebut, dan berbagai kondisi yang memungkinkan pemodal tersebut menjalankan haknya”.
  3. Sedangkan dalam PSAK No. 42 tentang saham sebagai berikut : “saham/efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, obligasi, tanda bukti utang, dan unit penyertaan kontrak investasi kolektif”.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan definisi saham adalah surat berharga atau tanda kepemilikan seeseorang atau badan dalam suatu perusahaan. (Baca Juga : Pengertian dan Komponen serta Konsep Laba Menurut Pendapat Ahli)

A. Pengertian Harga Saham

Harga saham yang terjadi di pasar modal merupakan harga yang terbentuk dari kekuatan permintaan dan penawaran yang ada di bursa. Oleh karena itu sebelum mengambil keputusan untuk menjual atau membeli saham, investor berkepentingan untuk menilai harga saham untuk menentukan tingkat keuntungan yang diharapkan.

Harga pasar saham menurut Abdul Halim : 2005 adalah “harga yang terbentuk di pasar jual beli saham. Harga ini terjadi setelah saham tersebut tercatat di bursa efek”.

Menurut H.M Jogiyanto:2008 “harga saham yang terjadi dipasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan dipasar modal”.

Sedangkan menurut Agus Sartono : 2009 harga saham adalah “sebesar nilai sekarang atau present value dari aliran kas yang diharapkan akan diterima”.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa harga saham adalah harga selembar saham yang terbentuk dari adanya transaksi yang terjadi di pasar bursa yang ditentukan pelaku pasar dengan permintaan dan penawaran saham dengan dipengaruhi beberapa faktor.

B. Jenis-jenis harga Saham

Harga saham menurut Widiatmodjo : 2001, dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:
  1. Harga Nominal : Harga nominal merupakan nilai yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkannya. Harga nominal ini tercantum dalam lembar saham tersebut.
  2. Harga Perdana : Harga perdana merupakan harga sebelum harga tersebut dicatat di bursa efek. Besarnya harga perdana ini tergantung dari persetujuan antara emiten dan penjamin emisi.
  3. Harga Pasar : Harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu ke investor yang lain. Harga pasar terjadi setelah saham tersebut dicatat di bursa efek.
  4. Harga Pembukaan : Harga pembukaan adalah harga yang diminta penjual dari pembeli pada saat jam bursa dibuka. 
  5. Harga Penutupan : Harga penutupan merupakan harga yang diminta oleh penjual dan pembeli saat akhir hari buka.
  6. Harga Tertinggi : Harga saham tidak hanya sekali atau dua kali dalam satu hari, tetapi bisa berkali dan tidak terjadi pada harga saham yang lama. Dari harga-harga yang terjadi tentu ada harga yang paling tinggi pada satu hari bursa tersebut, harga itu disebut harga tertinggi.
  7. Harga Terendah : Harga terendah merupakan kebalikan dari harga tertinggi, yaitu harga yang paling rendah pada satu hari bursa.
  8. Harga Rata-rata : Harga rata-rata merupakan rata-rata dari harga tertinggi dan terendah. Harga ini bisa dicatat untuk transaksi harian, bulanan, atau tahunan.
C. Faktor – faktor yang mempengaruhi Harga Saham

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga saham di pasar modal, hal ini terjadi karena harga saham dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal dari perusahaan maupun faktor internal perusahaan.

Menurut Istijanto : 2009 naik turunnya harga saham dipengaruhi banyak faktor mulai dari faktor makro yang luas sampai kondisi mikro, yaitu sebagai berikut:
  • Faktor Dunia Usaha
Gairah saham dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi negara-negara di dunia. Pertumbuhan ekonomi juga ikut mempengaruhi saham, ekonomi yang lesu membuat kinerja perusahaan buruk sehingga saham kurang menarik harga saham pun turun. Oleh karena itu, jika ekonomi bertumbuh perusahaan akan beroperasi dengan baik harga sahampun naik. Kestabilan politik pun menentukan harga saham, jadi kondisi makro seperti politik, social dan budaya mempengaruhi harga saham.
  • Kondisi Industri
Industri yang bertumbuh akan membuat harga saham di industri naik, namun jika prospek industri memburuk harga saham perusahaan di industri juga akan turun.
  • Kondisi Perusahaan
Kondisi keuangan perusahaan berdampak langsung dengan harga saham, perusahaan yang finansialnya baik akan mempengaruhi harga saham yang bagus. Sebaliknya jika perusahaan memiliki hutang yang lebih besar atas asetnya yang dimiliki,harga sahamnya akan menurun. Itulah sebabnya laporan keuangan yang dipublikasikan seringsekali berdampak pada harga saham.
  • Tindakan Koorporasi
Ada berbagai macam tindakan, seperti pembelian kembali saham, penggantian jajaran direksi, ekspansi usaha perusahaan, merger, pengalihan kepemilikan,akuisisi dan sebagainya.

Sedangkan menurut Brigham dan Houston : 2006 harga saham dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yaitu faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. Faktor internal perusahaan yang mempengaruhi harga saham yaitu:
  1. Seluruh aset keuangan perusahaan, termasuk saham dalam menghasilkan arus kas
  2. Kapan arus kas terjadi, yang berarti penerimaan uang atau laba untuk diinvestasikan kembali untuk meningkatkan tambahan laba
  3. Tingkat risiko arus kas yang diterima.
Sedangkan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga saham adalah batasan hukum, tingkat umum aktivitas ekonomi, undang-undang pajak, tingkat suku bunga dan kondisi bursa saham.

 Daftar Pustaka
  1. Hendy M Fakhruddin. 2008. Istilah Pasar Modal A-Z. Jakarta: Elex Media Komputindo.
  2. Suad Husnan dan Enny Pudjiatuti. 2005. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN
  3. Abdul Halim. 2005. Analisis Investasi. Jakarta : Salemba Empat
  4. Jogiyanto, H M. 2010.Teori Portofolio Dan Analisis Investasi, Edisi Ketujuh. Yogyakarta: Bpfe.
  5. Agus Sartono. 2009. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi 4. Yogyakarta: BPFE
  6. Widiatmodjo. 2001. Harga Saham dan Investasi Modal, Salemba Empat,Jakarta
  7. Oei,  Istijanto. 2009. Kiatinvestasi  valas,  emas,  saham. Jakarta:  PT  Gramedia  Pustaka Utama.
  8. Brigham, Eugene F. & Joel F. Houston.2006. Manajemen Keuangan. Jakarta: Erlangga.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel