Laba : Pengertian dan Komponen serta Konsep Laba Menurut Pendapat Ahli

wawasanpendidikan.com; Dalam sebuah usaha atau bisnis yang di kelolah oleh seseorang, baik secara personal maupun kelompok, harus mampu membuat perencanaan yang baik serta mampu memperhitungkan keuntungan hingga kerugian yang mungkin di alami saat menjalankan usaha tersebut. dalam ilmu ekonomi, keuntungan dapat pula diartikan sebagai Laba. Nah, kali ini sobat pendidikan akan membahas secara tuntas tentang pengertian Laba menurut pendapat Ahli, Konsep Laba hingga Komponen-Komponen Laba. semoga bermanfaat.
Laba : Pengertian dan Komponen serta Konsep Laba Menurut Pendapat Ahli

A.    Pengertian Laba Menurut Pendapat Ahli
  1. Menurut Soemarso (2010) mendefinisikan laba sebagai berikut: Laba adalah selisih lebih pendapatan atas beban sehubungan dengan kegiatan usaha. Apabila beban lebih besar dari pendapatan, selisihnya disebut rugi. Laba atau rugi merupakan hasil perhitungan secara periodik (berkala). Laba atau rugi ini belum merupakan laba atau rugi yang sebenarnya. Laba atau rugi yang sebenarnya baru dapat diketahui apabila perusahaan telah menghentikan kegiatannya dan dilikuidasikan.”
  2. Menurut Themin (2012) mendefinisikan laba sebagai berikut: “Laba adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi (misalnya, kenaikan aset atau penurunan kewajiban) yang menghasilkan peningkatan ekuitas, selain yang menyangkut transaksi dengan pemegang saham.”
  3. Menurut Kuswadi (2005) secara sederhana mendefinisikan laba (rugi) adalah pendapatan dikurangi seluruh beban/biaya yang telah dikeluarkan, sebagaimana terlihat dalam persamaan laba (rugi) dibawah ini.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa laba adalah selisih lebih kenaikan manfaat ekonomi/pendapatan setelah dikurangi seluruh beban sehubungan dengan kegiatan usaha selama suatu periode akuntansi.

B.    Konsep Laba
Menurut Subramanyam (2012) yang dialih bahasakan oleh Dewi Yanti, terdapat dua konsep laba yaitu sebagai berikut:
  1. Laba ekonomi. Laba ekonomi biasanya merupakan arus kas ditambah dengan perubahan nilai wajar aktiva. Berdasarkan definisi ini, laba mencakup baik komponen yang sudah direalisasi (arus kas) maupun yang belum (laba atau rugi kepemilikan). Konsep laba ini mirip dengan pengukuran tingkat pengembalian suatu efek (surat berharga atau sekuritas) atau portofolio efek yaitu, tingkat pengembalian mencakup baik deviden maupun apresiasi modal. Laba ekonomi mengukur perubahan nilai pemegang saham. Karenanya, laba ekonomi berguna jika tujuan analisis adalah menentukan tingkat pengembalian pada pemegang saham yang tepat untuk periode berjalan (tanpa menggunakan harga pasar). Dengan kata lain, laba ekonomi merupakan indikator dasar kinerja perusahaan mengukur dampak keuangan seluruh kejadian pada suatu periode secara komprehensif. Namun, meskipun komprehensif, laba ekonomi mencakup baik komponen berulang maupun tak berulang, dan karenanya tidak terlalu bermanfaat untuk meramalkan potensi laba masa depan.
  2. Laba Akuntansi. Laba akuntansi diukur berdasarkan konsep akuntansi akrual. Meskipun laba akuntansi mencakup baik aspek laba ekonomi maupun laba permanen, namun laba ini bukan merupakan pengukuran laba secara langsung seperti kedua laba lainnya. Pengakuan pendapatan dan pengaitan. Tujuan utama akuntansi akrual adalah pengukuran laba. Dua proses utama dalam pengukuran laba adalah pengakuan pendapatan dan pengaitan beban. Pengakuan pendapatan adalah titik awal pengukuran laba. Dua kondisi wajib untuk dapat diakui adalah bahwa pendapatan harus:
    a. Telah atau dapat direalisasi. Untuk dapat diakui, suatu perusahaan harus telah mendapatkan kas atau komitmen andal untuk mendapatkan kas, seperti piutang yang sah.
    b. Telah dihasilkan. Perusahaan harus menyelesaikan seluruh kewajibannya kepada pembeli, yaitu proses perolehan laba harus selesai.”
Menurut Subramanyam (2012) yang dialih bahasakan oleh Dewi Yanti, tentang konsep laba sebagai berikut:
“Ketika pendapatan telah diakui, biaya yang berhubungan dikaitkan dengan pendapatan atau pengaitan beban untuk menghitung laba. Perhatikan bahwa beban diakui saat terjadinya kejadian ekonomi yang terkait, bukan saat keluarnya kas.”
C.    Komponen – Komponen Laba
Menurut Subramanyam (2011:5) yang dialih bahasakan oleh Dewi Yanti, terdapat komponen - komponen yang mempengaruhi laba sebagai berikut:
  • Pendapatan dan keuntungan
    Pendapatan (revenues) merupakan arus kas masuk yang diperoleh atau arus kas masuk yang akan diperoleh yang berasal dari aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung. Pendapatan mencakup arus kas masuk seperti penjualan tunai dan arus kas masuk prospektif seperti penjualan kredit. Keuntungan (gains) merupakan arus masuk yang diperoleh atau akan diperoleh yang berasal dari transaksi dan kejadian yang terkait dengan aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung.
  • Beban dan Kerugian
    Beban (expenses) merupakan arus keluar yang terjadi atau arus keluar yang akan terjadi, atau alokasi arus kas keluar masa lampau yang berasal dari aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung. Kerugian (losses) merupakan penurunan aktiva bersih perusahaan yang berasal dari aktivitas sampingan atau insidental perusahaan. Hal ini berarti keuntungan dan kerugian merupakan sumber daya dan jasa yang dapat dikonsumsi, dihabiskan atau hilang dalam memperoleh atau memproduksi pendapatan dan keuntungan. Akuntansi beban dan kerugian sering kali melibatkan penilaian jumlah dan waktu alokasi atas periode pelaporan. Waktu merupakan saat beban atau kerugian terjadi, sering kali berdasarkan kaitannya dengan pendapatan yang dihasilkan.
Masalah penting lainnya adalah penangguhan biaya (atau alokasi sepanjang beberapa periode). Akuntan mengapitalisasi biaya yang manfaatnya dapat direalisasi sepanjang beberapa periode. Biaya ini dialokasikan secara sistematis di masa depan. Sebaliknya, banyak pengakuan biaya yang bersamaan dengan saat terjadinya biaya tersebut. (Arus kas keluar untuk biaya atau kerugian tidak selalu harus terjadi bersamaan saat pengakuan biaya dan kerugian tersebut).”

Sedangkan menurut Arfan (2009) terdapat komponen-komponen yang mempengaruhi laba sebagai berikut:
  1. Pendapatan. Pendapatan merupakan kenaikan dalam modal dihasilkan dari penyerahan atas barang-barang atau penyewaan dari jasa dengan bisnis. Dalam jumlah, pendapatan adalah sebanding terhadap kas dan piutang yang di peroleh dalam kompensasi untuk barang-barang yang diserahkan atau jasa yang di sewa.
  2. Biaya-Biaya. Biaya-biaya merupakan penurunan dalam modal yang disebabkan oleh operasi produksi pendapatan bisnis. Dalam jumlah, biaya adalah setara terhadap nilai dan barang-barang dan jasa yang digunakan atau yang di konsumsi dalam memperoleh pendapatan”.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komponen-komponen laba yakni terdiri dari pendapatan dan beban.

Daftar Pustaka
  • Soemarso, S. R. (2010). Akuntansi Suatu Pengantar (Edisi 5, Buku 2). Jakarta: Salemba Empat.
  • Walter T. Harrison jr., Charles T. Horngren., C. William Thomas., & Themin Suwardy. (2012). Akuntansi Keuangan (Edisi IFRS) (Edisi 8, Jilid 1). Jakarta: Erlangga.
  • Kuswadi,  (2005). Meningkatkan Laba Melalui Pendekatan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
  • Subramanyam, K. R. & John J. Wild. (2012). Analisis Laporan Keuangan (Edisi 10, Buku 1). Jakarta: Salemba Empat.
  • Arfan. (2009). Akuntansi Keperilakuan Edisi.2. Jakarta: Salemba Empat
Laba : Pengertian dan Komponen serta Konsep Laba Menurut Pendapat Ahli Laba : Pengertian dan Komponen serta Konsep Laba Menurut Pendapat Ahli Reviewed by Syahrul Sarea on 9:45:00 PM Rating: 5
Powered by Blogger.