Pengertian dan Defenisi dari Biaya

Pengertian dan Defenisi dari Biaya

Pengertian dan Defenisi dari BiayaWawasan Pendidikan. Pada umumnya setiap badan usaha bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang diukur melalui perbandingan antara penghasilan (revenue) yang diperoleh dengan jumlah pengeluaran (biaya) maka penghasilan harus lebih besar pada pengeluaran. Sedangkan apabila terjadi sebaliknya yaitu pengeluaran lebih besar daripada penghasilan maka hasilnya adalah rugi.

Namun demikian setiap pengeluaran yang dilakukan belum tentu semuanya boleh diperbandingkan dengan pendapatan. Untuk menentukan besarnya laba secara berkala perlu adanya suatu pisah batas (cut–off) karena biaya tersebut kemungkinan adanya masa lebih satu periode. Hanya biaya yang mempunyai masa manfaat yang sama dengan perolehan pendapatan yang boleh diperbandingkan untuk menentukan besarnya laba. Sedangkan yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu periode akan dialokasikan sesuai dengan periode dimana tersebut digunakan.

Pengorbanan atau biaya merupakan suatu masalah yang cukup kompleks, oleh karena didalamnya melibatkan dua pokok yang saling berhubungan seperti yang dikemukakan oleh Winardi (1990 : 87) yaitu bilamana kita memperhatikan biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk suatu proses produksi maka kita dapat menkonstankan bahwa hal tersebut mempunyai dua sifat pada umunya yakni apa yang merupakan biaya bagi produsen adalah pendapatan bagi pihak yang memberikan faktor produksi yang bersangkutan kepadanya.

Lebih lanjut Muliady (1991 : 43) mengemukakan bahwa biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang  diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.

Dari kutipan-kutipan tersebut di atas pada intinya adalah sama yaitu menganggap bahwa setiap pengorbanan yang mempunyai hubungan dapat diukur atau dinilai disebut biaya. Namun dalam hubungannya dengan penentuan harga pokok produksi, pengorbanan-pengorbanan yang dilakukan perlu dianalisa untuk mengetahui ada tidaknya manfaat yang  diterima dari pengorbanan tersebut.

Pengorbanan yang tidak mempunyai manfaat disebut pemborosan yang dibebankan langsung perhitungan rugi/laba. Dan bukan ke perhitungan harga pokok produksi.

Dalam mengalokasikan suatu pengeluaran terdapat suatu pengertian antara istilah cost dan ekspenses. Hartanto (1992 :57) membedakan dua istilah tersebut yaitu : Cost adalah biaya-biaya yang dianggap akan memberi manfaat (service potential) di waktu yang akan datang dan karenanya merupakan aktiva yang dicantumkan dalam neraca. Sebaliknya, ekspenses atau ekspired cost adalah biaya-biaya yang telah digunakan untuk menghasilkan prestasi. Karena jenis-jenis biaya ini tidak dapat memberi manfaat lagi diwaktu yang akan datang maka tampaknya adalah perkiraan rugi/laba.

Selanjutnya didalam perinsip Akuntasi Indonesia Ikatan menjelaskan sebagai berikut : 

Biaya (Cost) adalah jumlah yang diukur dalam satuan uang yaitu pengeluaran-pengeluaran dalam bentuk kontan atau dalam bentuk pemindahan kekayaan, pegeluaran modal saham. Jasa-jasa yang diserahkan atau kewajiban-kewajiban yang ditimbulkan. Dalam hubungan barang-barang atau jasa yang diperoleh atau yang akan  diperoleh.

Biaya-biaya dapat  digabungkan antara lain sebagai berikut :
  • Biaya-biaya yang telah dipergunakan atau telah habis manfaatnya (expired) misalnya biaya produksi untuk dijual atau dikeluarkan.
  • Biaya yang belum dipergunakan atau manfaatnya untuk kemudian hari (Unexpired), misalnya persediaan biaya-biaya yang  dibayar di muka (Prepared Expenses). Expired Cost adalah biaya-biaya yang tidak dapat digunakan untuk menciptakan pendapatan di masa mendatang oleh karena itu dikurangkan dari pendapatan sekarang dalam hal-hal tersebut dikurangkan dari keuntungan tahun-tahun lalu yang belum dibagikan (retainned larmings). Unexpired Cost dapat dipindahkan ke dalam bagian-bagiannya yang telah expired, misalnya dalam bentuk penyusutannya.

Dengan mempelajari kedua kutipan tersebut di atas nampaknya jelas perbedaan antara Cost Expenses, dimana Cost adalah merupakan pengorbanan yang dilakukan untuk menciptakan sesuatu barang atau jasa mempunyai manfaat dalam bentuk hasil baik pada saat terjadinya maupun pada saat yang akan datang, atau nilai kekayaan lain yang timbul dalam pembelian atas perolehan barang atau jasa. Sedangkan Expenses merupakan pengurangan dari asset atau penambahan utang untuk mendapatkan hasil atau merupakan cost yang telah habis manfaatnya (Un Expirewd Cost) tetap merupakan aktiva yang disajikan dalam neraca perusahaan. Perusahaan mengenai cost yang telah habis manfaatnya (Expenses Cost) yang disajikan dalam laporan rugi/laba untuk menentukan hasil yang telah dicapai.