Pengertian, sifat serta Kategori Perilaku Filantropi

Pengertian, sifat serta Kategori  Perilaku Filantropi

Wawasan Pendidikan. kali ini sobat pendidikan berbagi materi pendidikan tentang Pengertian, sifat serta Kategori  Perilaku Filantropi. semoga bermanfaat.


Perilaku manusia barasal dari dorongan yang ada dalam diri manusia, sedang dorongan merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan yang ada dalam diri manusia. Perilaku juga dapat disebut akhlak, karena akhlak adalah sifat-sifat yang dibawa manusia sejak lahir yang tertanam dalam jiwanya dan selalu ada padanya. Perilaku merupakan perwujudan dari adanya kebutuhan. Perilaku dikatakan wajar apabila ada penyesuaian diri yang harus diselaraskan peran manusia sebagai individu, sosial, dan berketuhanan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia adalah Keturunan, dan Lingkungan. Ilmu pengetahuan juga dapat mempengaruhi perilaku. Karena perilaku merupakan sesuatu yang muncul dari pengetahuan.

Perilaku manusia berkenaan dengan diri sendiri dan sosial, perilaku filantropi merupakan salah satu yang berkenaan dengan sosial. Dalam kamus ensiklopedia inggris filantropi diartikan affection for mankind yang artinya kasih sayang untuk umat manusia. Jadi pengertian perilaku filantropi adalah tindakan sukarela untuk kepentingan publik.

Menurut sifatnya filantropi ini dikenal dengan dua bentuk, yakni filantropi tradisional dan filantropi untuk keadilan sosial. Filantropi tradisional adalah filantropi yang berbasis karitas (charity). Praktrek filatropi tradisional pada umumnya berbentuk pemberian para dermawan kepada kaum miskin untuk memenuhi kebutuhan makanan, tempat tinggal, pakaian dan lain-lain. Dilihat dari orientasinya, filantropi tradisional lebih bersifat individual. Sedangkan filantropi untuk keadilan sosial merupakan bentuk kedermawanan sosial yang dimaksudkan untuk menjembatani jurang antara si kaya dan si miskin.

Kedermawanan berarti mendahulukan bagian orang lain dibanding bagian kita sendiri secara mutlak, baik duniawi maupun ukhrawi, di samping bergegas memberinya sebelum diminta. For muslims, islamic philantropy including zakat, infak, sedekah dan wakaf is the embodiment of that care (Dalam Islam, konsep filantropi dikenal dalam istilah zakat, infak, sedekah dan wakaf, adalah perwujudan kedulian kepada sesama). Di dalam al-Qur‟an perintah berderma terkandung makna kemurahan hati, keadilan sosial, saling berbagi, dan saling memperkuat.

“Perpektif al-Qur‟an mengenai praktik berfilantropi berakar pada idel-ideal esensial berikut ini: pertama, tidak ada satu dikotomi antar usaha-usaha spiritualdan material dalam kehidupan manusia: kedua, menjadi karakter, tujuan dan fungsi komunitas Muslim: ketiga konsep trusteeship dan kekayaan. Idel-ideal tersebut dalam al-Qur‟an memapankan satu basis bagi ungkapan moral yang mendasar, dan juga praktik aktual berderma dalam konteks Islam.”

\Menurut Muhammad Abdul Aziz al-Akhauli, Orang yang mengorbankan hartanya dijalan Allah kepada kaum fakir-miskin, orang-orang yang berhutang, dan para pejuang atau mendermakan hartanya untuk kepentingan umum, maka demikian merupakan benteng yang kokoh dan tembok penyekat kuat yang menjaga dari kobaran dan jilatan api neraka.44 Orang yang memiliki perilaku ini banyak jenisnya, karena perilaku filantropi tidak hanya berkenaan dengan material saja, melainkan juga berkaitan dengan perbuatan atau perilaku. Perilaku filantropi dapat di katagorikan sebagai berikut;

  1. Pemurah, suka memberi atau suka membantu orang atau memberi pertolongan,
  2. Sedekah dan Infaq,
  3. Menolong tanpa pamrih (Altruisme).



sumber:
Kamran A Irsyadi, Samudra Hikmah Al-Ghozali, Terj. (Yogyakarta : Pustaka al-furqan, 2007).

Webster‟s Encyclopedic Unabridget Dictionary of The English Language, States of America:1989.

Andi Agung Prihatna, dkk, Revitalisasi Filantropi Islam, (Jakarta : Pusat Bahasa dan Budaya, 2005).

Chaider S. Bamualim, dll, Islamic Philantropy and Social Development im Contemporary Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah : Jakarta, 2006.

Andi Agung Prihatna, dkk, Revitalisasi Filantropi Islam, hlm 6 44 Achmad Sunarto, Menuju Akhlak Nabi,Terj. (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2006).

M. Yatimin Abdullah, Pengantar Studi Akhlak, (Jakarta : RajaGrapindo Persada, 2006).