Pandangan Para Ahli Tentang Pengertian Belajar dan Ciri-ciri Belajar

wawasansanpendidikan.com;teman-teman sobat pendidikan pastinya sudah tau apa itu belajar,,,,, yah kaena postingan sebelumnya adalah artikel tentang Hakikat Belajar. nah, kali ini sobat pendidikan akan berbagi artikel tentang pandangan para ahli tentang  Belajar dan Ciri-ciri Belajar. selamat membaca,
pandangan para ahli tentang  Belajar dan Ciri-ciri Belajar
BELAJAR

Sejak lahir manusia telah mulai melakukan kegiatan belajar untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengembangkan dirinya. Belajar merupakan proses penting bagi perubahan manusia. Belajar memegang peran dalam perkembangan kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian, dan bahkan prestasi manusia sehingga seseorang harus mampu memahami bahwa aktifitas belajar itu memegang peran penting dalam proses psikologis.

Dalam kamus besar bahasa indonesia, secara etimologis belajar memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Ini berarti bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu.12 Definisi etimologis tersebut mungkin sangat singkat dan sederhana, sehingga masih diperlukan penjelasan terminologis mengenai definisi belajar yang lebih mendalam. Dalam hal ini banyak ahli yang mengemukakan pengertian belajar.

Belajar selalu berkenaan dengan perubahan-perubahan pada diri orang yang belajar, baik itu mengarah kepada yang lebih baik ataupun yang kurang baik, yang direncanakan atau tidak. Hal lain yang juga selalu terkait dalam belajar adalah pengalaman, pengalaman yang berbentuk interaksi dengan orang lain atau lingkungannya.

( Baca Juga 10 Pengertian BELAJAR Menurut Para Ahli ) Dari pernyataan di atas ini berarti mengandung pengertian yang sama mengenai belajar, sebagaimana yang diungkapkan oleh Slametobelajar adalah suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya”

Kedua pengertian di atas menyatakan bahwa belajar merupakan interaksi individu dengan orang lain atau lingkungannya. Lingkungan dalam hal ini dapat berupa manusia atau objek-objek lain yang memungkinkan individu memperoleh pengalaman-pengalaman atau pengetahuan, baik pengalaman atau pengetahuan baru maupun pengetahuan yang pernah diperoleh atau ditemukan sebelumnya akan tetapi menimbulkan perhatian kembali bagi individu tersebut sehingga memungkinkan terjadinya interaksi.

Pengertian lain mengenai belajar adalah sebagaimana pendapat Mc. Gooch seperti yang dikutip oleh M. Dalyono: “learning is a change in performance as a result of practice”. Belajar adalah perubahan pada perbuatan sebagai akibat dari latihan.

Dan juga menurut Lester D. Crow dan Alice Crow mengartikan belajar dengan “Learning is the acquisition of habits, knowledge, and attitudes. It involves new ways of doing things, and it operates in an individual’s attempts to overcome obstacles or to adjust to new situations.”

Belajar adalah hasil yang dicapai dari kebiasaan, pengetahuan, sikap. Ini mencakup cara baru dalam melakukan sesuatu dan mengoperasikannya atau mengusahakannya di dalam usaha seseorang untuk mengatasi hambatan atau menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru.

Jadi dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang disebabkan adanya interaksi dengan lingkungan. Lingkungan yang dimaksud sangat luas, bukan semata-mata berupa buku pelajaran, melainkan juga dari sekolah, antar individu, orang tua, masyarakat, alam, kebudayaan, dan lain sebagainya. Seorang dikatakan telah menjadi tahu, dari tidak kompeten dan tidak berkapabilitas, dan dari cara sikapnya memandang suatu masalah yang berbeda yang mengalami peningkatan kualitas dari cara sebelum dia belajar.

Menurut Djamarah (2002) belajar adalah perubahan tingkah laku. Ciri –ciri belajar tersebut adalah sebagai berikut :
1.Belajar adalah perubahan yang terjadi secara sadar.
2.Perubahan dalam belajar bersifat fungsional.
3.Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif.
4.Perubahan dalam belajar tidak bersifat sementara.
5.Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah.
6.Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku.

Berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan di atas, maka proses mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa tetapi suatu kegiatan yang memungkinkan siswa merekonstruksi sendiri pengetahuannya dan menggunakan pengetahuan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu guru sangat dibutuhkan untuk membantu belajar siswa sebagai perwujudan perannya sebagai mediator dan fasilitator.

sumber:
  • Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jogjakarta: Ar-Aruzz Media, 2010).
  • Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009).
  • Slameto, Belajar dan Faktor Yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 1995).
  • M. Dalyono, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009),
  • Lester D. Crow and Alice Crow, Educational Psychology, (New York: American Book Company, 1958).
semoga bermanfaat.dinantikan kunjungan selanjutnya.