Sejarah dan Teori Masuknya Islam di Indonesia

Wawasan Pendidikan; Sebelum berkembang dan menjadi agam mayoritas di Indonesia, Islam sudah lebih dulu diperkenalkan di berbagai belahan dunia sejak zaman Nabi Muhammad SAW.  Bahkan setelah Rasulullah wafat, penyebaran Agama Islam masih terus dilakukan oleh para khalifah dan juga pemimpin dinasti Islam lainnya.

Nusantara yang terkenal dengan rempah-rempahnya membuat para pedagang berdatangan ke Indonesia, termasuk diantaranya adalah pedagang muslim.  Islam sendiri pertama kali dikenalkan di Indonesia ketika Dinasti Umayyah membangun pangkalan perdagangan di wilayah pantai barat Sumatera.

Jika dibandingkan dengan penduduk di wilayah pedalaman, maka perkembangan sosial budaya masyarakat di wilayah pesisir lebih dinamis.  Karena adanya percampuran dengan bangsa dan budaya dari luar, seperti dari India, Persia, Arab, dan Eropa. (Baca juga : Akulturasi Kebudayaan Hindu-Buddha di Nusantara)

picture by .bacaanmadani.com

A. Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia
Mengenai sejarah masuknya Agama Islam di Indonesia, berikut ini adalah beberapa upaya penyebaran ajaran agama Islam yang dilakukan:

Melalui Perdagangan
Pada abad ke 7-16, pedagang muslim turut ambil bagian dalam lalu lintas perdagangan di Indonesia.  Proses penyebaran agama Islam melalui perdagangan dipercepat oleh situasi dan kondisi beberapa kerajaan yang sedang kacau sehingga banyak adipati di wilayah pesisir yang melepaskan diri dari kerajaan.

Awalnya para pedagang muslim datang ke pusat perdagangan, banyak diantara mereka yang kemudian menetap dan kemudian membangun pemukiman yang dikenal dengan sebutan Pekojan.  Para pedagang yang menetap juga berdakwah sehingga terbentuklah kampung-kampung dari kerajaan-kerajaan muslim.

Melalui Perkawinan
Yaitu perkawinan antara saudagar muslim dengan wanita pribumi.  Proses penyebaran Islam semakin cepat berkembang ketika para saudagar muslim, ulama, atau golongan lain melakukan perkawinan dengan anak bangsawan, anak raja ataupun adipati.

Melalui Tasawuf
Peranan para guru tarekat dalam penyebaran Agama Islam sangat penting, mereka menggunakan istilah dan anasir budaya pra-Islam dalam hubungan Islam sehingga lebih mudah untuk diterima.  Tasawuf yang memberikan ajaran yang mengadung persamaan dengan alam pikiran mistik Indonesia-Hindu antara lain adalah Hamzah al-Fansuri dan Syamsuddin al-Sumatrani di Aceh, Syekh Lemah Abang dan Sunan Panggung di Jawa.

Melalui Pendidikan
Sejak pertama kali masuk ke Indonesia, lembaga pendidikan Islam sudah didirikan dengan bentuk yang beragam sehingga muncul beberapa istilah.  Seperti di Aceh (meunasah, dayah, dan rangkang), di Sumatera Barat (surau), Kalimantan (langgar), Jawa (pondok dan pesantren).  

Hal ini masih ditambah dengan adanya pengajian Al Qur’an di rumah para alim ulama.  Di lembaga pendidikan Islam juga dilakukan pembinaan langsung calon guru agama, kyai ataupun ulama.  Setelah menyelesaikan pendidikan agama, mereka akan pulang ke kampung halaman dan menjadi tokoh agama.

Melalui Kesenian
Proses penyebaran Agama Islam melalui kesenian bisa terlihat dari seni bangunan, pahat dan ukir, tari, musik, serta sastra.  Jenis-jenis kesenian pra-Islam masih tetap dipertahankan sehingga masyarakat tidak merasa asing ketika masuk ke dalam lingkungan Islam.  Salah satu kesenian yang cukup terkenal dalam proses penyebaran Islam adalah wayang.

B. Teori Masuknya Islam di Indonesia
Ada beberapa teori tentang masuknya Islam di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Teori Mekkah
Teori ini menyebutkan bahwa proses masuknya Agama Islam di Indonesia langsung dari Mekkah atau Arab dan berlangsung pada abad pertama Hijriah (7 Masehi).  Teori ini disampaikan oleh Hamka (Haji Abdul Karim Amrullah), bahwa yang memotivasi kedatangan orang Arab bukanlah didasari oleh kepentingan ekonomi melainkan semangat untuk menyebarkan Agama Islam.

Hamka juga menyebutkan berdasarkan Berita Cina Dinasti Tang diketahui bahwa di pantai barat Sumatera terdapat pemukiman pedagang Arab Islam.  Hal ini seperti yang terdapat dalam buku “Indonesia:  Trade and Society” dari J.C. Van Leur yang menyebutkan bahwa pada tahun 674 Masehi di Pantai Barat Sumatera terdapat pemukiman Arab Islam dan diperkirakan bangsa Arab telah membangun pemukiman di Kanton sejak abad ke-4 Masehi.

2. Teori Gujarat
Teori ini menyebutkan bahwa proses masuknya Agama Islam ke Indonenesia berasal dari Gujarat (India bagian barat) pada abad ke-7 Hijriah (13 Masehi).  Teori ini disampaikan oleh J. Pijnapel dari Universitas Leiden, bahwa orang Arab yang bermadzab Syafi’i telah bermukim di Gujarat dan Malabar.  Namun begitu yang menyebarkan Agama Islam ke Indonesia bukanlah orang Arab melainkan pedagang Gujarat yang beragama Islam.  

Teori ini juga disebarkan oleh Snouck Hurgronje dan J. P. Maquetta yang berpendapat bahwa tidak banyak fakta yang menyebutkan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam di nusantara, sudah terjalinnya hubungan dagang antara Indonesia dan India sejak lama, serta inskripsi tertua tentang Islam di Sumatera.

Teori ini didukung oleh W.F. Stutterheim dalam buku “De Islam en Zijn Komst In de Archipel” yang berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13.  Hal ini didasarkan pada batu nisan Sultan Malik Al-Saleh di Samudera Pasai yang wafat pada tahun 1297.

3. Teori Persia
Teori ini menyebutkan bahwa proses masuknya Islam ke Indonesia berasal dari Persia atau Parsi (Iran).  Teori ini disampaikan oleh Hoesain Djajadiningrat yang menitikberatkan teorinya pada kesamaan budaya maupun tradisi yang berkembang di Persia dan Indonesia.

4. Teori Cina
Teori ini menyebutkan bahwa proses masuknya Agama Islam di Indonesia, khususnya di Jawa berasal dari perantau Cina.  Orang Cina diketahui telah memiliki hubungan dengan rakyat Indonesia bahkan sebelum Islam dikenal di Indonesia.  Di masa Hindu-Buddha, etnis Cina telah membaur dengan pribumi melalui hubungan perdagangan.  Bahkan diperkirakan Islam telah sampai di Cina pada abad ke-7 Masehi.  Teori disampaikan oleh Sumanto al Qurtuby.

Berikut ini adalah beberapa sumber yang digunakan untuk mengetahui awal masuknya Islam ke Indonesia:
  • Berita Cina dari Dinasti Tang yang menyebutkan adanya orang Ta-Shih yang mengurungkan niatnya untuk menyerang Kerajaan Holing yang saat itu diperintah oleh Ratu Sima.
  • Cheng Ho yang mencatat adanya kerajaan bercorak Islam dan kesultanan, yaitu Samudera Pasai dan Malaka yang berkembang sejak abad ke 13-15 Masehi.
  • Ma Huan yang menyebutkan adanya komunitas-komunitas muslim di pesisir utara Jawa Timur.
  • Berita Tome Pires dalam Suma Oriental (1512-1515) yang memberikan gambaran mengenai keberadaan jalur pelayaran dalam jaringan perdagangan.  Disebutkan pula tentang lalu lintas perdagangan dan kehadiran pedagang di Samudera Pasai yang berasal dari Bengal, Turki, Arab, Persia, Gujarat, Keling, Melayu, Jawa, dan Siam.
  • Berita dari Marcopolo (Venesia, Italia) yang menyebutkan bahwa dalam perjalanannya dari Cina menuju ke Persia, dia singgah di Peurela (Perlak) Aceh dan menjumpai penduduk yang beragama Islam dan para pedagang dari Gujarat.
  • Berita dari Ibnu Batutah (utusan Dehli ke Cina) yang menyebutkan bahwa di Sumatera terdapat kerajaan Islam.
  • Makam Sultan Malik Al-Saleh (1297) yang merupakan raja dari Kerajaan Samudera Pasai.
  • Makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik.
  • Ditemukannya batu nisan bertuliskan bahasa Arab di Leran dekat Gresik yang menyebutkan tentang meninggalnya Fatimah binti Maimum dengan angka tahun 1082.

Faktor-faktor yang membuat ajaran Agama Islam mudah diterima di Indonesia:
  • Ajaran agama Islam sederhana, mudah untuk dimengerti, dan mudah diterima.
  • Untuk memeluk Agama Islam syaratnya cukup dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat.
  • Upacara keagamaan dalam ajarag Agama Islam lebih simpel dan tidak menyulitkan.
  • Ajaran Agama Islam disebarkan dengan cara yang damai dan tidak ada paksaan.
  • Ajaran Agama Islam tidak membedakan masyarakatnya berdasarakan golongan-golongan, karena adanya persamaan hak dan kesetaraan.
  • Islam semakin berkembang pesat dengan runtuhnya kekuasaan Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya.
  • Agama Islam mengajarkan moral kepada penduduk pribumi.
  • Kepandaian para pendakwah dalam hal pengobatan.
  • Islam mengajarkan bahwa ibadah bisa dilakukan di mana saja selama tempat tersebut suci.
  • Umat Islam dianggap tangguh dalam hal kemiliteran.

Referensi:  
Suparno, Drs. 2018. Modul Pendamping Sejarah Indonesia untuk SMK/SMA Kelas X Semester 1.  Klaten Utara: Mulia Group.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel