Pengertian dan Fungsi Kepemimpinan Serta Tugas-Tugas Pemimpin

wawasanpendidikan.com; Pemimpin adalah adalah panutan dalam organisasi. seorang pemimpin harus mampu mengetahui Tugas-Tugasnya serta memiliki Kepemimpinan yang baik. maka dari itu, kali ini sobat pendidikan akan memaparkan tentang Pengertian dan Fungsi Kepemimpinan Serta Tugas-Tugas Pemimpin. Semoga bermanfaat.
Pengertian dan Fungsi Kepemimpinan Serta Tugas-Tugas Pemimpin

1. Pengertian Kepemimpinan  
Menurut George. R Terry "leadership is relationship in which one person, the leader, influences, others to work together willingly on related task to attain that which the leader desires". Sedangkan menurut Stoner dalam Handoko kepemimpinan adalah suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya. Menurut Miftah Thoha kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi prilaku orang lain agar mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.

Kepemimpinan kadangkala diartikan sebagai pelaksanaan otoritas dan pembuatan keputusan. Ada juga yang mengartikan suatu inisiatif untuk bertindak yang menghasilkan suatu pola yang konsisten dalam rangka mencari jalan pemecahan dari suatu persoalan bersama. Menurut George R. Terry merumuskan bahwa kepemimpinan itu adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang agar diarahkan mencapai tujuan organisasi.

Dari beberapa definisi, kepemimpinan diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah setiap tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok lain yang tergabung dalam wadah tertentu untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah di tetapkan, sehingga dapat terpenuhinya baik kepentingan pribadi, anggota kelompok, maupun kepentingan bersama.  

2. Fungsi Kepemimpinan 
Memimpin adalah membimbing suatu kelompok sedemikian rupa, sehingga tujuan kelompok dapat tercapai. Seorang pemimpin tidak bisa asal memimpin, dibutuhkan keterampilan dalam memimpin anggotanya. Salah satu konsekuensi dari seseorang yang diangkat menjadi pemimpin adalah harus mempunyai kemampuan dan keahlian yang lebih dibandingkan dengan para anggotanya. Beberapa kemampuan dan keahlian memimpin terdapat dalam fungsi kepemimpinan.  

Dengan demikian untuk menjadi pemimpin yang efektif, seorang pemimpin harus memahami fungsi kepemimpinan terlebih dahulu. Menurut Indra Fachrudi dalam bukunya “Bagaimana Memimpin Sekolah Yang Efektif” menyatakan bahwa fungsi kepemimpinan terbagi menjadi dua(2) yaitu:  

a. Fungsi pemimpin berdasarkan tujuan yang hendak dicapai  Tugas pemimpin dalam fungsi itu, dapat penulis deskripsikan sebagai berikut: 
  • Memikirkan dan merumuskan dengan teliti tujuan kelompok, serta menjelaskan supaya anggota dapat bekerja sama mencapai tujuan itu.  
  • Memberi dorongan kepada anggota kelompok untuk ikut menganalisis situasi supaya dapat dirumuskan rencana kegiatan kepemimpinan yang dapat memberi harapan lebih baik lagi.   
  • Membantu anggota kelompok dalam mengumpulkan keterangan yang perlu supaya dapat mengadakan pertimbangan yang sehat.  
  • Menggunakan kesanggupan dan minat khusus anggota kelompok. 
  • Memberi dorongan kepada seluruh anggota untuk melahirkan perasaan, pikiran dan memilih buah pikiran yang baik serta berguna dalam pemecahan masalah yang dihadapi oleh kelompok. 
  • Memberi kepercayaan dan menyerahkan tanggung jawab kepada anggota dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing demi kepentingan bersama.  
b. Fungsi pemimpin yang bertalian dengan penciptaan suasana kerja yang sehat dan menyenangkan, dapat penulis deskripsikan sebagai berikut: 
  • Menunjukkan dan memelihara kebersamaan di dalam kelompok. 
  • Mengusahakan suatu tempat bekerja yang menyenangkan sehingga dapat dipupuk kegembiraan dan semangat bekerja dalam melaksanakan tugas.   
  • Menanamkan dan memupuk perasaan kepada anggota bahwa mereka termasuk dalam kelompok dan merupakan bagian dari kelompok.   
  • Pemimpin dapat mempergunakan kelebihan yang terdapat pada pemimpin bukan untuk berkuasa atau mendominasi, melainkan untuk memberi sumbangsih kepada kelompok menuju pencapaian tujuan bersama.
Sedangkan menurut Stoner dalam Wahjosumidjo, agar kelompok dapat beroperasi secara efektif, seorang pemimpin mempunyai dua fungsi yaitu : 
a. Task related/problem solving function, dalam fungsi ini pemimpin memberi saran dalam pemecahan masalah serta memberikan sumbangan informasi dan pendapat.  
b. Group maintenance function/ social function, meliputi: pemimpin membantu kelompok beroperasi lebih lancar, pemimpin memberikan persetujuan atau melengkapi anggota kelompok yang lain, misalnya menjembatani kelompok yang sedang berselisih pendapat, mempertahankan diskusi-diskusi kelompok. 
Oleh karena itu kepala sekolah sebagai pemimpin seharusnya dalam praktek sehari-hari selalu berusaha memperhatikan dan mempraktekkan kepemimpinan dalam lingkungan sekolah, diantaranya: 
  • Bersikap adil. Perlunya kepala sekolah berlaku adil terhadap komunitas sekolahnya dikarenakan setiap guru, staf, dan para siswa mempunyai latar belakang kehidupan, kepentingan dan tingkat sosial, yang berbeda-beda. Jika hal ini dibiarkan saja maka dapat mengganggu sumbangsih tenaganya pada sekolah, untuk itu kepala sekolah perlu melakukan komunikasi dua arah yang baik dengan para pegawainya, agar adil menurutnya maka adil menurut pegawainya.  
  • Mendukung tercapainya tujuan. Kepala sekolah bertanggung jawab untuk memenuhi atau menyediakan dukungan yang diperlukan, baik berupa dana, peralatan, waktu, bahkan suasana yang mendukung. 
  • Kepala sekolah berperan sebagai kapasitor. Artinya kepala sekolah mampu menimbulkan dan menggerakkan semangat para guru, staf dan para siswa dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.  
  • Sumber inspirasi. Kepala sekolah harus selalu membangkitkan semangat dan percaya diri guru, staf dan para siswa, sehingga mereka menerima dan memahami tujuan sekolah secara antusias, bekerja secara bertanggung jawab ke arah tujuan tercapainya pendidikan. Apabila semangat dan percaya diri sudah pemimpin miliki, maka ia akan lebih mudah untuk menyulut semangat dan rasa percaya diri komunitas sekolahnya. Bahkan tanpa dimintapun pegawai akan dengan tulus mewujudkan harapan-harapan pimpinannya.  
3. Tugas-Tugas Pemimpin  
Berdasarkan pengertian bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi tingkah laku yang mengandung indikasi serangkaian tugas penting seorang pemimpin yaitu:

a. Mendefinisikan visi dan peranan organisasi
Misi dan peranan organisasi dapat dirumuskan dengan baik apabila seorang pemimpin lebih dulu memahami asumsi struktural sebuah organisasi

b. Mengendalikan tujuan organisasi
Dalam tugas ini pemimpin harus mengambil kebijaksanaan kedalam tatanan atau keputusan terhadap sasaran untuk mencapai tujuan yang direncanakan.

c. Mempertahankan tujuan organisasi
Pemimpin bertugas untuk mempertahankan keutuhan organisasi dengan melakukan koordinasi dan kontrol melalui dua cara, yaitu melalui otoritas, peraturan, literally, melalui pertemuan dan koordinasi khusus terhadap berbagai peraturan. Mengendalikan konflik internal yang terjadi dalam organisasi.

Pemimpin organisasi mempunyai kekuasaan tertentu yang dilimpahkan kepadanya. Kekuasaan tersebut merupakan alat dalam menjalankan tugas kepemimpinannya. Oleh karena itu, agar tugas kepemimpinannya dapat berjalan dengan baik maka digunakan strategi. Strategi yang dapat digunakan agar dapat menjalankan kepemimpinannya, adalah: Pemimpin harus menggunakan strategi yang fleksibel, Pemimpin harus menjaga keseimbangan dalam menentukan kebutuhan jangka panjang dan jangka pendek, Pemilihan strategi harus yang memberikan layanan terhadap lembaga, Kegiatan yang sama dapat digunakan untuk beberapa aksi dalam strategii.

Selain hal yang tersebut diatas kepala sekolah mengoptimalkan kinerja guru melalui beberapa faktor antara lain, motivasi kinerja guru, etos kinerja Guru, lingkungan kinerja guru, tugas dan tanggung jawab.

Sumber:
  • Handoko, T. Hani. (1995). Manajemen. Yogyakarta: BPFE
  • Miftah, Thoha. (1995). Kepemimpinan Dalam Manajemen. Jakarta: PT: Raja Frafindo Persada
  • Miftah, Thoha. (2009). Prilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. jakarta: PT Raja Grafindo Persada
  • Indara Fachrudi, Soekarno. (2006). Bagaimana Memimpin Yang Efektif. Bogor: PT Ghalia Indonesia
  • Wahjosumidjo. (2002). Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjau Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada 
  • Ara Hidayat dan Imam Machali. (2010). Pengelolaan Pendidikan Konsep, Prinsip, dan Aplikasi dalam Mengelola Sekolah dan Madrasah. Bandung: PT. Pusatka Educa