Pengertian dan Jenis-Jenis Serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Wawasan Pendidikan; Kali ini sobat pendidikan akan membehas tentang Pengertian dan Jenis-Jenis Kebijakan Dividen. Semoga bermanfaat.

Pengertian dan Jenis-Jenis Kebijakan Dividen

1. Pengertian Kebijakan Dividen
Beberapa pengertian kebijakan dividen yang dikemukakan oleh ahli antara lain:
Menurut Adler Haymans Manurung (2012) "Kebijakan dividen menyangkut tentang masalah penggunaan laba yang menjadi hak pemegang saham. Pada dasarnya, laba tersebut bisa dibagi sebagai dividen atau ditahan untuk diinvestasikan kembali" 
Menurut Prasetiono, (2000) “pembagian dividen tergantung pada keputusan rapat umum pemegang saham. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan bisa tetap (tidak mengalami perubahan) dan bisa mengalami perubahan (ada kenaikan atau penurunan) dari dividen yang dibagikan sebelumnya. Salah satu informasi yang dipandang cukup penting bagi nvestor yaitu informasi tentang naik turunya dividen tunai dibagikan perusahaan karena informasi tersebut mengandung muatan informasi yang berkenaan dengan prospek keuntungan yang akan diperoleh para investor atau calon investor dalam melakukan penilaian perusahaan”.   
Menurut Rimsky K. Judisseno (2004), "deviden adalah Pembagian keuntungan perusahaan dengan nama dan dalam bentuk apapun karena dalam praktek sering dijumpai pembagian atau pembayaran dividen secara terselubung, misalnya pengalihan harta perusahaan kepada pemegang saham atau peserta penggantian harta dibawah harga pasar, sehingga mengakibatkan suatu selisih antara harga pasat dan harga yang dibayar oleh pemegang saham yang secara tidak langsung adalah pembayaran dividen secara terselubung”.
2. Jenis-Jenis Kebijakan Dividen
Menurut Hendy M. Fakhruddin (2008) dividen dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Dilihat dari bentuk dividen yang didistribusikan kepada pemegang saham, dividen dapat dibedakan menjadi beberap jenis : 
  1. Deviden Tunai (cash dividend) : dividen yang diberikan kepada pemegang saham dalam bentuk kas (tunai). 
  2. Dividen Daham (stockdividend) : dividen yang dibagi bukan dalam bentuk tunai melainkan dalam bentuk saham perusahaan tersebut. 
  3. Property Dividend : dividen yang dibagikan dalam bentuk aktiva lain selain kas atau saham, misalnya aktiva tetap dan surat berharga.  
  4. Liquidating Dividend : dividen yang diberikan kepada pemegang saham sebagai akibat dilikuidasinya perusahaan. Dividen yang dibagikan adalah selisih nilai reaisasi aset perusahaaan dikurangi dengan semua kewajibannya.
Dari beberapa jenis dividen tersebut, yang sering dibagikan adalah dividen tunai dan saham. Dari keduanya dividen tunai merupakan yang lebih sering  dibagikan perusahaan. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan Kebijakan dividen pada hakikatnya adalah menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham dan yang akan ditahan sebagai bagian darilaba ditahan melalu RUPS.

3. Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen
Menurut Agus Sartono (2001) menyebutkan beberapa faktor yang berkaitan dengan kebijakan dividen :
  • Kebutuhan Dana Perusahaan
Kebutuhan dana bagi perusahaan dalam kenyataannya merupakan faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan kebijakan dividen yang akan diambil. Aliran kas perusahaan yang diharapkan, pengeluaran modal di masa datang yang diharapkan, kebutuhan tambahan piutang dan persediaan, pola pengurangan utang dan masih banyak faktor lain yang mempengaruhi posisi kas perusahaan harus mempertimbangkan dalam analisis kebijakan dividen. Dalam pembicaraan sebelumnya mengenai kebijakan dividen menganggap bahwa kebijakan dividen yang telah memperhatikan kebutuhan dana yang termasuk investasi yang profitable. Dengan anggapan semacam ini, kebijakan dividen yang ditempuh hanya mempertimbangkan kelebihan dana di masa datang.
  • Likuiditas
Likuiditas perusahaan merupakan pertimbangan utama dalam banyak kebijakan dividen. Karena dividen bagi perusahaan merupakan kas keluar, maka semakin besar posisi kas dan likuiditas perusahaan secara keseluruhan akan semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan dan profitableakan memerlukan dana yang cukup besar guna membiayai investasinya, oleh karena itu kemungkinan akan kurang likuid karena dana yang diperoleh lebih banyak diinvestasikanpada aktiva tetap akan aktiva lancar yang permanen.Likuiditas perusahaan sangat besar pengarunya terhadap investasi perusahaan dan kebijakan pemenuhan kebutuhan dana. Keputusan investasi akan menentukan tingkat ekspansi dan kebutuhan dana perusahaan, sementara itu keputusan pembelanjaan (keputusan pemenuhan kebutuhan dana) akan menentukan pemilihan sumber dana untuk membiayai investasi tersebut.
  • Kemampuan Meminjam
Posisi likuiditas perusahaan dapat diatasi dengan kemampuan perusahaan untuk meminjam dalam jangka pendek. Kemampuan meminjam dalam jangka pendek tersebut akan meningkatkan fleksibilitas likuiditas perusahaan. Selain itu fleksibilitas perusahaan juga dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan untuk bergerak dipasar modal dengan mengeluarkan obligasi. Perusahaan yang semakin besar dan sudah publishakan memiliki akses yang lebih baik di pasar modal. Kemampuan meminjam yang lebih besar, fleksibilitas yang lebih besar akan memperbesar kemampuan membayar dividen.Dalam menentukan dividend payout ratio banyak perusahaan membandingkannya dengan industri, khususnya dengan perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang sama. Meskipun belum tentu sama, namun akan lebih mudah untuk melihat posisi perusahaan dalam industri.
  • Keadaan Pemegang Saham
Jika perusahaan itu kepemilikan sahamnya relatif tertutup, manajemen biasanya mengetahui dividen yang diharapkan oleh pemegang saham dan dapat bertindak dengan tepat. Jika hampir semua pemegang saham berada dalam golongan high tax dan lebih suka memperoleh capital gains, maka perusahaan dapat mempertahankan dividend payouot yang rendah. Dengan dividend payout yang rendah tentunya dapat diperkirakan apakah perusahaan akan menahan laba untuk kesempatan investasi yang profitable. Untuk perusahaan yang jumlah pemegang sahamnya besar hanya dapat menilai dividen yang diharapkan pemegang saham dalam konteks pasar.
  • Stabilitas Dividen
Bagi para investor faktor stabilitas dividen akan lebih menarik daripada dividen payout ratio yang tinggi. Stabilitas di sini dalam arti tetap memperhatikan tingkat pertumbuhan perusahaan,yang ditunjukkan oleh koefisien arah yang positif. Apabila faktor lain sama, saham yang memberikan dividen yang stabil selama periode tertentu akan mempunyai harga yang lebih tinggi daripada saham yang membayar dividennya dalam presentase yang tetap terhadaplaba.

Demikianlah artikel tentang Pengertian dan Jenis-Jenis Serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen. semoga bermanfaat.

Sumber:
  • Manurung, Adler Haymans (2012). Teori Keuangan Perusahaan. Jakarta : PT. Adler Manurung Press 
  • Prasetiono, (2000), “Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Abnormal Return Saham Di Bursa Efek Jakarta”, Media Ekonomi dan Bisnis, Vol.XII No.1, Juni 
  • Judisseno, Rimsky K. (2004). Perpajakan. Edisi Revisi, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 
  • Hendy M Fakhruddin, 2008. Istilah Pasar Modal A-Z. Jakarta : Elex Media Komputindo.
  • Agus Sartono. 2001. Manajemen Keuangan Dan Teori Aplikasi. Edisi Keempat.BPFE Jakarta, Yogyakarta.  

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel