Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

wawasanpendidikan.com; Aktivitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadangkadang tidak, kadang-kadang cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat terkadang semangatnya tinggi, tetapi terkadang juga sulit untuk mengadakan kosentrasi.  Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap anak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengann aktivitas Belajar. banyak Teori-Teori Belajar yang di paparkan oleh ahli dengan mempertimbangkan karakteristik setiap individu yang berbeda-beda. 
Faktor-Faktor  yang Mempengaruhi Belajar 2
Faktor-Faktor  yang Mempengaruhi Belajar 
Setiap individu memang tidak ada yang sama. Perbedaan individual ini pulalah yang menyebabkan perbedaan
tingkah laku belajar dikalangan anak didik. Kesulitan belajar tidak selalu disebabkan faktor intelegensi yang rendah (kelainan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan faktor-faktor non intelegensi. Dengan demikian, IQ tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. (Ahmadi, Abu, Widodo Supriyono, 2004)

Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar di antaranya,  yaitu:

A Faktor-Faktor Intern 

1, Faktor Jasmani

a. Faktor kesehatan                            
Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat, ngantuk jika badannya lemah, dan lain sebagainya. 

b. Cacat tubuh
Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh/badan.
Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu, jika hal ini terjadi hendaknya ia belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat Bantu agar dapat menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatannya itu. 

2. Faktor Psikologis 

a. Intelegensi 
Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari  tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat.  Intelegensi sangat besar pengaruhnya terhadap belajar. Dalam situasi yang sama, siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai intelegensi rendah. 

b. Perhatian 
Perhatian menurut Gazali adalah keaktifan jiwa  yang dipertinggi, jiwa itu semata-mata tertuju kepada suatu objek (benda/hal) atau sekumpulan objek. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar. 

c. Minat 
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, akan diperhatikan terus menerus di sertai dengan rasa senang.  Apabila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. (Slameto, 2010)

d. Bakat 
Bakat adalah potensi/kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir. Setiap individu mempunyai bakat yang berbeda-beda. Seseorang yang mempunyai bakat musik mungkin di bidang lain ketinggalan, dan lain sebagainya.  Maka seorang murid akan mudah mempelajari yang sesuai dengan bakatnya. Apabila seorang anak harus mempelajari bahan lain dari bakatnya, akan cepat bosan. ( Ahmadi, Abu, Widodo Supriyono, 2004)

e. Motivasi  
Motivasi sebagai faktor inner (batin) berfungsi menimbulkan, mendasari, mengarahkan perbuatan belajar. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan, sehingga semakin besar motivasinya akan semakin besar kesuksesannya. 

f. Kematangan 
Kematangan adalah suatu tingkat dalam  pertumbuhan seseorang, di mana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Belajar akan lebih berhasil jika anak sudah siap atau matang. Jadi kemajuan baru untuk memiliki kecakapan itu tergantung dari kematangan dan belajar. 

g. Kesiapan
Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi  respon atau bereaksi. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik. 

B.  Faktor Eksternal (Faktor dari Luar Siswa) 

Faktor ini terdiri dari dua macam, yaitu:

1. Faktor Lingkungan Sosial 
Yang termasuk lingkungan sosial, yaitu: guru, para staf administrasi, teman-teman sekelas, tetangga dan masyarakat. 

2. Faktor Lingkungan Non Sosial
Yang termasuk lingkungan non sosial, yaitu: gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu. (Winarno Surakhmad, 1982)

Sumber:
  • Ahmadi, Abu, Widodo Supriyono.(2004). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Slameto. (2010). Belajar Dan Factor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta
  • Winarno Surakhmad. (1982). Pengantar  Interaksi  Mengajar Dasar dan Tehnik Metodologi Pengajaran edisi IV. Bandung: Tarsito.