Metode Pembelajaran Crossword Puzzle (Teka-teki Silang)

wawasanpendidikan.com kali ini sobat pendidikan akan berbagi informasi tentang Metode Pembelajaran Crossword Puzzle (Teka-teki Silang). semoga bermanfaat.

Metode Crossword Puzzle ini merupakan susunan tes peninjauan kembali dalam bentuk teka-teki silang yang dapat mengundang minat dan partisipasi peserta didik. Teka-teki silang ini bisa diisi secara perorangan atau
kelompok.

Crossword puzzle (teka-teki silang) adalah salah satu metode pembelajaran aktif bagi peserta didik yang melibatkan semua peserta didik untuk berfikir saat pembelajaran berlangsung dengan mengisi teka–teki silang
(Crossword puzzle) sehingga peserta didik menjadi lebih antusias dalam mengikuti pelajaran.

Teka teki silang yang dimaksudkan bahwa selain ada unsur permainannya juga ada unsur pendidikannya, dimana dengan mengisi teka-teki silang tersebut secara tidak sadar peserta didik belajar sehingga diharapkan selain kesenangan juga didapatkan pengetahuan dan pemahaman materi pelajaran. Maka diharapkan dengan membuka, membaca, dan mencari jawaban teka-teki silang tersebut, peserta didik akan selalu paham dan mengerti dengan sendirinya materi pelajaran. 

Teka-teki silang yang digunakan akan memberikan nilai yang positif bagi peserta didik. Hal ini disebabkan karena dengan menjawab dan mengerjakan bersama, peserta didik akan selalu berlomba untuk dapat menemukan jawabannya dengan benar sehingga akan muncul persaingan sehat. Rasa kebersamaan yang tinggi akan tumbuh, karena bagi peserta didik yang menemukan jawaban akan dapat menjawab teka-teki silang tersebut dan peserta didik lain dalam kelompoknya juga akan mengetahui jawaban yang benar.

Faktor ketelitian dan ketepatan yang tinggi juga menjadi sangat menentukan dalam pengisian jawaban teka-teki silang. Karena huruf-huruf dalam jawaban dapat mempengaruhi jawaban yang lain baik dalam baris atau kolom.


sumber:
Silberman, Active Learnig 101 Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung: Nusamedia, 2006), hlm.
256.

Sugiartini, “Studi Komparasi Pengajaran Kimia Menggunakan Metode Pembelajaran
Kooperatif Model TGT (Teams Games Tournaments) Dengan Media TTS (Teka Teki Silang) dan
Kartu Pada Materi Pokok Sistem Periodik Unsur Kelas X Semester Ganjil SMA Negeri 8 Surakarta
Tahun Pelajaran 2005/2006”, Skripsi (Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Sebelas Maret).