Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar - WAWASANPENDIDIKAN

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

wawasanpendidikan.com; teman-teman sobat pendidikan pastinya sudah mengerti tentang motivasi. Kata motivasi adalah kata yang paling sering di dengar khususnya dalam dunia pendidikan. namun apakah sudah tau, apa saja yang membuat kita termotivasi.... nah kali ini sobat pendidikan berbagi artikel tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi. selamat membaca....


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Motivasi belajar merupakan segi kejiwaan yang mengalami perkembangan. Artinya terpengaruh oleh kondisi fisiologis dan kematangan psikologis siswa. Sehingga dapat diketahui bahwa motivasi belajar ada dalam diri siswa. Adapun faktor yang mempengaruhi motivasi belajar adalah adanya kebutuhan, adanya kemajuan pada diri siswa, dan adanya aspirasi atau citacita.







1. Adanya Kebutuhan
Apabila kebutuhan terpenuhi, telah dipuaskan, aktifitas akan berkurang atau lenyap dan akan timbul kebutuhan-kebutuhan baru. Seorang anak akan terdorong untuk melakukan sesuatu bila merasakan suatu kebutuhan yang berasal dari dalam diri siswa. Semisal adanya siswa mempelajari sebuah pelajaran, ia ingin mengetahui bagaimana cara mencari volume sebuah bangun. Keinginan untuk mengetahui ini dapat menjadi pendorong yang kuat bagi anak untuk belajar membaca. Hal ini dapat berarti bahwa kebutuhannya ingin mengetahui cara atau rumus itu bisa terpenuhi. 

2. Adanya Kemajuan pada Diri Siswa 
Keinginan untuk mengetahui lebih dalam terhadap sesuatu menjadi pendorong untuk mengembangkan diri agar lebih berguna dan bermanfaat. Adanya pengetahuan tentang kemajuannya terhadap diri sendiri akan membuat siswa tumbuh minat, karena ia merasakan adanya kebutuhan itu dan mengapa ia mempelajari hal tersebut. Hal ini akan mengurangi atau mengesampingkan hal-hal yang tidak ada hubungan dengan usahanya dalam mewujudkan tujuannya tersebut. Hasil belajarpun juga lebih efektif dan efisien.  

3. Adanya Aspirasi atau Cita-Cita
Cita-cita diartikan sebagai kemauan dari niatan yang baik. Timbulnya cita-cita diikuti oleh perkembangan akal, moral, kemauan, bahasa, dan nilai-nilai kehidupan. Timbulnya cita-cita juga diikuti oleh perkembangan kepribadian. Keinginan berlangsung sesaat atau dalam waktu yang singkat, sedangkan kemauan dapat berlangsung waktu yang lama. Kemauan telah disertai dengan perhitungan akal yang sehat. Cita-cita berlangsung dalam waktu yang lama bahkan sepanjang hayat. Cita-cita akan memperkuat motivasi belajar instrinsik maupin ekstrinsik, sebab tercapainya suatu cita-cita akan mewujudkan aktualisasi diri.
 
Dafrat Pustaka
Dimyati dan mudjiono (2006) Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta
Loading...