Perubahan Direncanakan dan Tidak Direncanakan

Perubahan Direncanakan dan Tidak Direncanakan

Wawasan Pendidikan. pada postingan sebelumnya, sobat pemdidikan memaparakan tentangperubahan-perubahan sosial, baik  Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi. maupun  Perubahan berpengaruh Besar dan Perubahan Berpengaruh Kecil. selain itu, dipaparkan pula tentang Ciri-Ciri dari Perubahan Sosial. nah, kali ini sobat pendidikan akan memaparkan tentang Perubahan Direncanakan dan Tidak Direncanakan.

pengertian Perubahan Direncanakan dan Tidak Direncanakan
Perubahan Direncanakan dan Tidak Direncanakan

PERUBAHAN YANG DIRENCANAKAN adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. Oleh karena itu, suatu perubahan yang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan pengawasan agent of change. Secara umum, perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki. Misalnya, untuk mengurangi angka kematian anak-anak akibat polio, pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN)atau untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB).

PERUBAHAN YANG TIDAK DIRENCANAKAN biasanya berupa perubahan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat. Karena terjadi di luar perkiraan dan jangkauan, perubahan ini sering membawa masalah-masalah yang memicu kekacauan atau kendala-kendala dalam masyarakat. Oleh karenanya, perubahan yang tidak dikehendaki sangat sulit ditebak kapan akan terjadi. Misalnya, kasus banjir bandang di Babupaten Sinjai, Sulawesi Selatan dan Kasus Gunung Merapi tahun 2010 di Yogyakarta. Timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan. Sebagai akibatnya, banyak perkampungan dan permukiman masyarakat terendam air yang mengharuskan para warganya mencari permukiman baru.