Teks Negosiasi : Pengertian, Jenis, Tujuan, Struktur, dan Contohnya

wawasan pendidikan; Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu akan dihadapkan dengan berbagai macam hal yang membutuhkan adanya interaksi sosial.   Salah satunya adalah pada saat jual beli yang didalamnya terdapat proses tawar menawar.  Proses inilah yang dikenal dengan istilah negosiasi.  Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa informasi tentang teks negosiasi yang perlu diketahui. 
Picture by media.bizj.us
Pengertian Teks Negosiasi
Teks negosiasi adalah teks yang yang berfungsi untuk mencari kesepakatan bersama dalam sebuah interaksi sosial dengan pihak lain yang memiliki perbedaan kepentingan.  Proses penyelesaian perbedaan dilakukan dengan cara berdialog sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

Dengan cara berdialog, masing-masing pihak akan mengurangi perbedaan sekecil mungkin dan bahkan menghilangkan perbedaan jika memungkinkan, sehingga menghasilkan kesepakatan yang sama-sama menguntungkan.

Jenis Negosiasi
Berdasarkan sifatnya negosiasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

1.    Negosiasi Kooperatif
Pada negosiasi ini masing-masing pihak akan berusaha untuk meminimalkan perbedaan dan konflik.  Yaitu dengan memfokuskan seluruh gagasan yang ada untuk mencapai tujuan dengan solusi terbaik sehingga tercapai kesepakatan bersama yang saling menguntungkan.

2.    Negosiasi Kompetitif
Pada negosiasi ini masing-masing pihak akan berusaha untuk mendapatkan manfaat dan keuntungan sebanyak mungkin.  Hal ini bisa terjadi karena salah satu pihak memiliki posisi yang sangat kuat sehingga pihak lain hanya menerima atau memilih alternatif yang telah disiapkan oleh pihak yang kuat.

Berdasarkan kompleksitas aspek yang dinegosiasikan negosiasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

1.    Negosiasi Simpel atau Sederhana
Suatu negosiasi dikatakan simpel jika masalah yang dinegosiasikan bersifat tunggal, seperti misalnya dalam proses jual beli di toko atau pasar.  Dalam hal ini tawar menawar hanya pada masalah harga saja.

2.    Negosiasi Kompleks
Pada negosiasi kompleks masalah yang dinegosiasikan cukup banyak sehingga membutuhkan proses negosiasi yang bertahap atau bahkan berkali-kali.  Salah satu contohnya adalah dalam hal jual beli rumah yang terdiri dari beberapa aspek. 

Seperti model, ukuran, harga, jangka waktu penyelesaian, biaya-biaya yang diperlukan (pajak pembelian, pajak penjualan, dan notaris), cara pembayaran, garansi, dan lain sebagainya.  Semakin cermat dalam mengidentifikasi setiap aspek, maka semakin baik hasil yang akan didapatkan. 

Berdasarkan situasinya negosiasi dibedakan menjadi dua, yaitu:

1.    Negosiasi Formal
Jenis negosiasi ini terjadi dalam situasi formal dengan adanya perjanjian yang sah secara hukum.  Sehingga ketika ada pelanggaran terhadap perjanjian bisa menimbulkan perkara hukum.  Salah satu contohnya adalah negosiasi dari dua perusahaan.

2.    Negosiasi Non Formal atau Informal
Jenis negosiasi ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja serta dengan siapa saja karena sifatnya tidak formal dan tidak membutuhkan perjanjian khusus.

Berdasarkan jumlah negosiator negosiasi dibedakan menjadi dua, yaitu:

1.    Negosiasi dengan Pihak Penengah
Jenis negosiasi ini dilakukan oleh dua negosiator atau lebih dan pihak penengah.  Pihak negosiator akan memberikan argumentasi dan pihak penengah memberikan keputusan akhir dalam negosiasi tersebut.  Salah satu contohnya adalah sidang di pengadilan.

2.    Negosiasi tanpa Pihak Penengah
Jenis negosiasi ini bisa dilakukan oleh dua negosiator atau lebih dan dilakukan tanpa adanya pihak penengah.  Sehingga hasil keputusan akhir tergantung pada kesepakatan para negosiator.

Berdasarkan untung ruginya negosiasi dibedakan menjadi 4, yaitu:
1.    Negosiasi Kolaborasi (win-win), yaitu negosiator akan menyatukan kepentingan masing-masing demi mencapai kesepakatan.
2.    Negosiasi Dominasi (win-lose), yaitu dominasi negosiator akan mendapatkan keuntungan besar dari kesepakatan yang telah dicapai, sementara pihak lain lebih sedikit.
3.    Negosiasi Akomodasi (lose-win), yaitu negosiator mendapatkan keuntungan yang sangat sedikit dan bahkan rugi sementara pihak lain lebih diuntungkan.  Hal ini terjadi karena adanya kegagalan negosiasi yang menyebabkan negosiator tidak mendapatkan keuntungan.
4.    Negosiasi Menghindari Konflik (lose-lose), yaitu kedua pihak negosiator berusaha untuk menghindari konflik sehingga sepakat untuk menyelesaikan masalah.

Berdasarkan isi atau materinya, 
Negosiasi bisa dibedakan menjadi negosiasi bisnis atau jual beli, negosiasi pengusaha-karyawan, negosiasi kontrak kerja, negosiasi properti, negosiasi sewa-menyewa, negosiasi perbankan, negosiasi kerjasama jasa pelatihan, negosiasi pemutusan hubungan kerja, dan lain sebagainya.
Karakteristik Utama Negosiasi
Negosiasi memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:
  • Selalu melibatkan orang, baik sebagai individu, perwakilan perusahaan atau organisasi, sendiri atau di dalam kelompok.
  • Ada potensi konflik yang terjadi sejak awal hingga terjadinya kesepakatan pada akhir negosiasi.
  • Menggunakan cara-cara pertukaran, baik berupa tawar menawar maupun tukar menukar.
  • Hampir selalu dengan cara bertatap muka dengan menggunakan bahasa lisan, gerakan tubuh, maupun ekspresi wajah.
  • Akhir dari negosiasi adalah adanya kesepakatan dari kedua pihak, termasuk dalam hal ini adalah sepakat atau tidak sepakat.
Tujuan Negosiasi
Negosiasi memiliki beberapa tujuan, yaitu:
  1. Untuk mendapatkan kata sepakat yang di dalamnya mengandung kesamaan persepsi, saling pengertian, dan mendapatkan persetujuan bersama.
  2. Untuk mendapatkan penyelesaian atau jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi bersama.
  3. Untuk mendapatkan kondisi yang saling menguntungkan sehingga masing-masing pihak tidak ada yang merasa dirugikan.
  4. Mencapai butir-butir yang sama untuk disepakati kedua pihak sehingga perbedaan posisi bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali.
Ciri-Ciri Negosiasi
Jika dilihat dari isinya, negosiasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Negosiasi menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan, bisa menjadi sarana untuk mencari penyelesaian, mengarah kepada tujuan praktis, dan memprioritaskan kepentingan bersama.

Contoh Teks Negosiasi:
Pembelian Kulkas
1.      Penjual        :  Selamat siang, Bu.
2.      Pembeli       :  Selamat siang.
3.      Penjual        :  Silakan, Bu.  Ada yang bisa saya bantu?
4.      Pembeli       :  Ya, Saya sedang mencari kulkas dua pintu.  Apakah ada?
5.      Penjual        :  Oh, Iya ada.  Ini Bu.  Silakan dipilih-pilih dulu.
6.      Pembeli       :  Ya, Terima kasih.
7.      Penjual        :  Bagaimana Ibu, Apakah ada yang cocok?
8.      Pembeli       :  Iya ada.  Sepertinya yang ini cocok.  Harganya berapa?
9.      Penjual        :  Tiga jutaan Ibu.
10.    Pembeli       :  Apakah masih bisa kurang?
11.    Penjual        :  Bisa.  Harga tersebut dikurangi seratus ribu.
12.    Pembeli       :  Bagaimana kalau harganya dua juta lima ratus?
13.    Penjual        :  Maaf Ibu, belum bisa.
14.    Pembeli       :  Ya sudah.  Kalau dua juta delapan ratus bagaimana?
15.    Penjual        :  Sebetulnya belum boleh.  Tapi baiklah untuk Ibu saya kasihkan.
16.    Pembeli       :  Terima kasih.  Lain kali saya akan beli lagi di toko ini.
17.    Penjual        :  Terima kasih atas kepercayaan Ibu.  Nanti kulkasnya diantar ke mana? 
                                Tolong minta alamatnya Ibu.
18.    Pembeli       :  Jalan Munggur, No. 2 Yogyakarta.  Sebelah selatan SD Demangan.
19.    Penjual        :  Ya. Nanti siang sekitar pukul 14.00 saya antar ke rumah.  Kebetulan mobil
                                 kami sedang mengantar barang ke tempat lain.
20.    Pembeli       :  Ya. Ini uangnya.  (Pembeli menyerahkan uang kepada penjual).
21.    Penjual        :  Terima kasih.  (Menghitung uang dan mencatatnya dalam nota).
22.    Pembeli       :  Ya sama-sama.  Permisi.  Saya tunggu.
23.    Penjual        :  Iya Ibu, selamat jalan. 

Struktur Teks Negosiasi
Struktur teks negosiasi terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup.  Jika diperhatikan, contoh teks negosiasi di atas terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
•    Orientasi berupa kalimat pembuka yang sering dibubuhi dengan salam
•    Permintaan atau pengajuan
•    Pemenuhan atau penyiapan
•    Tawar menawar atau diskusi
•    Persetujuan berupa kesepakatan dari proses tawar menawar yang telah dilakukan
•    Pembelian
•    Penutup

Referensi:
Haryani, S.Pd., M.Pd. 2018.  Modul Pendamping Bahasa Indonesia Kelas X semester 2.  Klaten Utara:  Mulia Group.
www.dosenpendidikan.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel