Penyimpangan Sosial : Pengertian dan Jenis serta Penyebabnya

wawasanpendidikan.com; Hidup dalam lingkungan beragam, kita akan menyaksikan dan merasakan pengaruh lingkungan dalam kehidupan ini. Pengarul lingkungan itu ada yang negative adapula yang positif. Prilaku menyimpang terhadap aturan dan norma termasuk sebagian dari pengaruh lingkungan kehidupan. Prilau menyimpang dikatakan sebagai penyakit sosial yang merugikan seseorang, keluarga dan masyarakat. Nah, kali ini sobat pendidikan akan membahas tentang Penyimpangan Sosial, baik pengertian, jenis hingga penyebabnya. semoga bermanfaat.
Penyimpangan Sosial : Pengertian dan Jenis serta Penyebabnya

A. Pengertian Penyimpangan Sosial
Penyimpangan sosial merupakan bentuk prilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. menurut beberapa pendapat ahli, penyumpanyan sosial adalah:
  1. Menurut James W. Van Der Zanden, perilaku menyimpang, yaitu perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai suatu yang tercela diluar batas toleransi.
  2. Menurut Wikipedia, Penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.
  3. Menurut Cohen Bruce J, Penyimpangan sosial adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.
  4. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,  Perilaku menyimpang (Penyimpangan Sosial) diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat
  5. Menurut Robert M. Z. Lawang, penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang enyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.
B. Jenis-Jenis Penyimpangan Sosial
Penyimpangan Sosial terbagi berdasarkan:
  1. Berdasarkan ukuran norma, dilakukan oleh Seseorang atau individu biasanya di lingkungan keluarga. Kelompok, biasanya di lingkungan masyarakat. Contohnya kelompok pengedar narkoba dan teroris.
  2. Berdasarkan sifatnya, ada Penyimpangan positif yang terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat serta memiliki dampak yang bersifat positif. Contohnya kemunculan wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. Penyimpangan negative, berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masyarakat. Misalnya, pemerkosaan, pembunuhan, perjudian, dan pemakaian narkotika. 
  3. Berdasarkan Bentuknya, terdiri dari: 
    - Penyimpangan primer, merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. Contohnya orang yang melanggar lalu lintas karena tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan perbuatannya tidak diulangi lagi.
    - Penyimpangan Sekunder, penyimpangan yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. Yang melakukan kpenyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. Misalnya seorang pemabuk minuman keras yang sering mabuk-mabukan ditempat umum.
C. Teori Munculnya Penyimpangan Sosial
Dalam kasus yang sering terjadi di masyarakat, dirumuskan beberapa pendekatan untuk mencari solusi mengurangi penyimpangan tersebut. Yaitu :
  1. Teori Anatomi, Teori yang berpandangan bahwa munculnya perilaku yang menyimpang adalah konsekuensi dari perkembangan norma masyarakat yang makin lama makin kompleks sehingga tidak ada pedoman yang jelas untuk dipelajari dan dipatuhi oleh warga masyarakat agar dapat memilih dan bertindak yang benar.
  2. Teori Pengendalian, teori yang menyebutkan bahwa prilaku menyimpang pada dasarnya dipengaruhi oleh dua factor. Pertama pengendalian dari dalam yang berupa norma-norma yang dihadapi. Kedua, pengendalian dari luar, yaitu imbalan sosial terhadap konformitas dan sanksi atau hukuman bagi masyarakat yang melanggar norma tersebut.
  3. Teori reaksi Sosial, teori yang berpendapat bahwa pemberian cap atau stigma sering mengubah perilaku masyarakat terhadap seseorang yang menyimpang sehingga apabila seseorang melakukan penyimpangan primer maka lambat laun akan melakukan penyimpangan sekunder.
  4. Teori Sosialisasi, teori yang menyebutkan munculnya prilaku menyimpang didasarkan dengan adanya ketidakmampuan masyarakat untuk menghormati norma dan nilai yang berlaku.
D. Penyebab Penyimpangan Sosial
  1. Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal kounikasi ketika bersosialisasi.
  2. Sejak kecil mengamati dan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa.
  3. Hasil sosialisasi bagian kecil kebudayaan menyimpang yang dipengaruhi oleh factor ekonomi dan agama.
  4. Pertentangan antar agen sosialisasi.
  5. Pertentangan antar norma kelompok dan norma masyarakat.
  6. Faktor dari dalam adalah intelegensi atau tingkat kecerdasan, usia, jenis kelamin, dan kedudukan seseorang dalam keluarga.
  7. Faktor dari luar, adalah kehidupan rumah tangga atau keluarga, pendidikan di sekolah, Pergaulan dan media massa.
Sumber:
  • Zanden, J. W. Vander. (1986). Sociology: The Core. New York: Alfred A. Knopf.
  • Cohen Bruce J. (2009). Peranan, Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta
  • Lawang, Robert. (2004). Kapita Sosial Dalam Perspektif Sosiologi: Suatu Pengantar. Depok : FISIP UI Press.