Metode Praktikum : Pengertian, Tujuan, Kelebihan dan Kekurangan serta Langkah-Langkah Penerapannya

wawasanpendidikan.com; salah satu cara yang digunakan oleh seorang guru agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan efektif yaitu dengan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. berbagai metode pembelajaran telah banyak dikembangkan oleh ahli salah satunya adalah Metode Praktikum. Nah, Kali ini sobat pendidikan akan mengupas tuntas tentang Metode Praktikum mulai dari Pengertian, Tujuan, Kelebihan dan kekurangan hinggah Langkah-langkah penerapannya. Semoga bermanfaat

A. Pengertian metode Praktikum 
Metode pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pada yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di keas atau pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas.

Metode praktikum adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan memberikan kesempatan berlatih kepada siswa untuk meningkatkan ketrampilan sebagai penerapan bahan/pengetahuan yang telah mereka pelajari sebelumnya mencapai tujuan pengajaran. Menurut Hegarty-Hazel seperti dikutip Lazarowitz & Tamir (1994) praktikum adalah suatu bentuk kerja praktek yang bertempat dalam lingkungan yang disesuaikan dengan tujuan agar siswa terlibat dalam pengalaman belajar yang terencana dan berinteraksi dengan peralatan untuk mengobservasi serta memahami fenomena. Metode praktikum ini juga disebut metode laboratori. Dengan metode laboratori guru menggunakan berbagai objek, membantu siswa melakukan percobaan. 

Metode praktikum dapat dilakukan kepada siswa setelah guru memberikan arahan, aba-aba, petunjuk untuk melaksanakannya. Kegiatan ini berbentuk praktek dengan mempergunakan alat-alat tertentu, dalam hal ini guru melatih ketrampilan siswa dalam penggunaan alat-alat yang telah diberikan kepadanya serta hasil dicapai mereka.

Dalam melaksanakan metode laboratori ini, guru melaksanakan:
  • Memperkenalkan beberapa bentuk realita ke dalam pelajaran, misalnya pertunjukan (exhibit, model, produk, dan sebagainya)
  • Merencanakan secara teliti serangkaian pengajaran langsung yang sama dengan manual laboratorium bagi kegiatan-kegiatan peserta didik guna memecahkan masalah dibawah bimbingan guru. 
B. Tujuan Praktikum
Praktikum memerlukan dana yang besar karena harus menggunakan alat-alat, bahan-bahan serta ruangan/tempat tersendiri. Selain memerlukan waktu yang cukup lama juga memerlukan staf pengajar/asisten banyak. Oleh karena itu sebaiknya kegiatan praktikum ini hanya pokok bahasan tertentu yang menggunakan praktikum dan disesuaikan tujuan pembelajaran. 

Praktikum mempunyai tiga tujuan, yaitu: ketrampilan kognitif, ketrampilan afektif dan ketrampilan psikomotorik. Pada ketrampilan kognitif siswa dapat melatih diri agar teori dapat dimengerti, teori yang berlainan dapat diintegrasikan serta dapat menerapkan teori pada keadaan nyata. Ketrampilan afektif bertujuan agar siswa dapat belajar merencanakan kegiatan secara mandiri, kerjasama, menghargai dan mengkomunikasikan informasi mengenai bidangnya. Ketrampilan psikomotorik bertujuan untuk menyiapkan alat-alat, memasang serta memakai instrumen tertentu. 

Keterampilan-keterampilan yang dapat dilatih dan dikembangkan dalam kegiatan praktikum adalah:
  1. Menganalisis problema
  2. Mengumpulkan informasi 
  3. Menyusun hipotesis
  4. Mengevaluasi data
  5. Menarik kesimpulan
  6. Melaporkan hasil praktikum 
Waktu melakukan praktikum, sikap ilmiah dapat dicapai dengan melaksanakan kegiatan yang bersifat mandiri, yang tidak perlu dikontrol ketat oleh guru. Nilai intelektual dapat dicapai dengan banyak latihan di laboratorium dengan prosedur ilmiah. Nilai emosional, rasa ingin tahu, kreatifitas, tidak putus asa pada waktu gagal dapat dikembangkan dalam kegiatan laboratorium secara bebas. Laboratorium merupakan suatu tempat untuk melakukan percobaan dan penyelidikan dilakukan.

Laboratorium dapat berbentuk suatu tempat yang tertutup atau yang terbuka. Laboratorium yang tertutup dapat berbentuk ruangan yang dibatasi oleh dinding-dinding. Sedangkan laboratorium yang terbuka dapat berupa kebun sekolah atau lingkungan lain yang dapat digunakan sebagai belajar. 

Udin S. Winataputra mengemukakan bahwa fungsi laboratorium mempunyai peran sebagai berikut:
  • Tempat untuk memecahkan masalah
  • Tempat timbulnya masalah
  • Tempat untuk memperdalam pengertian tentang suatu fakta
  • Tempat untuk memperoleh gejala benda ataupun peristiwa baik secara langsung ataupun tidak langsung
  • Tempat dimana subjek belajar memperoleh data tangan pertama
  • Tempat pembentukan struktur kognitif yang menyangkut jenjang mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi  
  • Tempat pembentukan sikap ilmiah yang meliputi objektif, jujur,cermat, kritis, terbuka, dan toleran 
  • Tempat pengembangan nilai-nilai meliputi kepemimpinan,tanggungjawab, dan stabilitas emosional 
  • Tempat untuk mengembangkan kreatifitas dan ketrampilan.
Pada waktu kegiatan di laboratorium, guru hendaknya memberikan bimbingan sebelum atau sesudah kegiatan praktikum yaitu dengan memberikan informasi bagaimana menggunakan laboratorium alat-alat yang akan digunakan dalam kegiatan laboratorium. Adapun langkahlangkah yang perlu dilakukan guru dalam membimbing peserta didik di  laboratorium antara lain:
  • Menginformasikan tata tertib di laboratorium
  • Menetapkan kelompok-kelompok kegiatan praktikum. Sebelum masuk laboratorium peserta didik harus sudah dibagi atas kelompok-kelompok tertentu. Tiap kelompok diberi nama/identitas kelompok. Hal ini bertujuan menjaga ketertiban di laboratorium. 
  • Menginformasikan dan menggunakan LKS, termasuk didalamnya menentukan tujuan, metode, waktu, dasar teori, alat bahan, dan  langkah-langkah eksperimen 
  • Membimbing kegiatan setelah praktikum, misalnya diskusi sehubungan dengan hasil praktikum, memecahkan masalah, dan menyimpulkan suatu konsep  
  • Kegiatan akhir yaitu menata prasarana laboratorium sedemikian rupa sehingga kembali seperti semula 
Woolnough & Allsop (dalam Nuryani Rustaman, 1995) dikutip dalam Nuryani Rustaman, 2003, mengemukakan empat alasan mengenai pentingnya kegiatan praktikum IPA. Pertama, praktikum membangkitkan motivasi belajar. Kedua, praktikum mengembangkan ketrampilan dasar melakukan eksperimen. Ketiga, praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. Keempat, praktikum menunjang materi pelajaran. Selain itu praktikum dalam pelajaran biologi dapat membentuk ilustrasi bagi konsep dan prinsip biologi. Dari kegiatan-kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.    

C. Kelebihan dan kekurangan metode praktikum
1. Kelebihan :
  • Melibatkan secara aktif fisik, pikiran, dan emosi peserta didik sehingga mempertinggi hasil belajar. 
  • Meningkatkan kadar ketrampilan peserta didik 
  • Membangkitkan motivasi dan rasa percaya diri 
  • Biasanya praktek itu dapat menghasilkan benda yang bermanfaat
2. Kekurangan :
  • Seringkali memerlukan fasilitas yang banyak 
  • Memerlukan banyak waktu 
  • Untuk kelas yang besar, pengawasan kurang efektif kalau instruktornya terbatas.  
D. Langkah-langkah/ teknik dalam pembelajaran dengan metode praktikum.  
Pembelajaran dengan metode praktikum agar hasil yang diharapkan dapat dicari dengan baik, maka langkah-langkah yang perlu diperhatikan:

1. Langkah Persiapan 
Persiapan untuk pelaksanaan metode praktikum antara lain
  • Menetapkan tujuan
  • Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan
  • Mempertimbangkan jumlah siswa dengan jumlah alat yang ada dan kapasitas tempat
  • Memperhatikan resiko keamanan
  • Mempersiapkan tata tertib untuk menjaga peralatan dan bahan yang digunakan
  • Membuat petunjuk tentang langkah-langkah yang harus ditempuh selam praktikum berlangsung secara sistematis, termasuk hal-hal yang dilarang atau yang membahayakan. 
2. Langkah Pelaksanaan
  • Sebelum siswa melaksanakan praktek, siswa mendiskusikan persiapan dengan guru. Setelah itu meminta alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan 
  • Selama praktek guru perlu mendekati siswa untuk, mengamati proses yang sedang berlangsung. Menerima pertanyaanpertanyaan, memberikan dorongan dan bantuan terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa sehingga praktikum dapat dilaksanakan 
  • Selama praktikum, guru hendaknya memperhatikan situasi secara keseluruhan untuk mengontrol praktikum    
3. Tindak Lanjut
Setelah praktikum dilakukan, kegiatan selanjutnya adalah: 
  • Meminta siswa membuat laporan untuk diperiksa 
  • Mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan selam praktikum  
  • Memeriksa keberhasilan alat dan menyimpan kembali segala peralatan yang digunakan 
Sumber:
  • Lazarowitz, R & P. Tamir. (1994). Research on Using Laboratory Instruction in Science. Handbook of Research on Science Teaching and Learning. Edited By: D. L, Babel. New York: Macmillan Publishing Company
  • Winataputra, Udin S. (2001) Strategi Belajar Mengajar IPA, Jakarta: Universitas Terbuka
  • Rustaman, Nuryani, dkk. (2003). Strategi Belajar Mengajar Biologi, Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia