Pengertian dan Langkah-Langkah Analisis SWOT

wawasanpendidikan.com; "Analisis SWOT" kata ini sering kali kita dengar namun masih banyak diantara kita yang belum mengetahui apa sebenarnya Analisis SWOT itu?. ternyata Analisis SWOT adalah sebuah singkatan atau akronim dari Strengths, (kekuatan), Weaknesses, (kelemahan), Oportunities, (peluang) dan Threats (ancaman). nah, kali ini sobat pendidikan akan membahas secara detail tentang Analisis SWOT.  semoga bermanfaat. 
Pengertian dan Langkah-Langkah Analisis SWOT

Pengertian dan Langkah-Langkah Analisis SWOT


A. Pengertian dan Langkah-Langkah Analisis SWOT

SWOT merupakan akronim untuk kata-kata Strengths, (kekuatan), Weaknesses, (kelemahan), Oportunities, (peluang) dan Threats (ancaman). Faktor kekuatan dan kelemahan terdapat dalam tubuh suatu organisasi – termasuk satuan bisnis tertentu – sedangkan peluang dan ancaman merupakan faktor-faktor lingkungan yang 
dihadapi oleh organisasi atau perusahaan dalam suatu bisnis yang bersangkutan. 

Strengths (kekuatan) yang dimaksud dengan faktor-faktor kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan termasuk satuan-satuan bisnis di dalamnya adalah antara lain kompetensi khusus yang terdapat dalam organisasi yang berakibat pada kemilikan keunggulan komparatif oleh unit usaha di pasaran. Dikatakan demikian karena satuan bisnis memiliki sumber, ketrampilan, produk andalan dan sebagainya yang membuatnya lebih kuat dari para pesaing dalam memuaskan kebutuhan pasar yang sudah direncanakan akan dilayani oleh satuan usaha yang bersangkutan. Contoh-contoh bidang keunggulan itu antara lain kekuatan pada sumber keuangan, citra positif, keunggulan kedudukan di pasar, hubungan dengan pemasok, loyalitas pengguna dan kepercayaan berbagai pihak yang berkepentingan. 

Weaknesses (kelemahan) jika orang berbicara tentang kelemahan  yang kekurangan dalam hal sunber, ketrampilan dan kemampuan yang menjadi penghalang serius bagi penampilan kinerja organisasi yang memuaskan. Dalam praktek, berbagai keterbatasan dan kekurangan kemampuan tersebut bisa terlihat pada sarana dan prasarana yang dimiliki atau tidak dimiliki, kemampuan manajerial yang rendah, ketrampilan pemasaran yang tidak sesuai dengan tuntutan pasar, produk yang tidak atau kurang diminati oleh para pengguna atau calon pengguna dan tingkat perolehan keuntungan yang kurang memadai. 

Oportunities (peluang) definisi sederhana tentang peluang ialah bebagai situasi lingkungan yang menguntungkan bagi suatu satuan bisnis. Yang dimaksud berbagai situasi tersebut antara lain: 
a) Kecenderungan penting yang terjadi di kalangan pengguna produk, 
b) Identifikasi suatu segmen pasar yang belum mendapat perhatian, 
c) Perubahan dalam kondisi persaingan, 
d) Perubahan dalam peraturan perundangan yang membuka berbagai kesempatan baru dalam kegiatan berusaha, 
e) Hubungan dengan para pembeli yang akrab, dan 
f) Hubungan dengan pemasok yang harmonis. (Siagian, 2008) 

Threats (ancaman) pengertian ancaman merupakan kebalikan pengertian peluang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ancaman adalah faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan suatu satuan bisnis. Jika tidak diatasi, ancaman akan menjadi ganjalan bagi satuan bisnis yang bersangkutan baik untuk masa sekarang maupun di masa depan. Berbagai contohnya antara lain: 
a) Masuknya pesaing baru di pasar yang sudah dilayani oleh satuan bisnis, 
b) Pertumbuhan pasar yang lamban, 
c) Meningkatnya posisi tawar pembeli produk yang dihasilkan, 
d) Menguatnya posisi tawar pemasok bahan mentah atau bahan baku yang diperlukan untuk diproses lebih lanjut menjadi produk tertentu, 
e) Perkembangan dan perubahan teknologi yang belum dikuasai, 
f) Perubahan dalam peraturan perundang-undangan yang sifatnya restriktif. (Siagian, 2008) 

Jika dikatakan bahwa analisis SWOT dapat merupakan instrumen yang ampuh dalam melakukan analisis stratejik, keampuhan tersebut terletak pada kemampuan para penentu strategi perusahaan untuk memaksimalkan peranan faktor kekuatan dan kemanfaatan peluang sehingga sekaligus berperan sebagai alat untuk minimalisasi kelemahan yang ada dalam tubuh organisasi dan menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi. Jika para penentu strategi perusahaan mampu melakukan kedua hal tersebut dengan tepat, biasanya upaya untuk memilih dan menentukan strategi yang efektif (Siagian, 2008) 

Penting pula untuk menyadari bahwa berbagai faktor kekuatan dan kelemahan yang sifatnya kritikal berperan sangat penting dalam membatasi usaha pencarian berbagai alternatif dan pilihan stratejik untuk digunakan. Dengan perkataan lain, dengan analisis SWOT kompetensi khusus yang dimiliki dan kelemahan yan menonjol dapat dinilai dan dikaitkan dengan berbagai faktor penentu keberhasilan suatu usaha. 

Pengalaman banyak perusahaan menunjukkan bahwa analisis SWOT dapat diterapkan dalam paling sedikit tiga bentuk untuk membuat keputusan sifatnya strategik pula. 

Pertama analisis SWOT memungkinkan para pengambil keputusan kunci dalam suatu perusahaan menggunakan kerangka berfikir yang logis dalam pembahasan yang mereka lakukan yang menyangkut situasi dalam mana organisasi berada, identifikasi dan analisis berbagai alternatif yang layak untuk dipertimbangkan dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada alternatif yang diperkirakan paling ampuh. 

Kedua penerapan kedua dari analisis SWOT adalah dengan pembandingan secara sistematik antara peluang dan ancaman eksternal disatu pihak dan kekuatan dan kelemahan internal di lain pihak. Maksud utama penerapan pendekatan ini ialah untuk mengidentifiasikan dan mengenali satu dari tempat pola yang bersifat khas dalam keselarasan situasi internal dan eksternal yang dihadapi oleh satuan bisnis yang bersangkutan  

Ketiga setiap orang yang sudah memahami dan pernah menggunkan analisis SWOT pasti menyadari bahwa tantangan utama dalam penerapan analisis SWOT terletak pada identifikasi dari posisi sebernarnya dari suatu satuan bisnis. Dikatakan demikian karena tidak mustahil suatu satuan bisnis yang menghadapi berbagai peluang juga harus berupaya menghilangkan berbagai ancaman. 

Mungkin pula terjadi bahwa satuan bisnis mempunyai berbagai kelemahan, tetapi juga berbagai faktor kekuatan dalam menghadapi pesaing. Karena itu penting untuk menyadari nilai analisis SWOT tidak terletak hanya pada penempatan satuan bisnis pada sel tertentu akan tetapi memungkinkan para penentu strategi perusahaan untuk melihat posisi satuan bisnis yang sedang diteliti tersebut secara menyeluruh disoroti khusus dari sudut produk yang dihasilkan dan pasar yang dilayani. 

Dari sekian banyak pertanyaan yang dapat dijawab dengan penerapan analisis SWOT, pertanyaan utama yang menjadi fokus perhatian penggunaanya ditunjukkan pada penemuan jawaban terhadap satu pertanyaan mendasar, yaitu: karena sasaran akhir analisis SWOT adalah penetuan strategi dasar, apa sesungguhnya maksud utama strategi dasar tersebut? Dinyatakan dengan cara lain, hasil analisis SWOT harus merupakan masukan bagi teknik penilaian strategi dasar tertentu. (Siagian, 2008) 

B. Langkah-Langkah Analisis SWOT
Untuk mengalalisa SWOT para manajer menggunakan Empat Langkah Strategi. Empat strategi itu meliputi:  
Pertama, strategi SO (Strengths-Opportunities) adalah strategi yang digunakan perusahaan dengan memanfaatkan atau mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan berbagai peluang.  
Kedua, strategi WO (Weaknesses-Opportunities) adalah strategi yang digunakan dengan seoptimal mungkin meminimalisir kelemahan yang ada untuk memanfaatkan berbagai peluang.  
Ketiga ST (Strengths-Threats) adalah strategi yang digunakan perusahaan dengan memanfaatkan atau mengoptimalkan kekuatan untuk mengurangi berbagai ancaman.  
Keempat, strategi WT (Weaknesses-Threats) adalah strategi yang digunakan untuk mengurangi kelemahan dalam rangka meminimalisir atau menghindari ancaman.(Purwanto, 2006) 

strategi yang digunakan dengan seoptimal mungkin meminimalisir kelemahan yang ada untuk memanfaatkan berbagai peluang.  

Demikianlah pemaparan tentang Pengertian dan Langkah-Langkah Analisis SWOT. semoga bermanfaat

Daftar Pustaka
  • Siagian, Sondang P. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara
  • Purwanto, Iwan. (2006). Managemen Strategi, Bandung : Yiama Widya.