Moving Class : Pengertian dan Tujuan serta Manfaat

wawasanpendidikan.com; kali ini sobat pendidikan akan berbagi artikel tentang Pengertian Moving Class, Tujuan serta Manfaat dari Moving Class. semoga bermanfaat.

Moving Class : Pengertian dan Tujuan serta Manfaat
siswa menyimak pelajaran dari guru

Moving Class : Pengertian dan Tujuan serta Manfaat

1. Pengertian Moving Class
Moving Class adalah salah satu sistem pembelajaran yang mana setiap guru mata pelajaran sudah siap mengajar di ruang kelas yang telah ditentukan sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya sehingga saat pergantian pelajaran bukan guru yang datang ke kelas siswa namun siswa datang ke kelas guru.  sistem moving class ini, seorang siswa dituntut untuk kreatif dalam belajar. Guru sudah tidak saatnya lagi memerintahkan siswa untuk belajar. Namun siswa harus belajar dengan kesadaran diri. sehingga siswa mampu menguasai konsep dengan sepenuhnya. maka siswa yang lebih berperan aktif dalam  menerima pelajaran dari guru. 

Moving Class merupakan belajar mengajar bercirikan siswa yang mendatangi guru di kelas bukan sebaliknya, terangnya sehingga terdapat penamaan kelas berdasarkan bidang studi misalnya kelas kompetensi matematika, kelas kompetensi  agama dan lain sebagainya.  Dengan sistem moving class yang dipadu dengan kelas terbuka atau open class, siswa akan lebih bergairah karena suasana belajar sesuai dengan bahan ajar. 

Moving Class adalah upaya untuk mendekatkan proses pembelajaran kepada proses ideal yang diinginkan harapannya dapat di realisasikan prinsip menyenangkan, dapat mengoptimalkan potensi dan bermanfaat dalam proses pembelajaran.  kelas kompetensi  di sini untuk memaksimalkan pengajaran dengan multimedia  yang ada. 

Pengertian lain moving class didefinisikan sebagai kelas khusus yang sesuai dengan kompetensi yang dikembangkan kelas kompetensi  yang dikembangkan adalah kelas homogen dimana dalam kelas tersebut hanya ada peraga, peraga, media, penataan dan kondisi sesuai dengan kompetensi adalah tempat dan sumber belajar, laboratorium dan tempat bermain untuk melakukan proses pembelajaran. Model moving class siswa dapat melakukan proses pembelajaran secara integral ( menyeluruh) mencakup semua kemampuan  (religiusitas, kematangan emosional, kecerdasan intelektual dan ketrampilan hidup). 

2. Tujuan dan Manfaat dalam Moving Class  
a. Menciptakan sistem pembelajaran baru dalam pembelajarannya
Upaya menciptakan sistem pembelajaran baru dalam pembelajaran di antaranya pengajaran dapat diselenggarakan dengan jumlah siswa yang banyak di bawah bimbingan seorang guru. Prinsip-prinsip individualitas dalam pengajaran dapat diterapkan melalui tugas-tugas individualitas maupun kelompok, siswa terlibat aktif melakukan tugas-tugas dengan tidak terikat pada ruangan yang terbatas.

Sistem pembelajaran yang tidak terikat dalam satu kelas (moving class) diharapkan siswa lebih aktif dan mandiri melakukan aktifitasnya sendiri sehingga mendukung siswa lebih aktif dan mandiri, siswa dapat menyelesaikan tugas menurut kecakapan, minat dan perhatian. Sehingga siswa merasakan kenyamanan dalam pembelajaran. 

b. Terjadinya kerja sama antar siswa dalam kegiatan belajar
Waktu pergantian mata pelajaran siswa  harus berpindah dalam kelas yang berbeda sehingga dibutuhkan adanya kerja sama dalam kegiatan pembelajaran dan  kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif, namun kemampuan untuk belajar melalui kegiatan kerjasama kelompok kecil akan memungkinkan siswa untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan khusus. Dengan adanya pembelajaran tematik melalui moving class diharapkan siswa belajar berinteraksi dengan yang lain, sehingga terciptanya kerjasama yang sinergis.  

c. Memulihkan Motivasi Belajar Siswa
Sistem  moving class bagi siswa   tentunya secara psikologis akan selalu memperoleh suasana baru sehingga dapat mengurangi kebosanan di dalam kelas. Beberapa kelas siswa mengembangkan perasaan akrabnya terhadap teman kelas lainnya. Secara khusus peserta didik telah mengambil bagian dalam aktifitas belajar aktif.  Siswa dapat mengasumsikan peran seseorang yang pekerjaannya adalah yang sedang mereka pelajari. Siswa diberi kenyataan pada tugas-tugas pekerjaan dengan sedikit instruksi sebelumnya dan mempelajari dengan melakukan. Siswa diberi kesempatan untuk  meninggalkan ruangan kelas dan mencari latihan dari pekerja-pekerja yang dapat bertindak sebagai sumber bagi mereka dan kesemuanya itu dapat memotivasi belajar siswa dengan suasana yang baru.  Maka akan tercipta pembelajaran yang menyenangkan.  

d. Guru dapat mempersiapkan dan merencanakan materi secara baik
Keterkaitan guru terhadap program pembelajaran menjadikan guru terikat terhadap tujuan yang dirumuskan dalam program pembelajaran.  Dengan kesiapan guru dalam menyampaikan materi akan menjadikan proses belajar mengajar berjalan lancar.  

daftar pustaka
  • Djaja Djajuri. dkk.(1998). Upaya Pembelajaran dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung:Renaja Rosdaarya.
  • Melvin L. Silberman. (2004). Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Acive. Bandung: Nusa Media Nuansa