Media Berbasis Visual: Pengertian dan Jenis serta Kelebihan Kekurangannya

wawasanpendidikan.com; Pada postingan sebelumnya telah dibahas tentang klasifikasi dari Media Pembelajaran. Kali ini sobat pendidikan akan menjelaskan secara rinci tentang Media berbasis visual, baik Pengertian dan jenis serta kelebihan kekurangannya

Media berbasis visual: Pengertian dan jenis serta kelebihan kekurangannya

Media berbasis visual

Berikut ini adalah penjelasan tentang  Media berbasis visual baik Pengertian dan jenis serta kelebihan kekurangannya

a. Media bagan (chart)
Adalah suatu media pengajaran yang penyajiannya secara diagramatik dengan menggunakan lambang-lambang visual, fungsi yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Sebagai media yang baik, bagan hendaknya:
1) Dapat dimengerti siswa
2) Sederhana dan lugas (tidak rumit)
3) Dapat diganti atau di rubah pada waktu-waktu tertentu. 

Ada beberapa jenis bagan (chart) antara lain bagan pohon(tree chart), bagan organisasi, bagan arus (flow chart), bagan garis waktu.

b. Media grafik (graph) 
Adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik garis atau gambar dan barang untuk memperjelasnya sering kali simbol-simbol verbal digunakan pula. Fungsi utamanya adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan suatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Beberapa keuntungan menggunakan grafik adalah:

1) Mempermudah dalam mempelajari dan mengingat data-data kuantitatif
2) Memudahkan dalam mengadakan analisis, interpretasi dan perbandingan antara data-data yang disajikan
3) Bersifat jelas, cepat, menarik dan logis semakin ruwet data yang akan disajikan semakin baik penampilan grafiknya.

Ada beberapa jenis grafik yaitu: 
a) Grafik garis atau kurva (line graph)
b) Grafik batang (bargraph).
c) Grafik lingkaran (pie graph).
d) Grafik simbol (pictorial graph).
e) Grafik peta dan globe.

c. Media gambar atau foto 
Foto merupakan media reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi dan alat visual yang paling efektif karena dapat di visualisasikan lebih konkret dan realistis. 

Beberapa kelebihan media gambar atau foto:
1) Lebih konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah, jika di banding bahasa verbal.
2) Dapat mengatasi ruang dan waktu.
3) Dapat mengatasi keterbatasan mata.
4) Memperjelas masalah dalam bidang apa saja 

Kelemahan-kelemahan media gambar atau foto:
a) Kelebihan dan penjelasan guru dapat menyebabkan penafsiran yang berbeda sesuai dengan pengetahuan masing-masing anak terhadap hal yang dijelaskan. 
b) Penghayatan tentang materi kurang sempurna karena hanya mengandalkan indera mata. 
c) Tidak meratanya penggunaan foto tersebut bagi anak dan kurang efektif dalam penglihatan. 

Jenis-jenis media gambar dan foto:
a) Foto dokumentasi
b) Foto aktual
c) Foto pemandangan
d) Foto iklan atau reklame
e) Foto simbolis.

d. Peta 
Peta adalah penyajian visual dari muka bumi. Pada dasarnya petaberfungsi untuk menyajikan data-data lokasi. Tetapi secara khusus peta tersebut memberikan informasi tetang:
1) Keadaan permukaan bumi, daratan, sungai-sungai, gunung-gunung dan bentuk-bentuk daratan serta perairan lainnya.
2) Tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat yang lain
3) Data-data budaya dan kemasyarakatan seperti misalnya populasi atau pola bahasa, adat istiadat  
4) Data-data ekonomi, seperti misalnya hasil pertanian, industri atau perdagangan internasional. 

Kecuali itu kelebihan lain dari peta, jika dipakai sebagai media dalam kegiatan belajar mengajar adalah:
1) Memungkinkan siswa mengerti posisi dari kesatuan politik, daerah kepulauan dan lain-lain
2) Merangsang minat siswa terhadap penduduk dan pengaruh-pengaruh geografis, memungkinkan siswa memperoleh gambaran tetang imigrasi dan distribusi penduduk, tumbuhantumbuhan dan kehidupan hewan, serta bentuk bumi yang sebenarnya. 

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, peta sangat penting untuk mengkonkritkan pesan-pesan yang abstrak. 

Sumber:
Asnawir dan M. Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers, 2002, Cet. 2.  
Sukarno IAIN Walisongo