Penggunaan Metode Kualitatif dalam Penelitian Evaluatif

wawasanpendidikan.com; Dalam melakukan penelitian, persoalan metode sangat tergantung dari situasi dan pertanyaan/jenis data yang diperoleh. Penggunaan metode pun tidak bisa Anda paksakan sesuai dengan paham atau paradigma yang anda anut. Untuk itu, dalam tulisan ini diketengahkan beberapa pertanyaan tentang kondisi di mana metode kualitatif dapat diterapkan dalam penelitian evaluatif yang dikutip dari Patton (1991). Walaupun memang pertanyaan-pertanyaan ini bukanlah daftar pertanyaan mutlak untuk tujuan tersebu.
Penggunaan Metode Kualitatif dalam Penelitian Evaluatif

  1. Apakah program itu menekankan hasil pada sisi individual, yaitu, apakah peserta yang berbeda diharapkan dapat dipengaruhi secara kualitatif dengan cara yang berbeda? Apakah ada kebutuhan atau hasrat untuk menggambarkan dan mengevaluasi hasil klien secara individual?
  2. Apakah pengambil kebijakan tertarik dalam menguraikan dan memahami dinamika internal program, kekuatan/kelebihan program, kelemahan program, dan semua proses yang berkaitan dengan program?
  3. Apakah kerincian, kedalaman informasi membutuhkan kasus klien atau lokasi program tertentu? Sebagai contoh terutama sekali kasus-kasus yang sukses, kegagalan yang tidak biasa, atau secara kritis kasus penting untuk alasan yang bersifat program, keuangan atau politis?
  4. Apakah ada minat untuk memfokuskan pada keragaman di antara keistimewaan akan kualitas unik yang ditunjukkan oleh klien individual dan program (sebagai lawan untuk membandingkan semua klien atau program dengan ukuran baku, seragam)?
  5. Apakah informasi membutuhkan rincian implementasi program: apa yang dilakukan klien dalam pengalaman program? Layanan apa yang diberikan klien? Bagaimana program diorganisasikan? Apa yang dilakukan oleh staf? Apakah pembuat keputusan perlu mengetahui apa yang terjadi dalam program dan bagaimana hal itu telah berkembang?
  6. Apakah staf program dan pihak yang berkepentingan lainnya tertarik dalam pengumpulan informasi deskriptif yang rinci tentang program untuk tujuan peningkatan program (yakni, apakah ada minat dalam evaluasi formatif?)
  7. Apakah ada kebutuhan untuk informasi tentang nuansa kualitas program, informasi deskriptif tentang kualitas aktivitas program dan hasilnya, tidak hanya tingkatan, jumlah, atau kuantitas aktivitas program dan hasilnya?
  8.  Apakah program membutuhkan kasus sistem kualitas penjaminan khusus?
  9. Apakah legislator atau pengambil keputusan lainnya atau penyandang dana memiliki ketertarikan terhadap aturan evaluator ketika melakukan kunjungan ke lokasi program, sehingga evaluator dapat sebagai wakil mata dan telinga bagi pengambil keputusan yang begitu sibuk untuk melakukan kunjungan ke lokasi dan yang memiliki kekurangan dalam pengamatan dan kemampuan mendengar sebagai evaluator terlatih? Apakah monitoring yang dilakukan oleh pengambil keputusan (legislator) diperlukan pada basis kasus?
  10. Apakah evaluasi yang menonjolkan diri menjadi perhatian? Akankah pembakuan administrasi instrumen pengukuran (kuesioner dan test) menjadi lebih ditonjolkan dibandingkan dengan pengumpulan data melalui pengamatan alami dan wawancara terbuka? Akankah kumpulan data kualitatif membangkitkan kegiatan kembali yang kurang di antara peserta daripada kumpulan data kuantitatif? Apakah ada kebutuhan untuk pengamatan yang tidak menonjolkan diri? 
  11. Apakah ada kebutuhan dan minat untuk mengindividualkan proses evaluasi dengan penggunaan metode penelitian yang menekankan pada personal, kontak tatap muka dengan program, metode yang bisa jadi dirasakan sebagai “humanistik” dan personal karena mereka tidak memberi label dan nama para peserta, dan merasa alami, informal, dan dapat dimengerti oleh peserta?
  12. Apakah pendekatan evaluasi responsif tepat yakni suatu pendekatan yang pada khususnya peka untuk mengumpulkan data deskriptif dan melaporkan informasi dalam pengertian sudut pandang pemangku kepentingan yang berbeda, berdasarkan kontak langsung personal, dengan pemangku kepentingan yang berbeda itu?
  13. Apakah tujuan program tidak jelas, umum, dan tidak spesifik, menunjukkan kemungkinan atas keuntungan pendekatan evaluasi bebas dari tujuan, yang akan mengumpulkan informasi tentang efek seperti apa dari program yang senyatanya dimiliki daripada mengukur pencapaian tujuan?
  14.  Apakah ada kemungkinan bahwa program bisa jadi mempengaruhi klien atau peserta dalam cara yang tidak diantisipasi dan/atau memiliki akibat sampingan yang tidak diharapkan, menunjukkan kebutuhan atas metode penelitian yang dapat mengungkapkan efek di balik pernyataan yang secara formal seperti yang diinginkan oleh staf program (sekali lagi, suatu petunjuk kebutuhan akan suatu bentuk evaluasi bebas dari tujuan?
  15. Apakah ada kekurangan bukti instrumen kuantitatif untuk hasil program yang penting? Apakah ketentuan ilmu pengukuran seperti halnya instrumen baku yang tidak valid, reliabel, dan dapat dipercaya, adalah memungkinkan atau mampu dengan mudah menjadi berkembang guna mengukur secara kuantitatif hasil program yang istimewa dimana suatu data diperlukan? 
  16. Apakah evaluasi itu eksploratif? Apakah program dilakukan pada saat tingkatan pre-evaluasi, dimana tujuan dan isi program masih sedang berkembang? 
  17. Apakah kemampuan penaksiran evaluasi diperlukan untuk menentukan rancangan evaluasi tahap akhir? 
  18. Apakah ada kebutuhan untuk menambah kedalaman, kerincian, dan makna atas temuan statistik atau generalisasi survei? 
  19.  Apakah kumpulan data evaluasi kuantitatif menjadi begitu rutin sehingga tidak ada banyak perhatian lagi pada hasilnya, menyarankan kebutuhan yang memungkinkan untuk menepis rutinitas  lama dan menggunakan metode baru untuk membangkitkan pemahaman baru tentang program?
  20. Apakah ada kebutuhan membangun teori program berdasarkan pada pengamatan aktivitas program dan dampaknya, dan hubungan antara perlakuan dan hasilnya?

Dari dua puluh pertanyaan tersebut di atas, jika jawabannya ‘ya’, maka metode kualitatif sangat cocok untuk melakukan penelitian evaluasi program. Bagaimana aplikasi metode kualitatif dalam sebuah proyek penelitian? Hal ini akan dibahas pada konten-konten yang berisi penelitian kualitatif sampai tuntas, tentunya dapat diperoleh di blog ini maupun website atau blog lainnya. Yang jelas pertanyaan-pertanyaan di atas, bertujuan untuk merangsang pola pikir kreatif dalam melakukan penelitian evaluatif menggunakan metode kualitatif.

Oleh: Muhammad Ali Gunawan

Sumber:

Patton, Michael Quinn. 1991. How to Use Qualitative Methods in Evaluation. SAGE Publications.