Konsep Dasar Pendidikan Karakter

wawasanpendidikan.com; pada postingan sebelumnya telah dijelaskan tentang Pengertian Pendidikan karakter dan Tujuan dan Metode Pendidikan Karakter. Kali ini sobat pendidikan akan melanjutkan pembahasan tentang Konsep Dasar Pendidikan Karakter. semoga bermanfaat. 


Karakter pada diri seseorang dapat terbentuk karena adanya interaksi dengan dunia luar. Cara seseorang menanggapi setiap keadaan biasanya dipengaruhi oleh kebiasaan yang ada dalam masyarakat. Karakter menjadi sesuatu yang abstrak tetapi begitu nyata dalam tingkah laku sehingga bisa dibentuk dan diarahkan. Pembentukannya tentu saja dengan pengajaran dan pelatihan melalui proses pendidikan. Itulah yang bisa disebut sebagai pendidikan karakter, suatu usaha yang ditujukan untuk membentuk dan mengarahkan karakter serta kedewasaan seseorang. 

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai hidup, baik terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, alam dan lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia yang berakhlak mulia. Pendidikan karakter menggarap berbagai aspek dari pendidikan moral, pendidikan kewarganegaraan, dan juga pengembangan karakter.

Menurut Doni Koesoema Pendidikan karakter adalah usaha yang dilakukan secara individu dan sosial dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan kebebasan individu itu sendiri. Segala usaha baik yang formal di sekolah ataupun informal dalam keluarga dan lingkungan yang memberi kebebasan seseorang untuk berkembang merupakan proses pendidikan -dalam arti luas-. Dari sinilah karakter individu terbentuk,
terutama dalam lingkungan keluarganya sebagai lingkungan pertama bagi tumbuh kembang seseorang.

Pendidikan karakter harus bersifat membebaskan karena hanya dalam kebebasannya individu “dapat menghayati kebebasannya sehingga ia dapat bertanggung jawab atas pertumbuhan dirinya sendiri sebagai pribadi dan perkembangan orang lain dalam hidup mereka”. Kebebasan dalam hal ini berarti tidak mengekang kreativitas dan potensi anak dengan belenggubelenggu sekolah atau keotoriteran orang tua. 

Membahas tentang pendidikan karakter, sama halnya dengan membahas manusia sebagai pribadi serta perilakunya dalam masyarakat. Tentu saja hal itu menyangkut permasalahan kebudayaan, etika, moral dan akhlak. Dengan demikian akan dapat dipahami urgensi pendidikan karakter bagi kehidupan manusia dalam hidup bermasyarakat dan berbangsa.

Sumber:

  • Yudi Latif. (2009). Menyemai Karakter Bangsa. Jakarta: Kompas 
  • Doni Koesoema. (2007). Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grafindo