Husnuzh-Zhan: Pengertian dan Manfaat serta Hikmahnya

wawasanpendidikan.com. salah satu akhlak yang baik adalah senantiasa Husnuzhan kepada sesama manusia maupun kepada pencipta. kali ini sobat pendidikan akan membahas secara jelas tentang Husnuzh-zhan mulai dari  Pengertian dan Manfaat serta hikmahnya. semoga bermanfaat

A. Pengertian Husnuzhan
Secara bahasa husnuzhan berasal dar dua kata, yaitu khusnu dan zhan yang memiliki arti berbaik sangka. Secara istilah husnuzhan adalah berbaik sangka terhadap segala dan ketentuan Allah yang diberikan kepada manusia. Berprasangka baik sebagai tindakan yang benar sebab semua jiwa tidak akan menjadi baik kecuali dengan mengingat rahmat dan ampunan Allah. Karena sikap Allah yang demikian baik, maka hamba akan selalu mendekatkan diri kepada Allah dan berusaha keras untuk melakukan kebaikan. Ucapan subhanallah (Mahasuci Allah) berarti meMahasucikan Allah dari setiap gambaran atau pikiran negatif tentang Dia. Implikasinya  dengan kita sendiri adalah ucapan subhanallah berusaha membebaskan diri kita dari setiap pikiran negatif. Ucapan yang berdampingan dengan tasbih (subhanallah) adalah tahmid ( Alhamdulillah ) yang artinya segala puji bagi Allah. 

Bacaan tahmid ini mengandung makna penegasan kepada diri sendiri supaya tidak berpikir negatif tentang Allah. Bahkan hanya berpikir positif tentang Allah. Hal ini mendidik diri sendiri agar selalu mempunyai pandangan yang penuh apresiasi dan rasa optimis kepada allah atas segala takdir-Nya atas kita. Sikap ini tidak boleh dikacaukan dengan sikap fatanisme, yaitu sikap putus asa terhadap masa depan. Sikap husnuzhan di atas kebalikan dari sikap fatanisme, sebab dengan memahami dan meresapkan makna tasbih dan tahmid, maka akan dapat menanamkan dalam jiwa kita sikap yang positif , optimis, dan penuh harapan kepada Allah bagi masa depan kita. 

B. Manfaat Husnuzhan
Sikap husnuzhan akan melahirkan keyakinan bahwa segala kenikmatan dan kebaikan yang diterima manusia berasal dari Allah, sedangkan keburukan yang menimpa manusi disebabkan dosa dan kemaksiatannya. Tidak seorang pun bisa lari dari takdir yang telah ditetapkan Allah. Manusia tidak akan sampai kepada sesuatu yang membuat hatinya tenang, kecuali jika ia mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya dan meninggalkan masalah yang meragukan imannya. Ketenangan hati akan dapat dicapai manakala mau menjadikan perintah-perintah syari‟at sebagai petunjuk untuk menyerahkan diri kepada allah.

C. Hikmah Husnuzhan 
  • Melahirkan kesadaran bagi umat manusia, bahwa segala sesuatu di alam semesta ini berjalan sesuai dengan aturan dan hukum yang ditetapkan dengan pasti oleh Allah. 
  • Mendorong manusia untuk berusaha dan beramal dengan sungguh-sungguh untuk mencapai kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat serta mengikuti hukum sebab akibat yang berlaku dan ketetapan Allah. 
  • Mendorong manusia untuk semakin mendekatkan diri pada Allah yang memiliki kekuasaan dan kehendak yang mutlak dan memiliki kebijaksanaan, keadilan dan kasih sayang kepada makhluk-Nya. 
  • Menanamkan sikap tawakal dalam diri manusia karena menyadari bahwa manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, sedangkan hasilnya diserahkan kepada Allah sebagai Dzat yang menciptakan dan mengatur kehidupan manusia.  
  • Sikap husnuzhan mendatangkan ketenangan jiwa dan ketentraman hidup karena meyakini apa pun yang terjadi atas kehendak Allah.   

Sumber:
Roli Abdul rahman. (2008) Menjaga Akidah dan Akhlak. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri