Apakah bedanya Belajar dan Pembelajaran?

wawasanpendidikan.com; telah menjadi perbincangan yang hangat mengenai dua istilah yang saling berkaitan yaitu  belajar dan pembelajaran. kedua istilah ini saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. apa perbedaannya keduanya? kali ini sobat pendidikan akan menjelaskan tentang Belajar dan Pembelajaran.
Apakah bedanya Belajar dan Pembelajaran?
Belajar merupakan kegiatan yang dewasa ini semakin dirasakan peranan pentingnya oleh masyarakat. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya, keterampilannya, kecakapan dan kemampuannya, daya reaksinya, daya penerimaannya dan lain-lain aspek yang ada pada individu. Sehingga belajar adakalanya dikatakan berhasil atau belum berhasil. Mengingat adanya tujuan yang ingin dicapai berupa perubahan pada tingkah laku ataupun yang lainnya seperti yang dikemukakan di atas.

Pendiri aliran teori belajar tingkah laku Torndike mengemukakan teorinya bahwa: “Belajar adalah proses interaksi antara stimulus (yang mungkin berupa pikiran, perasaan atau gerakan) dan respon (yang juga bisa berupa pikiran, perasan atau gerakan).” Ini menunjukkan bahwa belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapanpun serta siapapun oleh mereka yang memiliki kemampuan menangkap stimulus. Maksudnya ialah memiliki akal untuk berfikir dan indra yang digunakan untuk menangkap stimulus.

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam memperoleh pengetahuan. Cynthia Ulrich Tobias dalam bukunya The Way They Learn mengatakan; “each person is so complex and unique, no one learning styles models can fully describe what a person is.” “Each of us takes in information in a different way, and because our learning styles are so diverse, we may as well be trying to communicate with each other in two language.”

Maksudnya ialah, setiap orang sangat kompleks dan unik,  tidak ada model gaya belajar yang dapatsepenuhnya menggambarkan siapa seseorang itu sebenarnya (setiap orang tidak hanya memiliki satu gaya belajar, namun ada gaya belajar yang dominan dalam diri seseorang tersebut). Banyak dari kita menerima informasi dengan cara yang berbeda, oleh karenanya gaya belajar kita sangat bermacammacam, kita mungkin mencoba berkomunikasi dengan orang lain dalam dua bahasa.

Agar ada pemahaman yang jelas, clear and distinct maka penting ditegaskan di sini pengertian belajar dan pembelajaran sehingga perbedaan keduanya dapat diketahui, baik secara teoritis dan praktisnya.
"Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan sesorang atau peserta didik secara pribadi dan sepihak. Sementara pembelajaran itu melibatkan dua pihak yaitu guru dan peserta didik yang di dalamnya mengandung dua unsur sekaligus yaitu mengajar dan belajar (teaching and learning). Jadi pembelajaran telah mencakup belajar. Istilah pembelajaran merupakan perubahan istilah yang sebelumnya dikenal dengan istilah proses belajar mengajar (PBM) atau kegiatan belajar mengajar (KBM). "
Melalui definisi di atas, belum dapat menjelaskan bagaimana proses yang terjadi. Maka untuk mengetahui seutuhnya, harus diketahui terlebih dahulu apa itu pembelajaran atau pengajaran. “Pembelajaran dari kata dasar “belajar” yang mendapat imbuhan pe – an yang menunjukkan arti proses.” 
"Pembelajaran merupakan terjemahan dari kata instruction yang dalam bahasa yunani disebut instructus atau intruere yang berarti menyampaikan pikiran, dengan demikian arti instruksional adalahmenyampaikan pikiran atau ide yang telah diolah secara bermakna melalui pembelajaran."
Pengertian pembelajaran dijelaskan dalam UU Sisdiknas tahun 2003 Bab I pasal 1: “Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.” Sehingga telah gamblang bahwa dalam proses interaksi tersebut ada empat komponen yang berperan pokok, yakni peserta didik,  pendidik, sumber belajar dan lingkungan belajar. Keterpaduan proses belajar siswa dengan proses mengajar guru sehingga terjadi interaksi belajar-mengajar (terjadi proses pengajaran) tidak datang begitu saja dan tidak dapat tumbuh tanpa pengaturan dan perencanaan yang seksama. Pengaturan sangat diperlukan terutama dalam menentukan komponen dan variabel yang harus ada dalam proses pengajaran tersebut. Perencanaan dimaksudkan merumuskan dan menetapkan interelasi sejumlah komponen dan variabel sehingga memungkinkan terselenggaranya pengajaran yang efektif.

Sebelum istilah pembelajaran populer, para penulis menggunakan istilah pengajaran. Karena ada perbedaan persepsi anatara istilah pembelajaran dan pengajaran. Praktek mengajar di sekolah-sekolah pada umumnya lebih banyak berpusat pada guru, atau berkonotasi teacher centerd (berpusat pada guru). Dengan menggunakan istilah pembelajaran  diharapkan guru ingat tugasnya membelajarakan siswa. 

Sumber:
  • Bambang Warsita. (2008). Teknologi Pembelajaran: Landasan dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta
  • Ismail. (2008). Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis P.A.I.K.E.M. Semarang:RaSAIL Media Group
  • A. Tabrani Rusyan, dkk. (1989). Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Karya