Klasifikasi Sumber Belajar Menurut Pendapat Ahli

wawasanpendidikan.com; Seperti yang telah dijelaskan pada postingan sebelumnya bahwa sumber belajar sangat beraneka ragam baik jenis dan bentuknya. Sehingga, hal tersebut membuat klasifikasi sumber belajar  tidaklah   mudah.   Hal  itu  disebabkan   oleh sulitnya membuat batas yang tegas dan pasti tentang perbedaan atau ciri ciri yang terdapat pada sumber belajar. Misalnya, kegiatan diskusi dapat diklasifikasikan  kedalam  sumber  Belajar  yang  dirancang, namunbdapat juga dimasukkan ke dalam klasifikasi sumber belajar yang dimanfaatkan, sebab  kegiatan diskusi  yang  spontan  dalam  kegiatan pengajaran  bisa terjadi tanpa direncanakan sebelumnya.

Klasifikasi Sumber Belajar Menurut Pendapat Ahli
Klasifikasi Sumber Belajar Menurut Pendapat Ahli
Namun, Wallington   secara   mudah   dapat   mengklasifikasikan sumber belajar menjadi sebuah pertanyaan pertanyaan seperti berikut apa, siapa, dimana dan bagaimana. Berpangkal dari pertanyaan pertanyaan tersebut untuk selanjutnya berkembang menjadi pertanyaan pertanyaan sebagai berikut:
a.   Apakah jenis informasi yang disampaikan? 
b.   Siapakah yang melaksanakan transmisi itu? 
c.   Bagaimanakah cara mentransmisi itu? 
d.   Di manakah transmisi itu diadakan? (Ahmad Rohani, 1997)

Berdasarkan     pertanyaan     pertanyaan     dari     Wallington     ini, selanjutnya dapat disusun klasifikasi sumber belajar sebagai berikut:


Klasifikasi  ini  kemudian  memberi  inspirasi  pada  AECT (Association   for   Education   Communication   and   Technology)   untuk membuat  klasifikasi  lebih  lanjut.  Di  mana,  AECT  mengklasifikasikan sumber belajar menjadi enam yaitu :
  1. Message (pesan) yaitu informasi atau ajaran yang diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk gagasan, fakta, arti dan data. Termasuk dalam   kelompok pesan adalah semua bidang studi/mata kuliah atau bahan pengajaran yang diajarkan  kepada peserta didik dan sebagainya.
  2. People  (orang)  yakni  manusia  yang  bertindak  sebagai  penyimpan pengolah dan   penyaji   pesan. Termasuk    kelompok    ini   adalah guru/dosen, tutor, peserta didik dan sebagainya.
  3. Materials  (bahan)  yaitu  perangkat  lunak  yang  mengandung  pesan untuk disajikan melalui penggunaan  alat perangkat keras ataupun oleh dirinya sendiri. Berbagai program media termasuk kategori materials seperti transportasi, slide, film, audio, video, modul, majalah, buku dan sebagainya.
  4. Device (alat) yakni sesuatu (perangkat  keras) yang digunakan  untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan misalnya overhead proyektor, slide, video tape/recorder, pesawat radio/tv, dan sebagainya.
  5. Technique  (tekhnik)  yaitu  prosedur  atau  acuan  yang  dipersiapkan untuk penggunaan bahan, peralatan, orang lingkungan untuk menyampaikan  pesan  misalnya  pengajaran  berprogram/modul, simulasi, demonstrasi, tanya jawab, CBSA dan sebagainya.
  6. Setting (lingkungan) adalah situasi atau suasana sekitar dimana pesan disampaikan. Baik lingkungan fisik: ruang kelas, gedung sekolah, perpustakaan,  laboratorium,  taman,  lapangan  dan sebagainya. Juga lingkungan  non  fisik:  misalnya  suasana  belajar  itu  sendiri,  tenang, ramai, lelah dan sebagainya (Fatah Syukur NC, 2005)
Klasifikasi Sumber Belajar Menurut Pendapat Ahli
Klasifikasi Sumber Belajar 

Sedangkan, Ely memberikan klasifikasi  yang pada dasarnya sama dengan AECT hanya sedikit perbedaan, antara lain :
  1. Istilah people diganti dengan man yang mentransmisikan pesan.
  2. Media instrumentation menggantikan istilah devices dan materials
  3. Technique sebagai pengganti method
  4. Environment sebagai pengganti setting (Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi, 1991)
Versi  lain  dalam  pembagian  sumber  belajar    dikemukakan  oleh Nana  Sudjana     dan  Ahmad  Rivai, mereka  membagi  sumber  belajar menjadi 2 bagian yaitu: 
Pertama, sumber   belajar yang dirancang   atau learning resources by design yakni sumber belajar yang sengaja direncanakan, disiapkan untuk pengajaran tertentu. 
Kedua, sumber belajar yang dimanfaatkan   atau learning resources by utilization yakni sumber belajar yang tidak direncanakan  atau tanpa dipersiapkan  terlebih dahulu, tetapi  langsung  dipakai  guna kepentingan pengajaran,  diambil  langsung dari dunia nyata.(Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, 1989)

Menurut mereka kedua sumber belajar di atas sama efektifnya, bergantung   pada   bagaimana pemanfaatannya   dalam   proses   belajar mengajar. Kedua macam sumber belajar itu sama sama dapat digunakan dalam kegiatan instruksional karena keduanya memberikan kemudahan belajar pada siswa. Pembagian lain mengenai sumber belajar adalah sebagai berikut:
  1. Sumber  belajar  cetak :misalnya  buku,  majalah,  ensiklopedia,  brosur, koran, poster ,denah dan lain lain
  2. Sumber belajar non cetak misalnya film, slide, video, model, boneka, audio, kaset dan lain lain
  3. Sumber  belajar  yang  berupa  fasilitas  misalnya  auditorium, perpustakaan, ruang belajar, meja belajar individual(carrel), studio, lapangan olahraga dan lain lain.
  4. Sumber  belajar  yang  berupa  aktifitas/kegiatan   seperti  wawancara, diskusi, ceramah dan lain lain.
  5. Sumber  belajar  yang  berupa  lingkungan   di  masyarakat   misalnya taman, terminal dan lain-lain.
Sekalipun telah dipisahkan  ke dalam berbagai golongan tersebut, dalam   kenyataan    sumber   belajar tersebut   satu   sama   lain   saling berhubungan  sehingga  kadang kadang sulit memisahkanya  semisal pada saat  peserta  didik  mencoba  menggunakan  peralatan  ada  peserta  didik tertentu yang membantu temannya menggunakan peralatan tersebut, maka di  sini  peserta  didik  sebagai  sumber belajar. Sehingga dari  pembagian jenis sumber belajar di atas, bukanlah pembagian yang bersifat mutlak, hal ini dikarenakan sulitnya untuk membuat batasan yang tegas yaitu dalam pengklasifikasian.

demikianlah penjelasan tentang Klasifikasi Sumber Belajar Menurut Pendapat Ahli. Semoga bermanfaat.

Sumber:
Ahmad Rohani. (1997). Media Instruksional Eduklatif. Jakarta : Rineka Cipta
Fatah Syukur NC. (2005). Teknologi Pendidikan. Semarang: RaSAIL
Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi. (1991). Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. (1989). Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru