Pengertian, Aspek, Indikator, dan Manfaat serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar

wawasanpendidikan.com; kata minat sudah tidak asing lagi. minat sangat berpengaruh terhadap Motivasi Belajar siswa. selain Motivas juga mempengaruhi Hasil Belajar siswa. kali ini sobat pendidikan akan membahas secara tuntas segala sesuatu yang berhubungan dengan minat antara lain Pengertian, Aspek, Indikator, dan Manfaat serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar. 

Pengertian, Aspek, Indikator, dan Manfaat serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar
Minat Belajar
A. Pengertian Minat Belajar

Untuk dapat melihat keberhasilan proses kegiatan belaja mengajar,  seluruh  faktor-fakor  yang berhubungan dengan  guru  dan murid  harus  dapat  diperhatikan.  Mulai  dari  perilaku  guru  dalam mengajar sampai dengan tingkah laku siswa sebagai timabal balik dari hasil sebuah pengajaran.

Tingkah laku siswa ketika mengikuti proses belajar mengajar dapat mengindikasikan akan ketertarikan siswa tersebut terhadat pelajaran itu atau sebaliknya, ia merasa tidak tertarik dengan pelajaran tersebut. Ketertarikan siswa inilah yang merupakan salah satu tanda- tanda   minat.   Lebih   lanjut   terdapat   beberapa   Pengertian   Minat diantaranya adalah:
  1. Menurut M. Alisuf Sabri Minat adalah “kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus, minat ini    erat    kaitannya   dengan    perasaan    senang,    karena   itu dapat dikatakan minat itu terjadi karena sikap senang kepada sesuatu, orang yang  berminat  kepada sesuatu  berarti  ia  sikapnya  senang  kepada sesuatu. (M. Alisuf Sabri, 1995)
  2. Menurut  Muhibbin  Syah  Minat  adalah  “kecenderungan  dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu”. (Muhibbin Syah, 2001)
  3. Menurut  Ahmad  D.  Marimba  Minat    adalah    “kecenderungan jiwa kepada   sesuatu,   karena   kita merasa   ada   kepentingan   dengan sesuatu  itu, pada umumnya disertai dengan perasaan senang akan sesuatu itu”. (Ahmad D. Marimba, 1980)
  4. Menurut Mahfudh Shalahuddin Minat adalah “perhatian yang mengandung   unsur-unsur perasaan. Dengan   begitu   minat, tambah Mahfudh, sangat   menentukan   sikap   yang   menyebabkan   seseorang aktif dalam suatu pekerjaan, atau dengan kata  lain, minat dapat menjadi sebab dari suatu kegiatan”.(Mahfudh Shahuddin, 1990)
  5. Menurut Crow dan Crow bahwa “minat atau interest bisa berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita untuk cendrung atau merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan, ataupun bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri”. (Abd. Rachman Abror, 1993)
  6. Menurut Hurlock bahwa  minat merupakan hasil dari   pengalaman atau proses belajar. (Hurlock, 1990).
B. Aspek-aspek Minat Belajar

Seperti yang telah di kemukakan bahwa minat dapat diartikan sebagai suatu    ketertarikan terhadap suatu objek yang kemudian mendorong individu untuk  mempelajari dan menekuni segala hal yang berkaitan dengan minatnya tersebut.

Minat yang diperoleh melalui adanya suatu proses belajar dikembangkan melalui proses menilai suatu objek yang kemudian menghasilkan suatu penilaian-penilaian tertentu terhadap objek yang menimbulkan minat seseorang.

Penilaian-penilaian    terhadap    objek    yang    diperoleh  melalui proses belajar  itulah  yang  kemudian menghasilkan  suatu  keputusan mengenal adanya ketertarikan atau ketidaktertarikan seseorang  terhadap objek yang dihadapinya.

Menurut (Hurlock, 1990) ia mengemukakan bahwa minat memiliki dua aspek yaitu:

1.  Aspek kognitif
Aspek   ini   didasarkan   atas   konsep   yang   dikembangkan seseorang  mengenai  bidang  yang  berkaitan dengan  minat.  Konsep yang membangun aspek kognitif didasarkan atas pengalaman dan apa yang dipelajari dari lingkungan.

2.  Aspek afektif
Aspek afektif ini adalah konsep yang membangun konsep kognitif dan dinyatakan  dalam  sikap  terhadap kegiatan  atau  objek yang menimbulkan minat. Aspek ini mempunyai peranan yang besar dalam memotivasikan tindakan seseorang.

C. Indikator Minat Belajar

Dalam  kamus  besar  Bahasa  Indonesia  indikator  adalah  Alat pemantau   (sesuatu)   yang   dapat memberikan   petunjuk/keterangan (Depdikbud, 1991). Kaitannya dengan minat siswa maka indikator adalah sebagai alat pemantau yang dapat memberikan petunjuk ke arah minat. Ada beberapa indikator siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi hal ini dapat dikenali melalui proses belajar dikelas maupun dirumah.

1.  Perasaan Senang
Seorang siswa yang memiliki perasaan senang atau suka terhadap    pelajaran  Sejarah  Kebudayaan  Islam misalnya,  maka  ia harus terus mempelajari ilmu yang berhubungan dengan Sejarah Kebudayaan Islam. Sama   sekali   tidak ada perasaan terpaksa untuk mempelajari bidang tersebut.

2.  Perhatian dalam Belajar
Adanya perhatian juga menjadi salah satu indikator minat. Perhatian merupakan konsentrasi atau aktifitas jiwa kita terhadap pengamatan, pengertian, dan sebagainya dengan mengesampingkan yang   lain dari pada itu. Seseorang yang memiliki minat pada objek tertentu   maka dengan sendirinya dia akan memperhatikan objek tersebut. Misalnya,  seorang  siswa menaruh minat terhadap pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, maka ia berusaha untuk memperhatikan penjelasan dari gurunya.

3.  Bahan Pelajaran dan Sikap Guru yang Menarik
Tidak semua siswa menyukai suatu bidang studi pelajaran karena faktor minatnya  sendiri. Ada yang mengembangkan minatnya terhadap  bidang pelajaran  tersebut    karena pengaruh dari  gurunya, teman sekelas,  bahan  pelajaran  yang  menarik.  Walaupun demikian lama-kelamaan  jika  siswa  mampu mengembangkan  minatnya  yang kuat terhadap mata pelajaran niscaya ia bisa memperoleh prestasi yang berhasil sekalipun ia tergolong siswa yang berkemampuan rata-rata. Sebagaimana    dikemukakan    oleh Brown    yang    dikutip  oleh Ali Imran sebagai berikut:

“Tertarik    kepada    guru,    artinya    tidak  membenci    atau bersikap acuh   tak   acuh,   tertarik   kepada mata   pelajaran   yang diajarkan, mempunyai   antusias   yang   tinggi   serta   mengendalikan perhatiannya terutama  kepada  gur,  ingin  selalu  bergabung  dalam kelompok   kelas, ingin identitas dirinya diketahui oleh orng lain, tindakan kebiasaan dan moralnya   selalu   dalam   kontroldiri,   selalu mengingat     pelajaran dan  mempelajarinya  kembali,  dan  selalu terkontrol oleh lingkungannya”.(Ali Imran, 1996)

4.  Manfaat dan Fungsi Mata Pelajaran
Selain   adanya   perasaan   senang,   perhatian   dalam   belajar dan juga bahan pelajaran serta sikap guru yang menarik. Adanya manfaat dan   fungsi   pelajaran (dalam   hal   ini   pelajaran   Sejarah Kebudayaan Islam)   juga   merupakan salah   satu   indikator   minat. Karena  setiap  pelajaran  mempunyai manfaat dan fungsinya. Seperti contoh misalnya pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam banyak memberikan manfaat kepada   siswa bila Sejarah Kebudayaan Islam tidak hanya dipelajari di sekolah   tetapi   juga   dipelajari sebaliknya bila   siswa   tidak   membaca pelajaran   Sejarah Kebudayaan Islam maka  siswa  tidak  dapat merasakan  manfaat  yang terdapat dalam pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam tersebut.

D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar

Salah satu pendorong dalam keberhasilan belajar adalah minatterutama   minat   yang   tinggi. Minat   itu tidak   muncul   dengan sendirinya   akan   tetapi   banyak   faktor   yang   dapat   mempengaruhi munculnya minat. Ada  beberapa  faktor  yang  dapat  mempengaruhi  minat  belajar  siswa antara lain:

Minat  seseorang  akan  semakin tinggi bila disertai  motivasi, baik yang bersifat internal ataupun eksternal. Menurut D.P. Tampubolon minat merupakan perpaduan antara keinginan dan kemampuan  yang  dapat berkembang  jika  ada  motivasi( D.P. Tampubolon, 1993).   Seorang siswa yang ingin memperdalam Ilmu Pengetahuan tentang Matematika misalnya,  tentu  akan  terarah  minatnya  untuk  membaca  buku-buku tentang matematika, mendiskusikannya, dan sebagainya.

Minat dapat diperoleh melalui belajar, karena dengan belajar siswa yang semula tidak menyenangi suatu pelajaran tertentu, lama kelamaan lantaran bertambahnya pengetahuan mengenai pelajaran tersebut, minat pun tumbuh sehingga ia akan lebih giat lagi mempelajari pelajaran  tersebut.  Hal  ini  sesuai  dengan pendapatnya Singgih D. Gunarsa dan Ny. Singgih D.G bahwa ìminat akan  timbul dari sesuatu yang diketahui dan kita dapat mengetahui sesuatu dengan belajar,  karena  itu   semakin  banyak   belajar  semakin   luas pula bidang minat.(D.P. Tampubolon, 1993)

3. Bahan Pelajaran dan Sikap Guru
Faktor  yang  dapat  membangkitkan  dan  merangsang  minat adalah  faktor  bahan  pelajaran  yang  akan diajarkan  kepada  siswa. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, akan sering dipelajari oleh siswa yang bersangkutan. Dan  sebaliknya bahan pelajaran yang  tidak menarik   minat   siswa   tentu   akan dikesampingkan   oleh   siswa, sebagaimana  telah disinyalir oleh Slameto bahwa Minat mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tidak  akan  belajar  dengan  sebaik-baiknya,  karena    tidak  ada  daya tarik baginya.

Guru juga salah satu obyek yang dapat merangsang dan membangkitkan  minat  belajar  siswa.  Menurut Kurt  Singer  bahwa Guru  yang  berhasil  membina  kesediaan  belajar  murid-muridnya, berarti  telah melakukan hal-hal yang  terpenting yang dapat dilakukan demi kepentingan murid-muridnya. (Kurt Singer,1987)

Guru yang pandai, baik, ramah, disiplin, serta disenangi murid sangat besar pengaruhnya dalam membangkitkan minat murid. Sebaliknya guru yang memiliki sikap buruk  dan  tidak disukai oleh murid, akan sukar dapat merangsang  timbulnya minat  dan  perhatian murid.

Bentuk-bentuk kepribadian gurulah yang dapat mempengaruhi timbulnya minat siswa. Oleh karena itu dalam proses belajar mengajar guru harus peka terhadap situasi kelas. Ia harus mengetahui dan memperhatikan akan metode-metode mengajar yang cocok dan sesuai denga tingkatan kecerdasan para siswanya, artinya guru harus memahami kebutuhan dan perkembangan jiwa siswanya.

4. Keluarga
Orang tua adalah  orang  yang terdekat  dalam  keluarga,  oleh karenanya keluarga sangat berpengaruh dalam menentukan minat seorang siswa terhadap pelajaran. Apa yang diberikan oleh keluarga sangat berpengaruhnya bagi perkembangan jiwa anak. Dalam proses perkembangan minat diperlukan dukungan perhatian dan bimbingan dari keluarga khususnya orang tua.

5. Teman Pergaulan
Melalui pergaulan seseorang akan dapat terpengaruh arah minatnya oleh teman-temannya,  khususnya  teman akrabnya. Khusus bagi remaja, pengaruh  teman  ini sangat besar karena dalam pergaulan itulah  mereka memupuk  pribadi  dan  melakukan  aktifitas  bersama- sama    untuk    mengurangi    ketegangan    dan kegoncangan    yang mereka alami.

6. Lingkungan
Melalui  pergaulan  seseorang  akan  terpengaruh minatnya. Hal ini   ditegaskan oleh   pendapat   yang dikemukakan   oleh  Crow  bahwa  ìminat  dapat  diperoleh  dari  kemudian  sebagai  dari pengalaman mereka dari lingkungan di mana mereka tinggal.

Lingkungan sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Lingkungan adalah keluarga yang mengasuh dan membesarkan anak, sekolah tempat mendidik, masyarakat tempat bergaul, juga tempat bermain sehari-hari dengan keadaan alam dan iklimnya, flora serta faunanya. Besar kecilnya pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan bergantung kepada keadaan lingkungan  anak  itu sendiri serta jasmani dan rohaninya. (M. Dalyono, 1997)

7. Cita-cita
Setiap manusia memiliki cita-cita di dalam hidupnya, termasuk para siswa. Cita-cita  juga mempengaruhi minat belajar siswa, bahkan cita-cita   juga   dapat   dikatakan   sebagai   perwujudan   dari minat seseorang dalam prospek kehidupan di masa yang akan datang. Cita- cita  ini  senantiasa  dikejar  dan  diperjuangkan, bahkan  tidak  jarang meskipun   mendapat   rintangan,   seseorang   tetap   beruaha   untuk mencapainya.

8. Bakat
Melalui   bakat   seseorang   akan   memiliki   minat.   Ini   dapat dibuktikan dengan contoh: bila seseorang sejak  kecil memiliki  bakat menyanyi,  secara  tidak langsung  ia  akan memiliki minat  dalam hal menyanyi. Jika ia dipaksakan untuk menyukai sesuatu yang lain, kemungkinan ia akan membencinya atau merupakan suatu beban bagi dirinya. Oleh karena itu, dalam memberikan pilihan baik sekolah maupun aktivitas lainnya sebaiknya disesuaikan dengan bakat dimiliki.

9.  Hobi
Bagi   setiap   orang   hobi   merupakan   salah   satu   hal   yang menyebabkan   timbulnya   minat.   Sebagai contoh,   seseorang   yang memiliki hobi terhadap matematika maka secara tidak langsung dalam dirinya timbul  minat  untuk  menekuni  ilmu matematika, begitupun dengan hobi yang lainnya. Dengan  demikian, faktor  hobi  tidak  bisa dipisahkan dari faktor minat.

10.  Media Massa
Apa yang ditampilkan di media massa, baik media cetak atau pun media elektronik, dapat menarik dan merangsang khalayak untuk memperhatikan dan menirunya. Pengaruh tersebut menyangkut istilah, gaya hidup, nilai-nilai, dan  juga perilaku  sehari-hari. Minat khalayak dapat  terarah  pada  apa  yang  dilihat, didengar,  atau  diperoleh  dari media massa.

11. Fasilitas
Berbagai fasilitas berupa sarana dan prasarana, baik yang berada di rumah, di sekolah, dan di masyarakat memberikan pengaruh yang positif  dan  negatif.  Sebagai  contoh,  bila  fasilitas  yang  mendukung upaya pendidikan lengkap tersedia, maka timbul minat anak untuk menambah wawasannya. Tetapi apabila fasilitas yang ada justru mengikis minat pendidikannya, seperti merebaknya tempat-tempat hiburan  yang  ada di kota-kota besar,  tentu hal  ini berdampak negatif bagi pertumbuhan minat tersebut.

demikianlah pembahasan tentang Pengertian, Aspek, Indikator, dan Manfaat serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar. Semoga bermanfaat

Sumber:
M. Alisuf Sabri. (1995). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya
Muhibbin Syah. (2001). Psikologi Pendidikan dengan pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Ahmad D. Marimba. (1980).  Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: PT. Almaíarif
Mahfudh Shahuddin. (1990). Pengantar Psikologi Pendidikan. Surabaya: Bina Ilmu
Abd. Rachman Abror.(1993). Psykologi Pendidikan. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana
Hurlock. (1990). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga
Depdikbud. (1991). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai  Pustaka
Ali Imran. (1996). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya
D.P. Tampubolon. (1993). Mengembangkan Minat Membaca Pada Anak. Bandung: Angkasa
Singgih D.G. & Ny. SDG. (1989). Psikologi Perawatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia
Kurt   Singer.(1987).   Membina   Hasrat   Belajar   di   Sekolah.  Bandung: Remaja Rosda Karya
M. Dalyono. (1997). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta