Ciri dan Jenis serta Prinsip Belajar

wawasanpendidikan.com; pada postinga sebelumnya telah dibahas sedetail mungkin tentang Pengertian belajar Menurut Ahli. Kali ini akan dilanjutkan dengan Pembagasan tentang Ciri dan Jenis serta Prinsip Belajar. Semoga bermanfaat.

Ciri dan Jenis serta Prinsip Belajar2
Ciri dan Jenis serta Prinsip Belajar

A Ciri-Ciri Belajar

Jika Hakikat Belajar adalah perubahan tingkah laku, maka  ada perubahan tertentu yang dimasukkan ke dalam ciri-ciri belajar, yaitu:  

a) Perubahan yang terjadi secara sadar 
Ini berarti individu yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu atau sekurang-kurangnya individu merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya. Misalnya ia menyadari bahwa pengetahuannya bertambah, kecakapannya bertambah, kebiasaannya bertambah. 

b) Perubahan dalam belajar bersifat fungsional
Sebagai hasil belajar, perubahan yang terjadi dalam diri individu berlangsung terus menerus dan tidak statis. Suatu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajar berikutnya. 

c) Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif 
Dalam perbuatan belajar, perubahan-perubahan itu selalu bertambah dan tertuju untuk memperoleh suatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian, makin banyak usaha belajar itu dilakukan, makin banyak dan makin baik perubahan yang diperoleh.

 d) Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara
Perubahan yang terjadi karena proses belajar akan bersifat menetap. Misalnya kecakapan seorang anak dalam memainkan piano setelah belajar, tidak akan hilang, melainkan akan terus dimiliki dan bahkan semakin berkembang bila terus dipergunakan atau dilatih. 

e) Perubahan dalam belajar bertujuan dan terarah
Ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perubahan belajar terarah pada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari. Misalnya seseorang yang belajar mengetik, sebelumnya sudah menetapkan apa yang mungkin dapat dicapai dalam belajar mengetik, atau tingkat kecakapan mana yang akan dicapainya. 

f) Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Perubahan yang diperoleh individu setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Jika seseorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap kebiasaan, keterampilan, pengetahuan dan sebagainya. (Syaiful Bahri Dzamarah,  hlm15-16 )

B.  Jenis-Jenis Belajar 

a) Belajar bagian (part learning, fractioned learning)
Umumnya belajar bagian ini dilakukan oleh seseorang bila ia dihadapkan pada materi belajar yang bersifat luas dan  ekstensif, misalnya mempelajari sajak ataupun gerakan-gerakan motoris seperti bermain sifat. 

b) Belajar dengan wawasan (learning by insight)
Konsep ini diperkenalkan oleh W. Kohler, salah seorang tokoh psikolog Gestalt pada permulaan tahun 1971. sebagai suatu konsep, wawasan (insight) ini merupakan pokok utama dalam psikolog belajar dan proses berfikir. 

c) Belajar diskriminatif  (discriminatif learning)
Belajar dikriminatif diartikan sebagai suatu usaha untuk memilih beberapa sifat situasi/stimulus dan kemudian menjadikannya sebagai pedoman dalam tingkah laku.  

d) Belajar global/keseluruhan (global whole learning)
Di sini bahan pelajaran dipelajari secara keseluruhan berulang sampai pelajar menguasainya, metode ini sering juga disebut metode Gestalt. 

e) Belajar insidental (incidental learning)
Konsep ini bertentangan dengan anggapan bahwa belajar itu selalu berarah-bertujuan (intensional), sebab dalam belajar incidental pada individu tidak ada sama sekali kehendak untuk
belajar. 

 f ) Belajar instrumental (instrumental learning)
Pada belajar instrumental, reaksi-reaksi seorang siswa yang diperlihatkan diikuti oleh tanda-tanda yang mengarah pada apakah siswa tersebut akan mendapat hadiah, hukuman, berhasil, atau gagal. 

g) Belajar intensional (intentional learning)
Belajar dalam arah tujuan, merupakan lawan dari belajar insidental. 

h) Belajar laten (laten learning) 
Dalam belajar laten, perubahan-perubahan tingkah laku yang terlihat tidak terjadi secara segera, dan oleh karena itu disebut laten.  Belajar mental (mental learning) Perubahan kemungkinan tingkah laku yang terjadi di sini tidak nyata terlihat, melainkan hanya perubahan berupa proses kognitif karena ada bahan yang dipelajari.

i) Belajar produktif (productive learning)
Belajar produktif sebagai belajar transfer yang maksimum. Belajar adalah mengatur kemungkinan untuk melakukan transfer tingkah laku dari suatu situasi ke situasi lain.  

j) Belajar verbal (verbal learning)
Belajar verbal adalah belajar mengenai materi verbal dengan melalui ingatan dan latihan. Dasar dari belajar verbal diperlihatkan dari eksperimen klasik dan Ebbinghaus. (Slameto, 2010)

C.  Prinsip-Prinsip Belajar 

Agar aktivitas yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran terarah pada upaya peningkatan potensi siswa secara nkomprehensip, maka pembelajaran harus dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar, yang bertolak dari kebutuhan internal siswa untuk belajar. Davies, meningatkan beberapa hal yang dapat menjadikan kerangka dasar bagi penerapan prinsipprinsip belajar dalam proses pembelajaran, yaitu:

a) Hal apapun yang dipelajari murid, maka ia harus  mempelajarinya sendiri. Tidak seorangpun yang dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya. 

b) Setiap murid belajar menurut tempo (kecepatannya) sendiri dan untuk setiap kelompok umur, terdapat variasi dalam kecepatan belajar. 

c) Seorang murid belajar lebih banyak bilamana setiap langkah segera diberikan penguatan (reinforcement). 

d) Penguasaan secara penuh dari setiap langkah-langkah pembelajaran, memungkinkan murid belajar secara lebih berarti. 

e) Apabila murid diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri, maka ia lebih termotivasi untuk belajar, dan ia akan belajar dan mengingat lebih baik. (Aunurrahman, 2009) 

Menurut H. Mustaqim dalam bukunya “psikologi  pendidikan” bahwa prinsip-prinsip belajar anatara lain, yaitu: 
  • Belajar akan berhasil jika disertai dengan kemauan dan tujuan  tertantu.
  • Belajar akan berhasil jika disertai berbuat latihan dan ulangan.
  • Belajar lebih berhasil jika memberi sukses yang  menyenangkan.
  • Belajar lebih berhasil jika tujuan belajar berhubungan dengan  aktifitas belajar itu sendiri atau berhubungan dengan kebutuhan hidup. 
  • Belajar lebih berhasil jika bahan yang sedang dipelajari dapat dipahami bukan sekedar menghafal. 
  • Dalam proses mengajar memerlukan bantuan dan bimbingan orang lain. 
  • Hasil belajar dibuktikan dengan adanya perubahan dalam diri si pelajar. ( Mustaqim, 2004)
Dengan demikian belajar merupakan aktifitas yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia dalam rangka perbaikan hidup ke arah yang lebih baik. semoga artikel tentang Ciri dan Jenis serta Prinsip Belajar

sumber:
  • Syaiful Bahri Dzamarah. Psikologi Belajar Edisi II  hlm15-16  
  • Slameto (2010). Belajar Dan Factor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta,
  • Aunurrahman. (2009). Belajar Dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
  • Mustaqim. (2004). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.