Perkembangan Islam di Australia

Perkembangan Islam di Australia

Kehadiran Islam di Australia terbukti jauh lebih awal dari tahun 1850-an, seperti yang selama ini menjadi "sejarah resmi" kedatangan agama samawi ini, dan eksistensinya tidak dapat dilepaskan dari orang Indonesia asal Makassar, Sulawesi Selatan, kata seorang pakar keislaman Australia.


Temuan baru ini terungkap dalam hasil kajian Dosen Sejarah Universitas Griffith (GU), Prof. Regina Ganter, tentang hubungan antara orang-orang Makassar dan masyarakat Aborigin di tahun 1600-an. Hanya saja dalam perkembangan Islam di benua ini masih menjadi tanda Tanya besar tentnag apa yang dilakukan masyarakat Muslim selama lebih dari 150 tahun setelah kehadiran Islam di negara benua ini. 

Untuk itu, praktik Islam yang baik dari para penganut Islam di Australia seperti tercermin dari bagaimana bertetangga yang baik di antara sesama mereka dan terlebih lagi non Muslim sangat penting, karena dakwah Islam yang efektif turut ditentukan oleh prilaku Muslim sendiri, katanya. Terkait dengan sejarah kedatangan Islam di Australia, ANTARA mencatat bahwa Premier Australia Barat Alan Carpenter MLA pernah mengatakan, bahwa kedatangannya sudah ada sejak tahun 1860 seiring dengan mulai dipekerjakannya para penunggang unta asal Afghanistan dalam ekspedisi keluarga Burke dan Wills.

Di Australia Barat misalnya, terdapat 24.000 orang Muslim yang tinggal dan bekerja di negara bagian itu. Alan Carpenter menyebut masjid paling pertama dibangun di Australia justru berada di Perth. Sejak masjid pertama yang didirikan tahun 1905 untuk menampung jamaah Muslim Afghanistan yang bekerja sebagai penunggang unta dan Muslim India yang bekerja sebagai pengusaha, kini terdapat setidaknya 10 masjid di Perth.

Dalam bagian lain pemaparannya di forum pengajian yang berlangsung di sebuah ruangan kuliah Universitas Queensland (UQ) dan diramaikan pula dengan pertunjukan seni suara dan pembacaan puisi dari sejumlah anak Muslim asuhan. 

Barulah dalam perkembangan Islam di Australia pada thaun 1976 telah mendirkan oraganisasi Islam bertaraf internasional, yaitu “Autralian of Islamic Council” (AFIC) yang tugasnya adalah menkoordinasi penyelanggaraan dakwah di seluruh wilayah Benua Australia. Adapujn kegiatan dakwa mereka dalam bentuk:

  • Membentuk ISLAMIC COUNCIL yang berkedudukan di setiap Negara bagian atau teritori yang betugas mengurus berbagai kegiatan Islam.
  • Menyelanggarakan perkawinan secara Ilsam, dengan mengambil tempat di masji atau Islamic Center.
  • Mengadakan kerjasama dengan pemerintah dalam penyembelihan hewan-hewan yang dagingnya akan di ekspor ke nagara-negara Islam.
  • Mengangkat imam-imam masjid yang ada di Australia. Imam-imam yang terangkat oleh AFIC ini digaji oleh pemerintah arab Saudi 
  • Mengusahakan hokum-hukum islam tangtang berbagai hal di terapkan dan diakui oleh pemerintah.