Pengertian Persediaan Menurut Ahli

wawasanpendidikan.com; kali ini sobat akan mengemukakan beberapa pendapat ahli tentang pengertian persediaan. semoga bermanfaat.

Pengertian Persediaan Menurut Ahli

Pengertian Persediaan
Persediaan dalam hal ini mengenai bahan yang akan diproses menjadi suatu produksi bagi perusahaan industri merupakan hal penentu dalam kelancaran produksinya maka perlu adanya suatu persediaan yang memadai, karena adanya dorongan untuk memiliki persediaan itu, bukan berarti perusahaan menyediakan sebesar-besarnya. Memang dengan mempunyai persediaan yang tinggi, misalnya untuk barang jadi, akan meminumkan kemungkinan perusahaan tidak mampu memenuhi permintaan para langganan. Tetapi disamping itu akan menyebabkan investasi yang terlalu besar pada persediaan, dan juga kemungkinan adanya bahan yang rusak menjadi semakin besar, karena itulah perlunya penyeimbangan antara kerugian karena memiliki persediaan, dan manfaat yang akan diperolehnya.

Selanjutnya mengenai pengertian persediaan dapat dikemukakan pendapat oleh John E.Bigel (1990 : 90) bahwa  Persediaan dapat berbentuk bahan baku untuk procesing, barang setengah jadi dan barang jadi yang siap untuk dijual sehingga persediaan sesungguhnya mempunyai fungsi yang sangat penting bagi perusahaan industri.

Selanjutnya menurut M. Munandar (1991 : 56) bahwa  yang dimaksud dengan inventory adalah persediaan barang-barang yang menjadi objek usaha pokok perusahaan, bagi perusahaan perdagangan barang-barang tersebut berupa persediaan barang dagangan, sedangkan bagi perusahaan yang berproduksi (industri) berupah persediaan barang mentah, persediaan bahan pembantu, persediaan barang yang sedang diproses dan persediaan barang jadi.

Selain pengertian persediaan, maka penulis akan mengemukakan pula mengenai klasifikasi mengenai persediaan ini terbagi atas :
  1. Persediaan bahan baku (Raw Material Inventory)
  2. Persediaan barang setengah jadi (Working Proses Inventory)
  3. Persediaan barang jadi (Finish Good Inventory)

Adapun maksud diadakannya persediaan mulai dari bentuk bahan baku sampai bentuk barang jadi yang siap dijual adalah :
  • Memelihara serta mempertahankan stabilitas operasi perusahaan guna menjamin kelancaran arus produksi.
  • Menghindari resiko keterlambatan datangnya bahan baku yang dibutuhkan perusahaan dalam produksi barang.
  • Untuk memberi jaminan atas pemakaian mesin-mesin secara optimal sesuai dengan rencana produksi yang telah ditetapkan terlebih dahulu.