Penyebab-Penyebab Kecemasan dan Tipe Kepribadian Pencemasan

wawasanpendidikan.com; pada postingan sebelumnya, sobat pendidikan telah berbagi artikel tentang pengertian kecemasan dan tingkat kecemasan menurut pendapat ahli. kali ini sobat pendidikan akan berbagi tentang apa saja penyebab terjadinya kecemasan serta bagaimana tipe-tipe kepribadian pencemas. untuk lebih jelas silahkan baca artikel dibawah ini.

apa Penyebab-Penyebab Kecemasan
Penyebab-Penyebab Kecemasan
A. Penyebab- Penyebab Kecemasan
Pertama, Keadaan kecemasan (anxiety state) adalah Suatu keadaan kecemasan dapat timbul pada setiap umur dan dalam berbagai deretan kegawatan. Pada keadaan kecemasan acute yang ditimbulkan oleh tekanan yang hebat: penderita tegang, kadangkadang sampai tidak dapat bergerak, denyut jantung dan kecepatan pernafasan bertambah, pupil melebar, dan berkeringat banyak. Biasanya penderita insomnia atau bila tidur bermimpi yang menakutkan. Pada keadaan kecemasan chronis derajat kecemasannya dapat berubah dari hari ke hari, atau dari minggu ke minggu tetapi tidak pernah hilang sama sekali. Yang dapat dikeluhkan oleh penderita antara lain adalah kegelisahan, berdebardebar, kelelahan, kehilangan nafsu makan, pingsan, kehilangan kesadaran, pusing, berkeringat, gemetar, menggagap sering kencing, diarrhea atau sembelit, dan takut mati atau takut menjadi gila.

Kedua, Suatu keadaan ketakutan (phobic state) adalah suatu keadaan kecemasan dengan ketakutan yang khusus, misalnya claustrophobia : takut terkunci dan berada pada tempat-tempat tertutup; agoraphobia : takut berada pada tempat-tempat terbuka, jalan, lapangan terbuka. Suatu syndrome usaha (effort syndrome) adalah suatu keadaan kecemasan dengan titik berat pada susunan peredaran darah. Penderita biasanya tinggi kurus dan sedang menghadapi kerja jasmaniyah yang berat, misalnya latihan tentara, jantungnya berdebar-debar, tidak teratur, merasa sakit precordial, sesak nafas dan kelelahan yang sangat.

Ketiga, Terlalu banyak minum kopi adalah kecemasan, kegelisahan, denyut jantung cepat atau tidak teratur, gemetar, sakit kepala dan insomnia dapat disebabkan oleh minum kopi terlalu banyak, atu dengan perkataan lain penderita memasukkan caffeine dalam jumlah yang banyak ke dalam tubuhnya, dan menghilang bila minum kopi dihentikan atau dikurangi.

Keempat, Depresi adalah suatu tanda dari berbagai penyakit depressive (dan memang suatu keadaan kecemasan dianggap oleh banyak dokter jiwa sebagai suatu bentuk depressi). Kecemasan terutama tanda utama dari penyakit depressive yang terjadi sesudah usia pertengahan dimana penderita menjadi cemas, tegang, berjalan kian kemari, dan pikirannya dipenuhi dengan gagasan-gagasan depressive dan keinginan untuk bunuh diri (John, 1992: 40).

Dari segi pandangan psikoanalitik Freud menyebutkan ada tiga macam penyebab dari kecemasan. Pertama, kecemasan dapat disebabkan oleh ancaman-ancaman dari dunia eksternal. Kedua, kecemasan dapat disebabkan oleh konflik internal terhadap ungkapan impuls-impuls “id”. Ketiga, kecemasan dapat juga disebabkan karena “superego” tidak efektif dalam mengekang “ego” dan akan terjadi tingkah laku yang tidak dapat diterima. Para ahli teori humanistik berpendapat bahwa kecemasan itu disebabkan oleh perbedaan antara diri yang sekarang dan diri yang ideal (current self versus ideal self). Para ahli psikodinamik berpendapat bahwa kecemasan disebabkan oleh konflik-konflik yang belum terpecahkan (Semiun, 2006: 352).

B. Tipe Kepribadian Pencemasan
Seorang akan menderita gangguan cemas manakala yang bersangkutan tidak mampu mengatasi hal yang dihadapinya yang ditandai dengan corak atau tipe kepribadian pencemas antara lain:
  1. Cemas, khawatir, tidak tenang, ragu dan bimbang.
  2. Kurang percaya diri, gugup apabila tampil dimuka umum (“demam panggung”).
  3. Gerakan sering serba salah, tidak tenang bila duduk, gelisah.
  4. Seringkali mengeluh ini dan itu, khawatir berlebihan terhadap penyakit
  5. Dalam mengambil keputusan sering diliputi rasa bimbang dan ragu.
  6. Bila mengemukakan sesuatu atau bertanya sering diulang-ulang.

Orang dengan tipe kepribadian pencemas tidak selamanya mengeluh hal-hal yang bersifatnya psikis tetapi juga disertai dengan keluhan-keluhan fisik (somatik) dan juga tumpang tindih dengan ciri-ciri kepribadian yang tidak jelas (Hawari, 2001: 65).

Sumber:
Gibson, John, Diagnosa Gejala Penyakit, Yogyakarta : Yayasan Essential Medica, 1992.

Hawari, Dadang, Manajemen Stress Cemas dan Depresi, Jakarta: FKUI, 2001.

Semiun OFM, Yustinus, Kesehatan Mental 2, Yogyakarta: Kanisius.2006.