Pengertian Pembelajaran dan Pembelajaran Cooperative Learning

wawasanpendidikan.com; kata pembelajaran sudah tidak asing lagi gi telingah ini khususnya yang menggeluti bidang pendidikan.tetap apakah kita sudah betul-betul mengerti atau tau arti dari pembelajaran itu? selain itu, ada juga istila coperative learning. hemm makin bingung,,,nah.. kali ini sobat pendidikan akan berbagi artikel tentang Pengertian Pembelajaran dan Pembelajaran Cooperative Learning. 
Pembelajaran Cooperative Learning
  • Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu usaha untuk membuat peserta didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan upaya menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar. Sebagaimana dikutip dalam Bambang Warsito, dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Depdiknas, 2003:7). Oleh karena itu, ada lima jenisinteraksi yang dapat berlangsung dalam proses belajar dan pembelajaran, yaitu:
1. Interaksi antara pendidik dan peserta didik,
2. Interaksi antar sesama peserta didik atau antar sejawat,
3. Interaksi peserta didik dengan nara sumber,
4. Interaksi peserta didik dengan sumber belajar yang sengaja dikembangkan,
5. Interaksi peserta didik bersama pendidik dengan lingkungan sosial dan alam
Dengan demikian pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dalam proses ini diharapkan terjadi interaksi antara peserta didik dengan guru atau antara sesama peserta didik sendiri. Pembelajaran mengandung arti aktivitas peserta didik melakukan proses perubahan tingkah laku pada dirinya sebagai akibat adanya interaksi individu atau dengan lingkungan. Mutu proses pembelajaran yang dimaksud adalah mutu pembelajaran yang di dalamnya terdapat proses belajar dan hasil belajar, dengan adanya profesionalisme dan kemampuan guru yang memadai. Profesional terlihat pada kemampuan dalam mengelola kelas dan mengajar secara efektif dan efisien, dalam arti mampu membelajarkan peserta didik untuk menguasai bahan pelajaran yang diberikan sesuai dengan tuntutan kurikulum.
  • Pembelajaran Cooperative Learning
Ada tga pengertian yang bisa penulis paparkan mengenai cooperative learning. Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang beradasarkan faham konstruktifis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda.
Pembelajaran cooperative learning adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh antar siswa untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan. Pembelajaran kooperatif merujuk pada berbagai macam metode pengajaran dimana siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaran. Dalam kelas kooperatif, para siswa diharapkan dapat saling membantu, saling mendiskusikan dan berargumentasi, untuk mengasah pengetahuan yang mereka kuasai saat itu dan menutup kesenjangan dalam pemahaman masing-masing.

Terkait dengan itu sebagaimana dikutip dalam Isjoni, Johnson&Johnson (1995) mengemukakan pembelajaran kooperatif adalah mengerjakan sesuatu bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai satu tim untuk mencapai tujuan bersama.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran cooperative learning merupakan strategi yang menempatkan peserta didik belajar dalam kelompok dengan tingkat kemampuan atau jenis kelamin yang berbeda. Untuk mencapai hasil yang maksimal, lima unsur dalam model pembelajaran pembelajaran kooperatif harus diterapkan. Sebagaimana dikutip dalam Bambang Agus Suprijono, Roger dan David Johnson mengatakan bahwa tidak semua belajar kelompok bisa dianggap pembelajaran kooperatif. Untuk mencapai hasil yang maksimal, lima unsur dalam model pembelajaran pembelajaran kooperatif harus diterapkan. Lima unsur tersebut adalah:
a. Positive interdependence (Saling ketergantungan positif).
b. Personal responsibility (tanggung jawab perseorangan).
c. Face to face promotine interaction (interaksi promotif).
d. Interpersonal skill (komunikasi antar anggota).
e. Positive interdependence (Saling ketergantungan positif).

Pembelajaran kooperatif tidak sama dengan dengan sekedar belajar dalam kelompok. Ada unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan prosedur model pembelajaran kooperatif dengan benar akan memungkinkan guru mengelola kelas lebih efektif. Model pembelajaran kooperatif akan dapat menumbuhkan pembelajaran efektif yaitu pembelajaran yang bercirikan: (1) “memudahkan siswa belajar” sesuatu yang “bermanfaat” seperti fakta, keterampilan, nilai, konsep, dan bagaimana hidup serasi dengan sesama; (2) pengetahuan, nilai, dan keterampilan diakui oleh mereka yang berkompeten menilai.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran cooperative learning dapat membantu peserta didik memahami konsep yang sulit dan sangat berguna untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama dan membantu teman.

demikianlah penjelasan tentang Pengertian Pembelajaran dan Pembelajaran Cooperative Learning. semoga bermanfaat.

Sumber:

  • Bambang Warsito, Teknologi Pembelajaran landasan & Aplikasinya (Jakarta: Rineka Cipta, 2008).
  • Hamruni, Strategi dan Model-model Pembelajaran Aktif-Menyenangkan (Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga,2009).
  • Isjoni, Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi antar Peserta Didik (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2009).
  • Robert E. Slavin, Cooperative Learning Teori, Riset, dan Praktik (Bandung: Nusa media,2000).