Kelebihan dan Fungsi serta Langkah-Langkah Metode Tutor Sebaya dalam Kelompok

wawasanpendidikan.com; postingan sebelumnya telah dipaparkan tentang pengertian dan ciri-ciri serta peran guru dalam metode pembelajaran tutor sebaya. untuk memperlengkap wawasan pendidikan teman-teman tentang metode tutor sebaya, maka sobat pendidikan akan berbagi tentang Kelebihan dan Fungsi serta Langkah-Langkah Metode Tutor Sebaya dalam Kelompok. untuk lebih jelas silahkan baca artikel di bawah ini.
langkah langkah Metode Tutor Sebaya dalam Kelompok
Metode Tutor Sebaya dalam Kelompok
Kelebihan tutor sebaya dalam pendidikan yaitu dalam penerapan tutor sebaya peserta didik dilatih untuk mandiri, dewasa dan punya rasa setia kawan yang tinggi. Metode pembelajaran tutor sebaya ini mempunyai tujuan penting dalam kelompok, dapat melatih tanggung jawab individu dan memberikan pengajaran kepada peserta didik untuk saling membantu satu sama lain dan saling mendorong untuk melakukan usaha yang maksimal.

Dengan menggunakan tutor sebaya dalam kelompok kecil, mempunyai fungsi antara lain membantu peserta didik yang kurang mampu agar mudah memahami pelajaran, peserta didik yang kurang aktif menjadi aktif karena tidak malu lagi untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat secara bebas. Dalam hal ini tutor maupun yang ditutori sama mendapatkan keuntungan. Bagi tutor akan mendapatkan pengalaman, sedangkan yang ditutori akan lebih mudah dalam menerima pelajaran.

Di dalam pembelajaran ini peran guru hanya sebagai fasilitator atau pembimbing, artinya guru hanya melakukan intervensi ketika benar-benar dibutuhkan peserta didik dan memotivasi peserta didik untuk aktif belajar.

Langkah-langkah metode tutor sebaya dalam kelompok Dalam metode pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Pemilihan materi
Memilih materi yang memungkinkan materi tersebut dapat dipelajari peserta didik secara mandiri. Materi dibagi dalam sub-sub materi (segmen materi)
2) Pembagian kelompok
Bagilah peserta didik menjadi kelompok-kelompok yang akan disampaikan pendidik. Peserta didik yang lebih pandai dibagi dalam setiap kelompok yang akan bertindak sebagai tutor.
3) Pembagian materi
Masing-masing kelompok diberikan tugas mempelajari satu sub materi dan setiap kelompok akan dipandu oleh peserta didik yang lebih pandai (tutor).
4) Waktu
Beri peserta didik waktu yang cukup untuk persiapan baik dalam kelas maupun diluar kelas.
5) Diskusi kelompok
Ketika semua kelompok sedang bekerja, sebaiknya pendidik berkeliling bergantian mendatangi kelompok, dan dapat membantu apabila terjadi salah pemahaman. Tetapi tidak mencoba mengambil alih kepemimpinan kelompok.
6) Laporan tim
Setiap kelompok melalui wakil yaitu tutor menyampaikan perkembangan temannya yang ditutori serta menyampaikan kendala atau kesulitan pada saat mengajarinya mengenai dribble kepada pendidik. Pendidik bertindak sebagai narasumber utama.
7) Kesimpulan
Setelah pendidik mengetahui kendala ataupun kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik, pendidik memberikan penjelasan, dan meluruskan pemahaman peserta didik yang masih salah. Kemudian pendidik memberikan kesimpulan atas apa yang telah dipelajari.
8) Tes
Membagi soal tes dan memberikan cukup waktu bagi semua peserta didik untuk menyelesaikannya. Dengan hasil tes ini berfungsi untuk mengukur keberhasilan metode tutor sebaya dalam pembelajaran.

Dari uraian di atas maka dapat dipahami adanya kebiasaan peserta didik untuk saling membantu teman terutama yang mengalami kesulitan dalam belajar, akan terjadi keakraban yang akhirnya akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai materi yang sedang dipelajari.

sumber
Hasibunan, et,al., Proses Belajar Mengajar.