Teori Dalam Penelitian

wawasanpendidikan.com , hari ini sangat cerah, semoga teman-teman juga merasakan cerahnya hari ini. aminn kali ini sobat pendidikan akan berbagi makalah tentang Teori Dalam Penelitian. yah ini sangat penting karena setiap penelitian yang dilakukan biasanya menggunakan teori sebagai landasan atau pegangan saat melakukan penelitian. terkadang juga penelitian menghasilkan suatu teori baru... sehingga teori terhitung sangat penting dalam penelitian....semoga bermanfaat..

I. PENDAHULUAN
Berikut ini kami terjemahkan buku “Reseach Design” karangan Jhon W. Creswell. Dalam buku ini disampaikan bahwa. Salah satu komponen penting dalam melakukan penelitian adalah menentukan teori apakah yang akan digunakan untuk mengeksplorasi rumusan masalah. Dalam penelitian kuantitatif, pe¬neliti sering kali menguji berbagai teori untuk rnenjawab rumusan masalahnya. Dalam proposal disertasi kuantitatif, semua bagian di dalamnya bisa saja dirancang untuk menyajikan teori yang akan diteliti. Dalam penelitian kualitatif, penggunaan teori lebih bervarlasi lagi. Bahkan, peneliti kualitatif dapat mengembangkan suatu teori dari hasil penelitiannya dan meletakkan teori tersebut di akhir proyek penelitian, misalnya dalam penelitian grounded theory. Dalam penelitian kualitatif, teori bisa juga muncul di awal penelitian sebagai perspektif yang nantinya dapat membentuk apa yang dilihat dan rumusan masalah apa yang diajukan, seperti dalam penelitlan etnografi atau advokasi. Dalam penelitian metode campuran, peneliti bisa saja menguji atau justru membuat suatu teori. Bahkan, penelitian dengan metode campuran bisa didasarkan pada satu perspektif teoretis, seperti fokus pada isu-isu feminis, ras, atau kelas, yang nantinya dapat menuntun keseluruhan tahap penelitian. Dalam buku ini juga di awali dengan berfokus pada penggunaan teori dalam penelitian kuantitatif, menyajikan definisi dari teori itu sendiri, penggunaan dalam penelitian kuantitatif, peletakan serta model penulisan teori dalam penelitian kuantitatif. Selanjutnya, dibahas prosedur-prosedur dalam mengidentifikasi teori, lalu menjabarkan perspektif teoretis dalam proposal penelitian kuantitatif. Kemudian, pembahasan akan beralih pada penggunaan teori dalam penelitian kualitatif. Para peneliti kualitatif menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut teori, seperti pola-pola, kacamata teoretis, atau generallsasi natu¬ralist/k, untuk mendeskripsikan sudut pandang mereka dalam pe¬nelitian. Dalam bab ini juga disediakan contoh-contoh penulisan teori kualitatif. Di bagian akhir, bab ini akan beralih pada penggunaan teori dalam penelitian metode campuran, dan penerapan perspektif trans-formatif yang populer dalam pendekatan ini. 
II. DEFINISI TEORI 
Dalam penelitian Kuantitatif tentang penggunaan teori kualitatif dalam penelitian beberapa preseden historis untuk me¬mandang teori sebagai prediksi atau penjelasan saintifik (lihat G. Thomas,1977, rnengenai cara-cara mengkonseptualisasikan teori dan bagaimana teori dapat mempersempit ruang lingkup penelitian). misalnya, definisi Kerlinger (1979) tentang teori masih berlaku hingga saat ini. Dia berpendapat bahwa teori merupakan seperangkat konstruk (variabel-variabel), definisi-definisi, dan proposisi-proposisi yang saling berhubungan yang mencerminkan pandangan sistematik atas suatu fenomena dengan cara memerinci hubungan; antarvariabel yang ditujukan untuk menjelaskan fenomena alamiah (him. 64). Berdasarkan definisi ini, teori merupakan seperangkat konstruk (atau variabel) yang saling berhubungan, yang berasosiasi dengan proposisi atau hipotesis yang memerinci hubungan antarvariabel (biasanya dalam konteks magnitude atau direction). Suatu teori dalam penelitian bisa saja berfungsi sebagai argunentasi, pembahasan, atau alasan. Teori biasanya membantu menjelaskan (atau memprediksi) fenomena yang muncul di dunia. Labovitz dan Hagedom (1971) menambah definisi teori ini dengan gagasan tentang theoretical ratio¬nale, yang dimaknai sebagai "usaha mengetahui bagaimana dan mengapa variabel-variabel dan pernyataan-pernyataan relasional saling berhubungan satu sama lain" (hlm. 17). Pembahasan mengenai teori biasa¬nya muncul di bagian tinjauan pustaka atau di bagian khusus, seperti landasan teori, logika teoretis, atau perspektif teoretis, meskipun Jhon W. Creswell lebih suka dengan istilah perspektif teoretis karena istilah ini lebih banyak digunakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam proposal penelitian Metafora pelangi (metaphor of a rainbow) mungkin dapat mem¬bantu kita memvisualisasikan bagaimana suatu teori beroperasi. Dalam hal ini, pelangi menjembatani variabel bebas dan variabel ter-ikat dalam penelitian. Pelangi ini mengikat secara bersama variabel¬-variabel tersebut dan menyediakan penjelasan yang memadai tentang bagaimana dan mengapa seseorang harus berharap pada variabel bebas untuk menjelaskan atau memprediksikan variabel terikat. Teori-teori berkembang ketika peneliti tengah menguji suatu prediksi secara terus-menerus. Dalam bukunya ini Jhon W. Creswell menunjukkan bagaimana suatu teori ini berkembang dalam penelitian. Misalnya, peneliti mengombinasikan variabel-variabel bebas, mediating dan terikat berdasarkan ukurannya yang berbeda-beda dalam rumusan masalah penelitian. Rumusan masalah ini memberikan informasi tentang jenis hubungan antar¬variabel (apakah positif, negatif, atau tidak diketahui) dan magnitudenya (apakah kuat atau lemah). Dengan memasukkan informasi ini ke dalam pernyataan prediktif (hipotesis), peneliti bisa menulis, "Semakin kuat sentralitas kekuasaan dalam diri pemimpin, semakin besar disenfranchisement dalam diri pengikutnya." Ketika peneliti menguji hipotesis-hipotesis seperti ini dalam setting yang berbeda¬-beda dan dengan populasi yang berbeda-beda pula (seperti, Pramuka, gereja Presbyterian, Rotary Club, dan siswa-siswa SMA) maka teori pun akan muncul, dan ia bisa memberinya nama (seperti, teori atribusi). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teori muncul dan berkembang sebagai penjelasan atas suatu pengetahuan dalam bidang-bidang tertentu (G. Thomas, 1997). “Theory develops as explanation to advance knowledge in particular fields(G. Thomas, 1997)” Teori-teori bisa saja muncul dalam berbagai disiplin ilmu sosial, seperti psikologi, sosiologi, antropologi, pendidikan, dan ekonorni, serta dalam subbidang-subbidang lain. Teori-teori ini tentu saja dapat diakaes, misalnya, dengan mencarinya dalam database-database literatur (scperti, Psychological Abstracts, Sociological Abstracts) atau mereview petunjuk-petunjuk dalam literatur yang membahas teori teori tersebut (misalnya, lihat Webb, Beals, & White, 1986). 
III. BENTUK-BENTUK TEORI 

IV. PENERNPATAN TEORI DALAM PENELITIAN KUANTITATIF 

V. TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF 

VI. TEORI DALAM METODE CAMPURAN 

VII. KESIMPULAN 

untuk makalah lebih lengkapnya dapat di download disini

semoga bermanfaat....