Kualitas Air Bersih

wawasanpendidikan.com; kali ini sobat pendidikan akan berbagi materi tentang Kualitas Air Bersih.berhubung begitu banyak berceceran kota-kota dengan tingkat kualitas air yang buruk, maka silahkan baca materi tersebut untuk mengetahui lebih dalan tentang Kualitas Air Bersih

Kualitas Air Bersih
Air Bersih


Kualitas Air Bersih

Air merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tak dapat dipisahkan, karena setiap mahluk hidup mutlak membutuhkan air demi kelangsungan hidupnya, baik untuk air minum, masak, mencuci, menyiram tanaman, dan sebagainya.

Dewasa ini air bersih menjadi masalah yang sangat pelik terutama dikota-kota besar, disebabkan laju kebutuhan tidak sebanding dengan produksi dan distribusi air minum yang memenuhi persyaratan. Lebih-lebih dengan perkembangan daerah-daerah industri baru membawa akibat yang tidak kecil terhadap kebutuhan air bersih, sedangkan luasan daerah sumber air bersih semakin menyempit.

Standar dan kriteria kualitas lingkungan berdasarkan baku mutu lingkungan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Baku mutu lingkungan yang ditinjau meliputi aspek air bersih, air

limbah, udara, dan bising. Dari baku mutu tersebut akan dapat ditentukan skala prioritas dalam pengelolaan lingkungan. Baku mutu biasanya disusun dengan tahapan sebagai berikut :

a. Identifikasi penggunaan sumber daya air yang akan dilindungi.

b. Perumusan kriteria untuk memenuhi persyaratan penggunaan tersebut.

c. Perumusan baku mutu air berdasarkan kriteria tersebut.

d. Perumusan baku mutu limbah yang boleh dilepas ke dalam lingkungan sehingga baku mutu air  tetap terpenuhi.

e. Penyusunan program pemantauan dan pengumpulan informasi untuk menyempurnakan atau memperbaiki langkah-langkah di atas dan untuk menilai apakah persyaratan penggunaan sumber daya yang dilindungi dapat terpenuhi.

1) Baku Mutu Air

Kualitas air di sungai dan air permukaan lainnya sangat mempengaruhi terhadap kegunaan air tersebut. Kegiatan yang berbeda misalnya : pengairan sawah, pemancingan, kolam renang dan air minum, menuntut persyaratan kualitas yang paling ketat.

Masuknya bahan atau zat pencemar ke dalam tubuh air akan menurunkan kualitas air tersebut, sehingga akan mengurangi peluang untuk memanfaatkannya. Pengelolaan kualitas air berkaitan dengan pengendalian terhadap pencemaran, sehingga air dapat tetap dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Berarti perlu diadakan pembatasan mengenai seberapa kadar zat pencemar yang boleh ada atau boleh masuk kedalam suatu badan air.

Besarnya kadar pencemar yang masih dapat ditoleransi atau disebut baku mutu air limbah akan tergantung pada :

Sifat bahan pencemar tersebut, kaitannya dengan pengaruhnya terhadap kualitas air. Zat yang lebih merusak kualitas air yang ada akan mempunyai toleransi yang lebih kecil atau lebih ketat.
Kondisi bahan air yang ada.Apabila kualitas air yang ada sudah rendah, maka toteransinya terhadap badan pencemar akan lebih kecil sehingga baku mutu air limbahnya harus lebih ketat. Hal ini berkaitan dengan kapasitas atau kemampuan air untuk menetralisasikan bahan pencemar tersebut.

2) Parameter baku mutu air

Parameter baku mutu air meliputi syarat fisika, kimia, bakteriologi, radioaktivitas dan pestisida.

Parameter fisika meliputi :

    Mempunyai suhu di bawah udara setempat (segar)
    Tidak berwama (jernih)
    Tidak berbau
    Tidak berasa
    Tidak keruh

Parameter kimia antara lain meliputi :

    Derajat keasaman (pH)
    Kadar kalsium, magnesium, barium, besi, mangan, tembaga, seng, krom heksavalen dan kadmium.

Parameter bakteriologi

Air minum dikatakan memenuhi syarat bakteriologis bila :

    Tidak boleh mengandung bakteri Escherichia Coli
    Tidak mengandung bibit penyakit
    Bakteri saprophyt tidak lebih dari 100/ml air.

3) Sistem penyediaan air bersih

Pada system penyediaan air bersih dapat dikelompokkan menjadi 4 cara, yaitu :

a) Sistem sambungan langsung (Gambar A)

b) Sistem tangki atap (Gambar B)

c) Sistem tangki tekan (Gambar C)

d) Sistem tanpa tangki (Gambar D)

Syarat pemasangan instalasi air bersih harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

    Diketahui kualitas air
    Pencegahan pencemaran air
    Perlindungan pipa terhadap karat dan kerusakan lainnya.

4) Pemasangan Instalasi Air Bersih

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan reservoir untuk instalasi air bersih:

  •  Menara yang digunakan untuk bak reservoir harus cukup ketinggiannya, agar tekanan di semua  kran cukup memadai.
  •  Kekuatan menara cukup kuat untuk menyangga reservoir beserta isinya
  •  Bak reservoir harus memenuhi sta ndarkualitas dimana jenis bahan dan syarat-syarat kesehatan memenuhi ISO 2009

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pipa air adalah :

  •   Cukup awet dalam pemakaian
  •  Mampu menerima tekanan khususnya dari dalam pipa air itu sendiri
  •  Mudah untuk disambung
  •  Berbentuk rapi
  • Mudah untuk dipasang serta kuat
  •  Tidak boleh mengakibatkan keracunan baik yang disebabkan oleh bakteri maupun karat
  •  Diameter pipa harus dihitung sedemikian rupa sehingga dapat melayani seluruh kran pada beban puncak, namun juga tidak terlalu besar sehingga tidak ekonomis.

semoga bermanfaat, dinantikan kunjungan selanjutnya............