Laporan Lengkap Praktikum Kimia Anorganik dengan Judul Pembuatan Garam Kompleks dan Garam Rangkap

wawasanpendidikan.com; kembali lagi sobat pendidikan berbagi contoh Laporan Lengkap Praktikum Kimia Anorganik dengan Judul Pembuatan Garam Kompleks dan Garam Rangkap. semoga bermanfaat.


Praktikum Kimia Anorganik dengan Judul Pembuatan Garam Kompleks dan Garam Rangkap
Pembuatan Garam Kompleks dan Garam Rangkap

I . JUDUL PERCOBAAN
PEMBUATAN GARAM KOMPLEKS DAN GARAM RANGKAP
II. TUJUAN PERCOBAAN
    Mempelajari pembuatan dan sifat-sifat garam rangkap kupri ammonium sulfat dan garam kompleks tembaga (II) sulfat monohidrat.
III. LANDASAN TEORI
    Suatu garam yang terbentuk lewat kristalisasi dari larutan campuran sejumlah ekivalen dua atau lebih garam tertentu disebut garam rangkap. Sedangkan garam-garam yang mengandung ion-ion kompleks dikenal sebagai senyawa koordinasi atau garam kompleks, misalnya heksamminkobalt(III) kloroda Co(NH3)6Cl3 dan kalium heksasianoferat(III) K3Fe(CN)6. Bila suatu kompleks dilarutkan, akan terjadi pengionan atau disosiasi, sehingga akhirnya terbentuk kesetimbangan antara kompleks yang tersisa (tidak berdisosiasi), komponen-komponennya misalnya :
  Ag(NH3)2+  Ag+ + 2NH3
Garam rangkap dalam larutan akan terionisasi menjadi ion-ion komponennya. Garam kompleks berbeda dengan garam rangkap. Salah satu tipe reaksi kimia yang dapat merupakan dasar penetapan titrimetri, mencakup pembentukan kompleks atau ion kompleks yang larut namun sedikit sekali terdisosiasi. Satu contoh adalah reaksi ion perak dengan ion sianida untuk membentuk ion kompleks Ag(CN)2- yang sangat stabil (Anonim, 2010).
Senyawa yang tersusun atas astu atom pusat, biasanya logam, atau kelompok atom, seperti VO, VO2, dan TiO yang dikelilingi oleh sejumah anion atau molekul netral yang mengelilingi atom pusat atau kelompok atom itu disebut dengan ligan. Jika ditinjau dari sistem asam-basa Lewis, atom pusat atau kelompoka atom dalam senyawa kompleks tersebut bertindak sebagai asam Lewis, sedangkan ligan bertindak sebagai basa Lewis. Ikatan yang terjadi antara ligan dan atom pusat merupakan ikatan kovalen koordinasi serhingga senyawa kompleks disebut pula senyawa koordinasi. Jumlah liga yang mengelilingi atom pusat menyatakan bilangan koordinasi. Jumlah muatan kompleks ditentukan dari penjumlahan muatan ion pusat dan jumlah muatan liga yang membentuk kompleks. Contoh ion kompleks [Co(CN)6]3-, Co berperan sebagai atompusat, CN- adalah ligan, angka 6 adalah bilangan koordinasi dan 3- menyatakan muatan ion kompleks (Ramlawati, 2005 : 1).
    Senyawa kompleks dibentuk oleh reaksi suatu ion logam suatu kation, dengan suatu anion atau molekul netral. Ion logam dalam kompleks itu disebut atom pusat, dan gugus yang terikat pada atom pusat disebut ligan banyaknya ikatan yang dibentuk oleh atom pusat disebut bilangan koordinasi logam itu (Day & Underwood, 1986:193).
..............................................................................
IV. ALAT DAN BAHAN
A. Alat

1.    Gelas kimia 100 mL 2 buah
2.    Gelas kimia 250 mL 1 buah
3.    Batang pengaduk 2 buah
4.    Tabung reaksi besar dan kecil 3 buah
5.    Gelas arloji 2 buah
6.    Corong biasa 1 buah
7.    Gelas ukur 25 mL
8.    Pembakar spiritus, kaki tiga, dan kasa asbes
9.    Botol semprot 1 buah
10.    Rak tabung reaksi 1 buah
11.    Neraca analitik
12.    Oven
13.    Spatula 1 buah
14.    Pipet tetes

B. Bahan

1.    Kristal CuSO4.5H2O
2.    Kristal (NH4)2SO4
3.    Larutan C2H5OH
4.    Larutan NH4OH 6 M dan 15 M
5.    Aquadest
6.    Padatan CuSO4 anhidrat
7.    Kertas saring
8.    Tissue
9.    Korek api
10.    Air dingin

V. PROSEDUR KERJA

A. Pembentukan Garam Rangkap Kupri Ammonium Sulfat, CuSO4.(NH4)2SO4.6H2O
1.    Melarutkan 0,02 mol (5,00 gram) CuSO4.5H2O dan 0,02 mol (2,64 gram) (NH4)2SO4 dengan 10
       mL aquadest dalam gelas kimia 250 mL. Memanaskan secara pelan-pelan sampai semua garam
       larut sempurna.
2.    Membiarkan larutan tersebut menjadi dingin pada temperatur kamar sampai terbentuk kristal.
3.    Melanjutkan pendinginan campuran dengan air dingin, kemudian didekantir untuk memisahkan
       kristal dari larutan larutan.
4.    Mengeringkan kristal dalam kertas saring.
5.    Menimbang kristal yang dihasilkan.
........................................................................................................................
untuk laporan lengkap dapat didonwload disini