Organisasi Kehidupan : Sel, jaringan, dan organ

www.wawasanpendidikan.com - Organisasi kehidupan : Sel, jaringan, dan organ. Menurut jumlah selnya, makhluk hidup terdiri dari dua jenis sebagai berikut.

1. Makhluk hidup satu sel (uniseluler).
Contoh:
  • Hewan uniseluler : amoeba, Paramecium, dan Plasmodium.
  • Tumbuhan Uniseluler : Ganggang
2. Makhluk Hidup Banyak Sel (multiseluler)
Pada organisme multiseluler, sel akan membentuk suatu jaringan. Kumpulan jaringan akan membentuk organ, yang kemudian membentuk system organ dan organisme. Contoh:
  • Manusia
  • Tumbuhan: Pohon mangga dan rumput
  • Hewan: Serangga, harimau, dan ular

A. Sel
Sel merupakan satuan terkecil dari makhluk hidup yang terdiri dari tiga bagian utama, yakni selaput plasma, inti sel, dan sitoplasma.
a. Selaput Plasma
Selaput Plasma disebut juga membrane plasma, merupakan bagian lur sel yang memisahkan sel dengan lingkungan di sekitarnya. Selaput plasma terdiri dari protein, air, lemak, dan karbohidrat. Fungsi selaput plasma adalah mengatur keluar masuknya zat-zat, dan tempat berinteraksi zat yang satu dengan zat yang lainnya.
b. Inti Sel
Inti sel atau nucleus mempunyai bentuk oval atau bulat, dan letaknya ditengah sel. Inti sel tersusun atas protein, enzim, dan bahan pembawa sifat atau gen. Fungsi inti sel adalah sebagai pengatur seluruh kegiatan hidup sel. Didalam inti sel terdapat beberapa bagian sebagai berikut.
      1.      Membran Nukleus (selaput inti sel)
Membran nucleus merupakan selaput ganda tipis yang membungkus inti sel. Fungsi membrane nucleus adalah untuk melindungi cairan yang mengisi inti (nukleoplasma).
2.       Nukleolus (anak inti sel)
Nukleolus terbentuk dari ARN (asam ribonukleat) dan protein. Nukleolus secara tidak langsung berperan dalam menyusun protein.
3.       Benang Kromatin
Benang kromatin terbentuk dari AND (asam deoksiribonukleat) dan protein. Benang kromatin berperan dalam proses pembelahan sel.
c. Sitoplasma
Sitoplasma atau plasma sel adalah cairan semi transparan dan kental yang berada diantara inti sel dan selaput plasma. Sitoplasma tersusun oleh air, bahan organic dan anorganik. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berinteraksinya zat-zat kimia, tempat menerima bahan baku dari luar sel, menyusun zat-zat baru untuk keperluan sel, dan mengeluarkan sisa hasil proses kimiawi ke luar sel.
Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel yang mengelilingi membrane sel, yang terdiri dari hemiselulosa dan pectin. Dinding sel ini berfungsi untuk melindungi sel terhadap gangguan dari luar sel dan sebagai tempat keluar masuknya air serta garam-garam mineral.

B. Jaringan
Jaringan merupakan kumpulan sel yang sejenis, baik bentuk maupun fungsi beserta zat perantaranya.

a. Jaringan pada Hewan dan Manusia
1. Jaringan Epitel
Jaringan epitel merupakan jaringan yang membatasi permukaan didalam tubuh dan menutupi permukaan tubuh.
2. Jaringan Pengikat atau Penyokong
Fungsi jaringan pengikat adalah sebagai pelindung, penuhjang, dan pengikat berbagai jaringan dan organ, penyimpan lemak, untuk membunuh bibit penyakit, membentuk antibody, serta antipembekuan darah. Jaringan pengikat terdiri dari jaringan ikat embrionik, jaringan ikat karang, jaringan lemak, jaringan ikat retikuler, jaringan ikat elastic, jaringan ikat kolagen, dan jaringan ikat cair atau darah.
3. Jaringan Otot
Jaringan otot berfungsi sebagai alat kontraksi. Jaringan otot bersifat elastic, dapat diregangkan, dapat dirangsang, dan dapat berkontraksi. Jaringan otot terdiri dari otot polos, otot lurik, dan otot jantung.
4. Jaringan Syaraf
Jaringan syaraf tersusun atas sel-sel syaraf. Fungsi jaringan syaraf adalah untuk mengantarkan rangsang, untuk berpikir, mengontrol, dan kontraksi otot.

b. Jaringan pada Tumbuhan
Jaringan yang terdapat pada tumbuhan terdiri dari jaringan meristem, jaringan parenkim, jaringan pelindung, jaringan penguat, dan jaringan pengangkut.
1. Jaringan meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya dapat membelah secara terus-menerus dantidak terbatas, dengan tujuan untuk menambah sel tubuh. Jaringan ini terdapat pada ujung batang atau cabang, ujung akar, dan pada cambium ikatan pembuluh.
2. Jaringan Parenkim
Jaringan Parenkim dinamakan juga jaringan dasar karena terbentuk dari meristem dasar. Selain itu, parenkim juga yang berada di berkas pengangkut, yang dibentuk oleh cambium atau prokambium. Berdasarkan bentuknya, jaringan parenkim terdiri dari parenkim palisade atau jaringan tiang, parenkim bunga karang, parenkim bintang, dan parenkim lipatan. Berdasarkan fungsinya, terdiri dari parenkim asimilasi, parenkim penimbun, parenkim air, parenkim udara, dan parenkim pengangkut.
3. Jaringan pelindung
Jaringan pelindung terdiri dari jaringan epidermis, korteks, dan endodermis. Meskipun jaringan tersebut memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai pelindung bagian tubuh yang ada di bawahnya, asalnya berbeda-beda.
·         Epidermis
Epidermis merupakan lapisan sel paling luar pada tumbuh-tumbuhan. Epidermis berfungsi dalam pembentukan permukaan daun, bunga, buah, biji, batang dan akar.
·         Korteks
Korteks terbentuk dari lapisan sel dibawah epidermis dan dinding sel yang mengalami penebalan.
·         Endodermis
Endodermis tersusun dari beberapa sel yang membentuk silinder. Endodermis terdapat pada jenis tumbuhan tingkat tinggi.
4. Jaringan Penguat
Jaringan penguat terdiri dari kolenkim dan sklerenkim
·         Kolenkim
Kolenkim tersusun dari sel hidup yang bentuknya memanjang dengan penebalan dinding yang tidak merata. Kolenkim terdapat pada batang, daun, buah, dan akar.
·         Sklerenkim
Sklerenkim terdiri dari serat (fiber) dan sel batu. Sklerenkim berfungsi sebagai jaringan penguat dan pelindung.
5. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut terdiri dari xylem dan floem.
·         Xylem
Xylem berfungsi sebagai pengangkut air dan garam-garam mineral dari dalam tanah ke bagian-bagian tumbuhan.
·         Floem
Floem berfungsi sebagai pengangkut bahan organic atau makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.


C. Organ
        Organ merupakan kumpulan beberapa jaringan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh. Organ hewan secara umum mencakup jantung, paru-paru, otak, mata, lambung, limpa, pankreas, ginjal, hati, usus, kulit, uterus,saluran urin, tulang, dll.
Organ tumbuhan mencakup akar, batang, daun, bunga, dan buah beserta biji. Selain itu, terdapat pula organ-organ aksesori, seperti trikoma (rambut daun atau batang), duri, dan sulur, atau organ-organ penyimpanan cadangan makanan/penyintas (survival), seperti umbi, rimpang, dan stolon.
Sekelompok organ berhubungan secara fungsional menyusun sistem organ.