Model serta Komponen Utama dalam Pembelajaran Kooperatif tipe STAD

wawasanpendidikan.com ; kali ini sobat pendidikan akan berbagi artikel tentang  Model serta Komponen Utama dalam Pembelajaran Kooperatif tipe STAD. selamat membaca.
Model Pembelajaran serta Komponen utama dalam Kooperatif Tipe STAD
Kooperatif Tipe STAD

Slavin (2008) mengemukakan bahwa dalam model pembelajaran kooperatif siswa bekerjasama dalam tim yang beranggotakan empat orang atau lebih untuk menguasai materi yang disampaikan oleh guru. Lebih lanjut dikatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar yang menetapkan siswa pada kelompok-kelompok siswa yang heterogen. Dalam pembelajaran kooperatif setiap anggota kelompok akan bekerjasama dalam memahami suatu bahan pelajaran dan proses belajar belum selesai jika salah satu teman dalam kelompoknya belum menguasai bahan pelajaran tersebut. Tujuan pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi individu yang ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya.
Student Teams-Achievement Divisions (STAD) (Pembagian Pencapaian Tim Siswa) dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin. Gagasan utama dari STAD adalah untuk memotivasi siswa agar dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai materi yang diajarkan oleh guru.
STAD terdiri atas lima komponen utama yaitu presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual dan rekognisi tim (Slavin, 2008:143)
a.       Presentasi Kelas
Materi dalam STAD pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di dalam kelas. Ini merupakan pengajaran langsung atau suatu ceramah diskusi yang dilakukan oleh guru, namun presentasi dapat meliputi presentasi audio-visual atau kegiatan penemuan kelompok. Presentasi dalam STAD berbeda dengan pengajaran biasa hanya pada presentasi tersebut harus jelas-jelas memfokus pada unit STAD tersebut. Dengan cara ini, siswa menyadari bahwa mereka harus sungguh-sungguh memperhatikan presentasi kelas tersebut, karena dengan begitu akan membantu mereka mengerjakan kuis dengan baik. Dan skor kuis mereka menentukan menentukan skor timnya.
b.      Tim
Tim terdiri dari 4 atau 5 siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras dan etnisitas. Fungsi utama dari tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar dan lebih khususnya lagi untuk mempersiapkan anggotanya bisa mengerjakan tugas dengan baik. 
c.       Kuis
Setelah satu sampai dua periode presentasi guru dan satu sampai dua periode latihan ini, para siswa tersebut dikenai kuis individual. Siswa tidak dibenarkan saling membantu selama kuis berlangsung. Hal ini menjamin siswa secara individual bertanggung jawab untuk memahami bahan ajar tersebut.
d.      Skor Kemajuan Individual
Gagasan di balik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan kepada siswa tiap tujuan kinerja yang akan dapat dicapai apabila mereka bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang lebih baik daripada sebelumnya. Tiap siswa dapat memberikan kinerja yang lebih baik daripada sebelumnya. Tiap siswa dapat memberikan kontribusi poin yang maksimal kepada timnya dalam sistem skor ini, tetapi tidak ada siswa yang dapat melakukannya tanpa memberikan usaha mereka yang terbaik. Tiap siswa diberikan skor awal yang diperoleh dari skor rata-rata kinerja siswa tersebut sebelumnya dalam mengerjakan kuis. Siswa selanjutnya akan mengumpulkan poin untuk tim mereka berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis yang dibandingkan dengan skor awalnya.
e.       Rekognisi Tim

Tim akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. 



semoga artikel tentang  Model serta Komponen Utama dalam Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat bermanfaat. amin